Article Details

Main Article Content

Budiyatul Aliyah
Endah Puspitojati
Siti Astuti

Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga ialah panduan/acuan tertulis yang berisikan rangkaian kegiatan pengelolaan hasil panen kapulaga menjadi bentuk simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah membuat desain Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga, mengetahui perbedaan kegiatan pasca panen, kualitas, dan nilai tambah ekonomi simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Penelitian ini dilaksanakan di P4S Menoreh Herbal Magelang dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain SOP pasca panen kapulaga dibuat menggunakan metode plan, do, check, dan action (PDCA). Terdapat perbedaan kegiatan pasca panen kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen yaitu pada tahap pencucian dan penirisan, pengeringan, penyortiran dan penimbangan akhir, serta pengemasan dan pelabelan. Kualitas simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen berbeda signifikan secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur).  Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen berwarna putih, berbau khas menyengat kapulaga, dan memiliki tekstur berkerut sesuai standar kapulaga yang baik.  Sedangkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP berwarna kecoklatan dan berbau segar kurang menyengat. Kualitas organoleptik simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen lebih tinggi dibandingkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP pasca panen. Kadar air simplisia kapulaga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menerapkan SOP pasca panen.

Keywords: Pasca panen PDCA Simplisia kapulaga SOP

Badan Penjaminan Mutu. (2019). Pedoman Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP). In Jakarta: Universitas Al Azhar Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Tanaman Biofarmaka Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. (2021). Statistik Pertanian Hortikultura Provinsi Jawa Tengah 2018-2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.

Diniyati, D., Fauziyah, E., & Sulistyati, T. (2013). Persepsi petani tentang pengembangan kapulaga jenis sabrang (Elettaria cardamomum (l) maton) di hutan rakyat pola agroforestri. In Prosiding Seminar Nasional Agroforestri (p. 549).

Jefriaman, W. V. (2022). Potensi Pengembangan Kapulaga Sebagai Pendapatan Utama Masyarakat di Desa Ambukha Kecamatan Lolofitu MoiKabupaten Nias Barat (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Pertanian RI. (2011). Pedoman Teknologi Penanganan Pascapanen Tanaman Obat. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Kusumawardhani, P. N. (2012). Perancangan Standard Operating Procedures (Sop) Pasca Panen Rimpang Tanaman Obat Dengan Metode PDCA (Plan, Do, Check, Act) di Klaster Biofarmaka Karanganyar. (Skripsi, Universitas Sebelas Maret Surakarta).

Laia, E. (2022). Studi Kasus Tanaman Kapulaga Pada Perekonomian Masyarakat Desa Hilifakhe Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan. FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan, 1(2), 47-55.

Maryani, M., Ratnasari, I., & Handayani, T. (2020). Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Upaya Swamedikasi Di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service), 4(1), 84-90.

Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2020). Kepmentan-104-tahun-2020-komoditas-Binaan-Kementan (pp. 1–41).

Sa'adah, C. N. (2022). Studi Farmakovigilans Pada Obat Herbal. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 5(1), 130-135.

Setiawan, A., & Zaini, M. (2019). Pengendalian Panen Dan Pascapanen Buah Naga Putih Menggunakan Standar Ooperasional Prosedur Di UD Sabila Farm. Karya Ilmiah Mahasiswa.

Sugiyono, P. D. (2015). Metode Peneltian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) (ke-21). Penerbit Alfabeta.

Budiyatul Aliyah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang

 

 

Siti Astuti, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang

 

 

 

Received: 02 Aug 2023; Accepted: 29 Dec 2023; Available Online: 01 Mar 2024;