Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mengalihfungsikan Lahan Kakao Ke Lahan Kelapa Sawit di Sulawesi Selatan
Analysis of Factors Influencing Farmers' Decisions to Convert Cocoa Land to Oil Palm Land in South Sulawesi
Abstract
Alih fungsi lahan kakao ke kelapa sawit merupakan fenomena yang semakin masif terjadi di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu dan Pinrang. Pergeseran komoditas ini membawa implikasi serius terhadap keberlanjutan kakao sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus mengancam pendapatan petani dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi yang mendorong keputusan petani mengalihfungsikan lahan kakao ke lahan kelapa sawit di Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 85 petani yang telah melakukan alih fungsi lahan dan 45 petani yang mempertahankan lahan kakao di Kabupaten Luwu dan Pinrang, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi logistik biner untuk mengidentifikasi determinan keputusan alih fungsi lahan. Variabel yang dianalisis meliputi perbandingan pendapatan bersih, harga komoditas, biaya produksi, luas lahan, pengalaman bertani, akses kredit, dan ketersediaan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan pendapatan bersih (OR=4,21; p<0,01), harga kelapa sawit yang relatif stabil (OR=3,87; p<0,01), dan tingginya biaya produksi kakao (OR=2,94; p<0,05) merupakan faktor dominan yang mendorong alih fungsi lahan. Sementara itu, luas lahan yang lebih kecil dan minimnya akses terhadap program revitalisasi kakao turut memperkuat keputusan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi kebijakan yang berfokus pada peningkatan profitabilitas kakao melalui perbaikan produktivitas dan stabilisasi harga menjadi kunci untuk memperlambat laju alih fungsi lahan.
References
Binswanger-Mkhize, H. P. (2012). Is there too much hype about index-based agricultural insurance? Journal of Development Studies, 48(2), 187–200. https://doi.org/10.1080/00220388.2011.favouriteground
Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. (2023). Sulawesi Selatan dalam angka 2023. BPS Provinsi Sulawesi Selatan.
Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. (2023). Laporan tahunan statistik perkebunan Sulawesi Selatan 2022. Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2021). Statistik perkebunan Indonesia: Kakao 2019–2021. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Ellis, F. (1988). Peasant economics: Farm households and agrarian development. Cambridge University Press.
Ginting, R., Sipayung, T., & Mulia, A. (2022). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan kakao ke kelapa sawit di Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 22(1), 45–58. https://doi.org/10.25181/jppt.v22i1.2213
International Cocoa Organization (ICO). (2024). Cocoa market report: Price volatility analysis 2015–2024. ICO. https://www.icco.org
Osei-Amponsah, C., Baah, F., Asante, F., & Haleegoah, J. (2021). Factors influencing cocoa farmers' decision to maintain or shift to alternative livelihoods in Ghana. Agroforestry Systems, 95(4), 743–756. https://doi.org/10.1007/s10457-021-00604-6
Pratt, J. W. (1964). Risk aversion in the small and in the large. Econometrica, 32(1/2), 122–136. https://doi.org/10.2307/1913738
Rachman, B., & Supriyati. (2019). Transformasi struktur agraria dan implikasinya terhadap diferensiasi sosial petani Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 17(2), 77–93. https://doi.org/10.21082/akp.v17n2.2019.77-93
Ruf, F., & Ehret, P. (2012). The 'forest rent' in cocoa farming: Lessons from Côte d'Ivoire and Indonesia. In F. Ruf (Ed.), Cocoa cycles: The economics of cocoa supply (pp. 71–93). Woodhead Publishing.
Singh, I., Squire, L., & Strauss, J. (Eds.). (1986). Agricultural household models: Extensions, applications, and policy. Johns Hopkins University Press.
Susila, W. R., & Sinaga, B. M. (2021). Determinan keputusan petani beralih dari kakao ke kelapa sawit: Studi kasus Kalimantan Timur. Jurnal Agro Ekonomi, 39(1), 1–18. https://doi.org/10.21082/jae.v39n1.2021.1-18
Wahyudi, T., Pangabean, T. R., & Pujiyanto. (2020). Efisiensi teknis dan daya saing usahatani kakao rakyat di Indonesia. Pelita Perkebunan, 36(2), 132–148. https://doi.org/10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v36i2.383
Yamane, T. (1967). Statistics: An introductory analysis (2nd ed.). Harper and Row.








