Peningkatan Produktivitas Tanaman Karet Melalui Aplikasi Stimulan Berbahan Aktif Etefon Yang Aman Terhadap Kondisi Fisiologis Tanaman
Improving Rubber Plant Productivity through the Application of Ethephon-Based Stimulant that is Safe for Plant Physiological Conditions
Abstract
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional, namun produktivitasnya masih belum optimal. Salah satu upaya peningkatan produksi lateks yang umum dilakukan adalah melalui aplikasi stimulan berbahan aktif etefon yang berfungsi memperpanjang aliran lateks dan meningkatkan hasil sadap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi stimulan berbahan aktif etefon terhadap produktivitas lateks serta kondisi fisiologis tanaman karet. Pengujian dilaksanakan di Kebun Percobaan Unit Bogor–Getas, Salatiga, pada Maret–September 2022 menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan konsentrasi stimulan, yaitu kontrol (tanpa stimulan), etefon 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5,0%, masing-masing diulang sebanyak 5 kali berdasarkan perbedaan klon. Parameter yang diamati meliputi volume lateks, kadar karet kering (KKK), produktivitas per pohon per sadap (g/p/s), kecepatan aliran lateks (KAL), indeks penyumbatan (IP), analisis diagnosis lateks (tiol, sukrosa, fosfat anorganik), serta kejadian kering alur sadap (KAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan stimulan meningkatkan volume lateks dan produktivitas secara nyata dibandingkan kontrol, dengan peningkatan produktivitas sebesar 58,8–67,0%. Perlakuan etefon 2,5% menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 51,1 g/p/s dengan proyeksi produksi mencapai 1.984 kg/ha/tahun, dibandingkan kontrol sebesar 30,6 g/p/s dan 1.125 kg/ha/tahun. Nilai KKK pada perlakuan stimulan sedikit menurun namun masih berada pada kategori sangat baik (>25%). Perlakuan stimulan juga menunjukkan nilai IP yang lebih rendah (2,8–4,1%) dan KAL yang lebih tinggi (3,9–4,2 ml/menit) dibandingkan kontrol, serta tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi fisiologis tanaman berdasarkan hasil diagnosis lateks dan persentase KAS yang masih tergolong ringan. Aplikasi stimulan berbahan aktif etefon pada konsentrasi 2,5% direkomendasikan sebagai konsentrasi optimum untuk meningkatkan produktivitas lateks secara berkelanjutan dan aman terhadap kondisi fisiologis tanaman.
References
Aidi-Daslin, Sayurandi, dan Woelan, S. 2008. Keragaman genetik, heritabilitas dan korelasi berbagai karakter dengan hasil pada tanaman karet. Jurnal Penelitian Karet, 26(1): 1–9.
Atminingsih, Napitupulu, J.A., dan Siregar, T.H.S. 2016. Pengaruh konsentrasi stimulan terhadap fisiologi lateks beberapa klon tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg). Jurnal Penelitian Karet, 34(1): 13–24.
Aziz, F. 2021. Pengaruh aplikasi etefon terhadap peningkatan produktivitas tanaman karet melalui stabilisasi aliran lateks. Warta Perkaretan, 40(2): 85–94.
Dey, S.K. 2005. Variation of tapping panel dryness in Hevea brasiliensis trees in Tripura. International Workshop on Tapping Panel Dryness, Kottayam.
Dische, Z. 1962. Carbohydrate Chemistry. New York: Academic Press.
Elias, B.A. 1982. The physiology and biochemistry of latex flow. In: RRIM Training Manual: Tapping Systems and Yield Stimulation of Hevea. Kuala Lumpur: RRIM, p. 15–23.
Gohet, E., Scomparin, C., Cavaloc, E., et al. 2008. Influence of ethephon stimulation on latex physiological parameters and consequences on latex diagnosis implementation in rubber agro-industry. IRRDB Workshop on Latex Harvesting Technologies, Selangor, Malaysia.
Gunasekara, H.K.L.K., Nugawela, E.A., De Costa, W.A.J.M., dan Attanayake, D.P.S.T.G. 2007. Possibility of early commencement of tapping in rubber (Hevea brasiliensis) using different genotypes and tapping systems. Experimental Agriculture, 43: 201–221.
Karyudi dan Junaidi. 2009. Penggunaan stimulan untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet. Pertemuan Teknis Eksploitasi Tanaman Karet. Medan.
Milford, G.F.J., Paardekooper, E.C., dan Ho, C.Y. 1969. Latex vessel plugging and its importance to yield in Hevea brasiliensis. Journal of Rubber Research, 1(2): 85–92.
Novalina. 2009. Deteksi marka genetik yang terpaut dengan komponen produksi lateks pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) melalui pemetaan QTL. Disertasi. Institut Pertanian Bogor.
Nugrahani, M.O., Rouf, A., Berlian, I., dan Hadi, H. 2016. Kajian fisiologis kering alur sadap pada tanaman karet (Hevea brasiliensis). Warta Perkaretan, 35(2): 135–146.
Nugrahani, M.O., Rouf, A., dan Aji, Y.B.S. 2022. Pengaruh berbagai metode aplikasi stimulan pada produktivitas tanaman karet. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 3(1): 670–677.
Priyadarshan, P.M. 2011. Biology of Hevea Rubber. Wallingford: CABI Publishing.
Setyamidjaja, D. 1993. Karet: Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Kanisius.
Siregar, T.H.S. 2001. Teknik Penyadapan Karet. Yogyakarta: Kanisius.
Sumarmadji. 1999. Respons karakter fisiologi dan produksi lateks beberapa klon tanaman karet terhadap stimulan etilen. Disertasi. Institut Pertanian Bogor.
Sumarmadji, Tistama, R., Siregar, T.H.S., dan Karyudi. 2006. Pedoman Penyadapan Tanaman Karet. Medan: Balai Penelitian Sungai Putih.
Than, D.K., Sivakumar, S., dan Wong, K.C. 1996. Long-term effect of tapping and stimulation frequency on yield performance of rubber clone GT 1. Journal of Rubber Research, 11(2): 96–107.
Tistama, R. dan Siregar, T.H.S. 2005. Perkembangan penelitian stimulan untuk pengaliran lateks Hevea brasiliensis. Warta Perkaretan, 24(2): 45–57.








