Studi Kasus Adopsi Inovasi Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kakao pada Kelompok Tani di Nagari Solok Bio-Bio
Case Study on the Adoption of Cocoa Pod Rot Control Innovations Among Farmer Groups in Nagari Solok Bio-Bio
Abstract
Penyakit busuk buah yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kakao karena dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Upaya pengendalian melalui penerapan teknologi budidaya memerlukan dukungan penyuluhan dan pendampingan agar dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adopsi inovasi pengendalian penyakit busuk buah kakao oleh petani setelah pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu kelompok tani di Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, dengan melibatkan delapan petani kakao sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tingkat adopsi diukur menggunakan Indeks Adopsi berdasarkan lima komponen teknologi, yaitu sanitasi kebun, pemangkasan, panen rutin, pemusnahan buah terserang, dan penggunaan fungisida sesuai anjuran. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan skor dan persentase tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi inovasi tergolong tinggi dengan nilai Indeks Adopsi sebesar 82,5%. Komponen inovasi dengan tingkat penerapan tertinggi adalah panen rutin (100%) dan sanitasi kebun (93,8%), sedangkan pemusnahan buah terserang memiliki tingkat adopsi terendah (68,8%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat mampu meningkatkan penerapan teknologi pengendalian penyakit busuk buah kakao, meskipun beberapa komponen masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk mencapai penerapan yang lebih optimal. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan strategi penyuluhan dan pendampingan petani kakao yang lebih efektif.
References
BPS. (2022). Statistik Kakao Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik.
Govardhan Rao, V., Mutyalanaidu, M., Anoosha, V., Kireeti, A., Sumitha, S., & Jerard, B. A. (2025). Phytophthora palmivora: A facultative pathogen of coconut and cocoa – Ecological dynamics in tropics and management strategies. Plant Archives, 25(2), 2493–2506. https://doi.org/10.51470/PLANTARCHIVES.2025.v25.no.2.356
Hidayati, F., Syahni, R., Suliansyah, I., & Tanjung, H. B. (2025). Adopsi inovasi teknologi pertanian di Indonesia: Tantangan dan alternatif solusi. Agritepa: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 12(1), 329–348.
Jain, R., Arora, A., & Raju, S. S. (2009). A novel adoption index of selected agricultural technologies: Linkages with infrastructure and productivity. Agricultural Economics Research Review, 22(1), 109–120. https://doi.org/10.1177/097134412009010915
Merga, J. (2022). Epidemiology and management strategies of cocoa black pod (Phytophthora spp.). Plant Pathology & Quarantine, 12(1), 34–39. https://doi.org/10.5943/ppq/12/1/2Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.
Rohmando, A., & Hartini, H. (2024). Pengaruh intensitas serangan penyakit busuk buah kakao (Phytophthora palmivora Bult) terhadap kehilangan hasil kakao di Kecamatan Palolo, Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 44–52. https://doi.org/10.47687/snppvp.v5i1.1197
Sasmita, K. D., Wardiana, E., Saefudin, et al. (2024). Challenges and opportunities for Indonesian cocoa development in the era of climate change. In S. O. Agele & O. S. Ibiremo (Eds.), Shifting Frontiers of Theobroma Cacao: Opportunities and Challenges for Production. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/123456








