Dari Limbah Sawit Menjadi Energi: Karakteristik Briket Arang Tandan Kosong dan Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Perekat Pati Bonggol Pisang
From Palm Oil Waste to Energy: Characteristics of Charcoal Briquettes Made from Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq) Empty Fruit Bunches and Fronds Using Banana Corm Starch Binder
Abstract
Volume limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pelepah yang terus meningkat seiring perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia menuntut solusi pengelolaan yang bernilai tambah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik briket arang dari TKKS dan pelepah kelapa sawit dengan perekat non-pangan berupa pati bonggol pisang, serta menentukan komposisi terbaik mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-6235-2000. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan lima taraf komposisi bahan baku (P0–P4) dan perekat 20%, diulang empat kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kerapatan, suhu, dan lama pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan belum memenuhi standar SNI pada parameter kadar air (29,86–34,63%) dan kadar abu (11,24–14,23%), namun nilai kerapatan (0,74–0,86 g/cm³), suhu pembakaran (526–566°C), dan lama pembakaran (117–128 menit) berada pada tingkat yang kompetitif dibandingkan standar internasional. Komposisi P2 (40% TKKS + 40% pelepah + 20% perekat) tampil sebagai formula terbaik dengan suhu pembakaran tertinggi (566°C) dan durasi pembakaran terlama (128 menit), berkat keseimbangan kandungan lignin dari TKKS dan selulosa-hemiselulosa dari pelepah. Temuan ini menegaskan potensi limbah padat kelapa sawit sebagai sumber energi biomassa terbarukan, sekaligus menunjukkan perlunya optimalisasi proses pengeringan untuk menekan kadar air dan abu agar briket memenuhi standar mutu nasional.
References
Aholoukpé, H. N. S., Amadji, G. N., Blavet, D., Deleporte, P., Dubos, B., Chotte, J. L., & Cournac, L. (2013). Oil palm frond residue management and its effect on soil characteristics and oil palm growth. Industrial Crops and Products, 49, 411-420.
Akbar, A. A. (2020). Pengaruh Komposisi Perekat Pati terhadap Karakteristik Briket Biopelet dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Tepung Porang. Universitas Brawijaya.
Annesa, F. (2020). Kandungan Nutrisi Silase Pelepah Kelapa Sawit dengan Penambahan Sumber Filtrat dan Level yang Berbeda. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Aziz, M. A. (2018). Studi Gasifikasi Berbahan Bakar Briket Batubara terhadap Temperatur Pembakaran.
Aziz, M. R., Siregar, A. L., Rantawi, A. B., & Rahardja, I. B. (2019). Pengaruh Jenis Perekat pada Briket Cangkang Kelapa Sawit terhadap Waktu Bakar. Prosiding SEMNASTEK Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, 141–152.
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2024. Statistik Perkebunan Indonesia: Kelapa Sawit. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Fachry, A. R., Astuti, P., & Puspitasari, T. G. (2013). Pembuatan Bioetanol dari Limbah Tongkol Jagung dengan Variasi Konsentrasi Asam Klorida dan Waktu Fermentasi. Jurnal Teknik Kimia, 19.
Faijah, Fadilah, R., & Nurmila. (2020). Perbandingan Tepung Tapioka dan Sagu pada Pembuatan Briket Kulit Buah Nipah (Nypa fruticans). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 6, 201.
Fawzia. (2011). Tepung Tempe dan Limbah Bonggol Pisang sebagai Industri Rumahan. Jurnal Kelitbang.
Hasanah, U., Lubis, Z., & Situmorang, R. (2022). Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit sebagai Briket Arang.
Haryanti, A., Norsamsi, N., Fanny Sholiha, P. S., & Putri, N. P. (2014). Studi Pemanfaatan Limbah Padat Kelapa Sawit. Jurnal Mesil (Mesin Elektro Sipil), 4(2), 20.
Hizriani, N. (2023). Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Sekolah, 2(2), 69–78.
Jamilatun, S. (2012). Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa, Briket Batubara, dan Arang Kayu. Jurnal Rekayasa Proses, 2(2), 37–40.
Kurniawan, E., Nurma, N., & Jalaluddin, J. (2020). Pemanfaatan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Bakar Alternatif dalam Pembuatan Briket. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 9(1), 32–45.
Muzayanah, N. (2025). Pemanfaatan Pati Kulit Singkong dan Selulosa Bonggol Pisang sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioplastik. Chemtag Journal of Chemical Engineering, 6(1), 18.
Pahan, I. (2006). Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.
Ojaba, N.S, Marlyn N. Lekitoo & Sientje D. Rumetor. (2021). Analisis potensi limbah kelapa sawit untuk pakan ternak ruminansia di PT Medco Papua, Kabupaten Manokwari. Cassowary volume 4 (2) Juni 2021: 149-158
Sudiro, S., & Suroto, S. (2014). Pengaruh Komposisi dan Ukuran Serbuk Briket yang Terbuat dari Batubara dan Jerami Padi terhadap Karakteristik Pembakaran. Journal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta, 1(2), 1–18.
Sukma, A. A. S., Padil, & Fadli, A. (2023). Analisa Spesifikasi Fluff, Pellet, dan Briket Pelepah Kelapa Sawit sebagai Biomassa Co-Firing untuk Pembangkit Listrik. Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science, 4(1), 7–18.
Syukri, M., Ucha, I., Rangkuti, P., Ali, K., Harahap, T., & Nurhidayat, T. (2024). Pengaruh Variasi Ukuran Partikel pada Pembuatan Bio-Briket dari Pelepah dan Tandan Buah Kosong Kelapa Sawit. 13(2), 146–153.
Triono, A. (2011). Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Gergaji Kayu Afrika (Maesopsis eminii Engl) dan Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) dengan Penambahan Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.). Institut Pertanian Bogor.
Wahyudi, M. E. (2022). Analisa Kadar Air dan Nilai Kalor terhadap Briket Bonggol Jagung dan Serabut Kelapa. Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi, 12(1), 48–53.
Zulfahmi, R., Aminah, A., & Hidayat, D. (2022). Karakteristik Briket dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Limbah Pertanian dengan Variasi Komposisi. Jurnal Bioteknologi Agroindustri, 10(1), 45–53.








