Mempercepat Pengomposan Limbah Sawit: Pengaruh Dosis Bioaktivator Stardec terhadap Kualitas dan Waktu Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit
Accelerating Palm Oil Waste Composting: Effect of Stardec Bioactivator Dosage on the Quality and Composting Time of Oil Palm Empty Fruit Bunches
Abstract
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki kandungan serat dan rasio C/N yang tinggi (45–55) sehingga proses pengomposan alami dapat memakan waktu lebih dari tiga bulan hingga tahunan, oleh karena itu diperlukan penambahan bioaktivator untuk mempercepat dekomposisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dosis bioaktivator Stardec terhadap kualitas kimia dan kecepatan pengomposan TKKS. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan empat taraf dosis Stardec (P0: 0 g; P1: 10 g; P2: 20 g; P3: 30 g) dan tiga ulangan, sehingga diperoleh 12 unit percobaan, dengan parameter kualitas kimia (C-organik, N-total, rasio C/N, pH) dan kualitas visual (warna, tekstur, aroma) yang diamati selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan dosis Stardec 30 gram (P3) memberikan performa terbaik dengan kandungan C-organik tertinggi (18,39%), N-total tertinggi (1,49%), dan rasio C/N terendah (12,00) yang telah memenuhi SNI 19-7030-2004 (<25), serta pH akhir tertinggi (7,20) pada hari ke-30. Secara visual, P3 dan P2 (20 g) menunjukkan percepatan perubahan warna, tekstur, dan aroma yang konsisten lebih cepat, mulai terlihat pada hari ke-16, dibandingkan P0 dan P1 yang baru menunjukkan perubahan serupa pada hari ke-19 hingga ke-25. Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi bioaktivator Stardec, khususnya pada dosis 30 gram, efektif mempercepat proses dekomposisi sekaligus meningkatkan kualitas kompos TKKS, dan berpotensi menjadi solusi praktis bagi pengelolaan limbah kelapa sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
References
Anif, S., A. Nuraini, & R. Astuti. 2007. Kualitas pupuk organik cair dari limbah pasar sayur dengan variasi bioaktivator. Jurnal Sains dan Teknologi Perkebunan, 12(2): 89-96.
Bawode, O., M. T. S. Hariana, & Y. R. Samosir. 2015. Analisis perubahan sifat fisik dan kimia kotoran ternak sebagai pupuk organik terdegradasi mikroba. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Hasanuddin, 3(4): 1120-1128.
Darmosarkoro, W., & Winarna. 2007. Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik di perkebunan kelapa sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 15(2): 143-152.
Darmosarkoro, W., & S. Rahutomo. 2007. Teknologi Pengomposan Cepat Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Menggunakan Reaktor Semi-Aerob. Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 12(3): 205-214.
Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik, dan Biologi. Penerbit Armico, Bandung.
Hannum, S., M. H. B. Damanik, & J. M. S. Sitorus. 2014. Karakteristik kimia limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPMKS) pada unit aplikasi lahan. Jurnal Agroekoteknologi, 2(3): 940-947.
Kurniawan, A., R. S. Ningrum, & D. Wahyudi. 2021. Karakterisasi bakteri lignoselulolitik dalam mempercepat humifikasi limbah padat kelapa sawit. Jurnal Sumberdaya Lahan, 15(1): 34-45.
Lestari, P., H. Wibowo, & S. Mulyani. 2022. Efektivitas penambahan kotoran sapi terhadap penurunan rasio C/N bahan organik berserat tinggi. Jurnal Tanah dan Iklim, 46(2): 121-130.
Mariyani, R., S. Setyoke, & T. Haryadi. 2020. Optimasi suhu dan kelembaban pada proses biokonversi aerobik tandan kosong sawit. Jurnal Rekayasa Proses, 14(2): 156-167.
Prasetyo, B., E. Triyana, & M. Fathoni. 2023. Peran enzim ekstraseluler konsorsium mikroba Stardec pada degradasi selulosa. Bioma: Jurnal Ilmiah Biologi, 25(1): 67-78.
Rahman, F., & H. Sulistyo. 2022. Dinamika nitrogen total dan pelepasan amonia pada pengomposan limbah kelapa sawit. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(3): 389-397.
Saidi, A., N. Hakim, & A. R. Ahmad. 2013. Parameter kematangan kompos organik berdasarkan kajian rasio C/N dan kapasitas tukar kation. Jurnal Solum, 10(1): 23-31.
Santi, L. P., & D. H. Goenadi. 2020. Pemanfaatan bioaktivator komersial dalam pengelolaan limbah padat perkebunan kelapa sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 28(2): 89-102.
Setyorini, D., R. Saraswati, & E. Anwar. 2021. Kompos: Spesifikasi Mutu dan Teknologi Produksi Pupuk Organik. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.
Simanungkalit, R. D. M., D. A. Suriadikarta, & R. D. Hastuti. 2022. Aplikasi pupuk hayati dan organik pada tanaman perkebunan di Indonesia. Jurnal Mikrobiologi Indonesia, 16(4): 177-185.
Siregar, M. A., & R. A. Ginting. 2023. Kinetika degradasi lignin pada tandan kosong kelapa sawit menggunakan inokulan kapang pelapuk putih. Jurnal Teknik Kimia USU, 12(2): 102-111.
Sri Sugiyani, dkk. atau Kurnia, U., dkk. (2001). Teknologi Pengomposan Bahan Organik Menggunakan Bioaktivator Stardec. Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian.
Susilawati, & Ichwan. 2007. Rekayasa bioproses limbah lignoselulosa perkebunan menjadi pupuk organik bermutu tinggi. Jurnal Akta Agrosia, 10(1): 45-52.
Wahyudi, E., A. R. Siregar, & T. Sitompul. 2024. Evaluasi kematangan fisik dan kimiawi pupuk organik padat komersial berbasis limbah feses ternak. Jurnal Tropika Perkebunan, 14(1): 45-56.
Widarti, B. N., W. K. Wardani, & E. Sarwono. 2015. Pengaruh rasio C/N bahan baku terhadap produksi gas bio dan efisiensi pengomposan sampah organik. Jurnal Teknologi, 7(2): 113-120.
Yuniarti, A., E. Solihin, & A. T. Putri. 2022. Aplikasi berbagai jenis pupuk organik terhadap sifat kimia tanah dan hasil tanaman kelapa sawit. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 11(3): 312-324.
Wan Zahari, M; Abu Hassan, O; Wong, H K and Liang, J B (2003). Utilization of oil palm frond based diets for beef and dairy production in Malaysia. Asian-Australasian J. Anim. Sci., 16(4): 625-634.








