Uji Efektivitas Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Asal Dusun Keranjang sebagai Antibakteri terhadap Escherichia coli
Antibacterial Effectiveness Test of Citronella Oil (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) from Keranjang Hamlet against Escherichia coli
Abstract
Minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) merupakan salah satu sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama golongan monoterpen yang diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Pemanfaatan minyak atsiri sebagai agen antibakteri alami menjadi alternatif yang menjanjikan dalam mengurangi ketergantungan terhadap antibakteri sintetis. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi komposisi kimia minyak atsiri serai wangi asal Dusun Keranjang serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli. Minyak atsiri diperoleh melalui metode destilasi uap-air, kemudian dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mengidentifikasi komponen penyusunnya. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 5% dan 10%, kemudian diameter zona hambat diukur sebagai indikator efektivitas antibakteri. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasi sekitar 20 senyawa penyusun minyak atsiri dengan komponen utama berupa sitronelal (35,66%), geraniol (18,94%), dan sitronelol (12,10%) berdasarkan persentase area relatif. Kandungan sitronelal yang diperoleh telah memenuhi persyaratan mutu minyak serai wangi sesuai SNI 06-3953-1995. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat sebesar 4,67 ± 0,58 mm pada konsentrasi 5% dan meningkat menjadi 9,67 ± 1,15 mm pada konsentrasi 10%, yang mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri diikuti oleh peningkatan daya hambat terhadap E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri serai wangi asal Dusun Keranjang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami untuk mendukung pemanfaatan produk hayati yang ramah lingkungan.
References
American Type Culture Collection. (2022). Escherichia coli ATCC 25922™ product information. American Type Culture Collection.
Afrizal, A., Nurdin, E., & Rahmawati, D. (2024). Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) menggunakan GC-MS dan aktivitas antibakterinya. Jurnal Farmasi Indonesia, 21(1), 45–56.
Clinical and Laboratory Standards Institute. (2020). Performance standards for antimicrobial susceptibility testing (30th ed., CLSI Supplement M100). Clinical and Laboratory Standards Institute.
Clinical and Laboratory Standards Institute. (2022). Performance standards for antimicrobial susceptibility testing (32nd ed., CLSI Supplement M100). Clinical and Laboratory Standards Institute.
Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc plate method of microbiological antibiotic assay. Applied Microbiology, 22(4), 659–665.
Fitriani, N., Rahman, A., & Wahyuni, S. (2021). Antibacterial activity of citronella (Cymbopogon nardus L.) extract against Escherichia coli. Jurnal Biologi Tropis, 21(3), 721–729.
Istiqomah, S., Widyastuti, U., & Lestari, D. (2020). Analisis komponen minyak atsiri menggunakan metode Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 23(4), 145–152.
Kaur, H., Bhardwaj, U., & Kaur, R. (2021). Cymbopogon nardus essential oil: A comprehensive review on its chemistry and bioactivity. Journal of Essential Oil Research, 33(3), 205–220. https://doi.org/10.1080/10412905.2021.1871976
Kurniawan, A., Hidayat, T., & Prasetyo, B. (2020). Karakteristik mutu minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) berdasarkan komponen penyusun utama. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 24(2), 118–126.
Lunggela, A., Rahmawati, S., & Hidayati, N. (2022). Potensi minyak atsiri sebagai bahan aktif alami pada bidang pangan, kesehatan, dan kosmetik. Jurnal Kimia Terapan Indonesia, 24(1), 56–67.
Lutfiah, N. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap Escherichia coli. Jurnal Ilmiah Farmasi, 17(2), 96–104.
Montgomery, D. C. (2019). Design and Analysis of Experiments (10th ed.). John Wiley & Sons.
Murni, S., & Rustin, R. (2020). Aktivitas biologis senyawa monoterpen pada minyak atsiri sebagai antibakteri alami. Jurnal Farmasi Galenika, 6(2), 98–108.
Nazzaro, F., Fratianni, F., Coppola, R., & De Feo, V. (2020). Essential oils and antifungal activity. Pharmaceuticals, 13(4), 86. https://doi.org/10.3390/ph13040086
Pratiwi, D., & Utami, R. (2018). Komponen metabolit sekunder minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan potensinya sebagai antibakteri. Jurnal Biologi Indonesia, 14(2), 175–183.
Rafi, M., Lestari, P., & Handayani, S. (2023). Steam-water distillation as an effective method for citronella essential oil extraction and quality evaluation. Indonesian Journal of Chemistry, 23(4), 1024–1034.
Sefriyanti, S., Yuliani, R., & Sari, D. (2020). Chemical composition and antibacterial activity of citronella essential oil (Cymbopogon nardus (L.) Rendle). Biodiversitas, 21(11), 5328–5335.
Utami, R., & Ardiyanti, D. (2019). Pengaruh konsentrasi minyak atsiri terhadap aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 9(2), 89–96.
Verma, R. S., Verma, S. K., Tandon, S., Padalia, R. C., & Darokar, M. P. (2020). Chemical composition and antimicrobial activity of Java citronella (Cymbopogon winterianus) essential oil extracted by different methods. Journal of Essential Oil Research, 32(5), 449–455. https://doi.org/10.1080/10412905.2020.1787885
Wińska, K., Mączka, W., Łyczko, J., Grabarczyk, M., Czubaszek, A., & Szumny, A. (2019). Essential oils as antimicrobial agents—Myth or real alternative? Molecules, 24(11), 2130. https://doi.org/10.3390/molecules24112130
Yang, X., Ran, L., Xu, Y., & Wang, J. (2021). Antibacterial mechanisms of essential oils and their applications in food preservation: A review. Food Control, 123, 107856. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2020.107856








