Analisis Daya Saing dan Dinamika Ekspor Vanili Indonesia di Pasar Global (2015–2024)
Analysis of Competitiveness and Dynamics of Indonesian Vanilla Exports in The Global Market (2015–2024)
Abstract
Indonesia merupakan produsen vanili terbesar ke dua setelah Madagaskar, dimana vanili menjadi salah satu komuditas perkebunan unggulan karena nilai ekominya yang tinggi. Meskipun potensi pasar global yang besar, ekspor vanili Indonesia masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga, stabilitas pasokan, serta ketatnya persaingan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komperatif serta dinamika daya saing ekspor vanili Indonesia di Pasar global pada priode 2015-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) tahunan dari tahun 2015 hingga 2024. Data yang digunakan meliputi nilai dan volume ekspor vanili dengan kode Harmonized System (HS) 090510 (Vanila) ke delapan negara tujuan utama, yaitu Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belanda, Singapura, Australia, Polandia, dan Kanada. Sumber data utama di peroleh melalui basis data Trade Map. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Revealed Comparative Advantage (RCA) menggunakan Microsoft Exel versi 2019 untuk mengukur tingkat daya saing komperatif produk vanili nasional di masing masing negara tujuan tersebut. Hasil data menunjukan bahwa komuditas vanili indonesia memiliki keunggulan komperatif yang sangat kuat di pasar global, yang ditunjukan oleh rata-rata indeks RCA yang lebih dari satu (RCA > 1) diseluruh negara tujuan selama periode 2015-2024. Nilai rata-rata indeks RCA tertinggi di capai di pasar Amerika Serikat sebesar 222,49, diikuti oleh Polandia (108,43) dan Singapura (95,90). Jerman memiliki rata-rata indeks sebesar 56,17 sedangkan Kanada, Prancis, dan Australia berada pada kategori moderat dikisaran 18-32. Nilai rata-rata terendah tercatat berada di pasar Belanda, yaitu 9,61. Meskipun memiliki daya saing diatas rata-rata dunia, nilai indeks RCA vanili indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh dinamika permintaan global, konsistensi pasokan, serta penetrasi pasar dari negara pesaing utama.
References
Ilham, N., Suhartini, S. H., & Sinaga, B. M. (2004). PENAWARAN EKSPOR PANILI INDONESIA. Jurnal Littri, VOL 10, 41–50.
Karo, R., Sitepu, K., Susanti, A., & Erlangga, G. (2024). Analisis Daya Saing Komoditas Vanili Indonesia di Pasar Internasional. 3.
Kementrian Pertanian. (2024). Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2023. In Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian.
Prabaninggar, R. A., Sasmita, E. R., & Wahyurini, E. (2021). IN VITRO MICRO-CUTTING OF VANILLA ( Vanilla planifolia Andrews .) IN DIFFERENT NAA AND BAP. 7(1), 27–36.
Prasetyo, A. R., Munthe, A. K., Al-baihaqi, I., Gunawan, A., Nurazizah, R. D., & Salfaniz, S. (2024). Peranan Perdagangan Internasional Terhadap Ekspor Rempah-Rempah di Indonesia. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1, 288–293. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.11242907
Sari, V. P., Lestari, R. D., & Sepfrian, B. (2025). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR VANILI INDONESIA KE PASAR AMERIKA SERIKAT DIBANDINGKAN DENGAN PESAINGNYA (MADAGASKAR DAN PRANCIS). Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 6, 10–17. https://doi.org/10.47701
Taqi, B. A., Hendrati, I. M., Pembangunan, U., Veteran, N., & Timur, J. (2024). ANALISIS DAYA SAING EKSPOR VANILI INDONESIA DI PASAR AMERIKA. 7, 10930–10935.
Yudha, E. P., & Bagaskara, F. (2024). ANALISIS DAYA SAING EKSPOR KELAPA SAWIT (CPO) INDONESIA DAN MALAYSIA DI INDIA. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 11, 1212–1227.








