Inovasi Bio-Kompos Berbasis Tea Waste dan Agens Hayati untuk Mendukung Produksi Pucuk Teh Berkelanjutan

Bio-Compost Innovation Based on Tea Waste and Biological Agents to Support Sustainable Tea Production

  • Restu Wulansari Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT RPN
  • Elia Laila Rizqiyah Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT RPN
  • Erdiansyah Rezamela Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT RPN
  • Fani Fauziah Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT RPN
  • Ahmad Ghozali A Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT RPN
Keywords: Agens hayati, Biokompos tea waste, Produksi pucuk, Perkebunan teh, Zero waste

Abstract

Produktivitas tanaman teh yang berkelanjutan memerlukan pengelolaan kesuburan tanah yang optimal dan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah teh (tea waste) sebagai bio-kompos diperkaya agens hayati menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik serta meningkatkan produksi pucuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bio-kompos berbasis tea waste dan agens hayati terhadap produksi pucuk teh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk konvensional terdiri atas 0%, 50%, 75%, dan 100% dosis standar serta dosis bio-kompos tea waste terdiri atas 0, 1, 2, dan 3 ton/ha. Pengamatan dilakukan pada periode September hingga Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bio-kompos tea waste yang diperkaya agens hayati memberikan pengaruh nyata terhadap produksi pucuk teh pada bulan November. Kombinasi perlakuan 75% pupuk konvensional dan 1 ton ha⁻¹ bio-kompos menghasilkan peningkatan produksi pucuk sebesar 40-50% dibandingkan kontrol. Selain itu, aplikasi bio-kompos mampu mempertahankan produktivitas pucuk meskipun penggunaan pupuk anorganik dikurangi hingga 25–30%. Hal ini menunjukkan bahwa biokompos tea waste memiliki potensi sebagai inovasi pemupukan ramah lingkungan untuk mendukung efisiensi penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan produksi pucuk teh secara berkelanjutan.

References

Amin, F., Razdan, V. K., Mohiddin, F. A., Bhat, K. A., & Sheikh, P. A. (2010). Effect of Trichoderma species on soil-borne fungal pathogens of tomato. Journal of Plant Protection Research, 50(2), 215–220.

Arifin, M., & Semangun, H. (1999). Penggunaan pupuk organik pada budidaya tanaman teh. Warta Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung.

Bhardjwaj, KKR., Kalyanasundaram, NK., Khan, HH., Biswas, TD (ed)., and Narayanasamy,G. 1998. Soil organic matter and organic residue management for sustainability productivity. Proceeding of a symposium: ‘Management of organic material from field plantation crops’ Anand, India, 29 October 1996. Bulletin Indian Society of Soil Science No. 19 (122-134).

Brimer, T. A., & Boland, G. J. (2003). A review of the non-target effects of fungi used to biologically control plant diseases. Canadian Journal of Plant Pathology, 25, 246–256.

Hutagaol, W., & Melin, A. (2005). Pemanfaatan Trichoderma spp. sebagai agens hayati untuk pengendalian penyakit tanaman. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 11(2), 81–88.

Onsando, J. M., Waudo, S. W., & Othieno, C. O. (1997). Root diseases of tea in Kenya and their economic importance. Tea, 18(1), 15–23.

Rahardjo, P., Soedarsono, J., & Ermadani. (2001). Pengaruh pemberian bahan organik terhadap sifat fisik tanah pada perkebunan teh. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 4(2), 45–53.

Santoso, J., R. Suprihatini, W. Widayat, E. Johan, D. J. R. dan A. D. (2006). Petunjuk kultur teknis tanaman teh. Edisi Ketiga. Bandung: Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung.

Toago, S.P., I.M.Lapanjang dan H,N, Barus. 2017. Aplikasi Kompos Dan Azotobacter Sp. Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.). e-J. Agrotekbis 5 (3) : 291 - 299, Juni 2017.

Wibowo, Z.S., Y. Rachmiati, A. Agus Salim. 2001. Kebutuhan Bahan Organik pada Budidaya Teh Organik. Seminar budidaya teh organik, Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK). Gambung.

Wulansari, R dan E, Rezamela. 2019. Pengaruh Kompos Limbah Teh Hitam (Tea waste ) Terhadap Pertumbuhan Benih Teh (Camellia Sinensis (L.) Kuntze). Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 7 No 2, 2020 Hal 341-350. e-ISSN:2549-9793, doi: 10.21776/ub.jtsl.2020.

Wulansari, Restu., Anni Yuniarti., dan E. Rezamela. 2020. Efektifitas Pembuatan Kompos Limbah Pabrik The Hijau (Tea waste ) Menggunakan EM4 dan Pupuk Kandang Sapi, Soilrens, Vol 18 No 1 pp: 16-24

Wulansari, Restu., A. Yuniarti and M. R. Setiawati. 2021. Evaluation Growth of Tea Seedling and Population of Azotobacter sp. From Applivcation Compost of Green Tea Factory Waste (Tea waste ) and Azotobacter sp. On Andisols. International Journal of Natural Resource Ecology and Management 6 (3): 156-162

Yang X, Ni K, Shi Y, Yi X, Zhang Q, Fang L, Ma L, Ruan J. Effects of long-term nitrogen application on soil acidification and solution chemistry of a tea plantation in China. Agric Ecosyst Environ. 2018;252:74–82.

Xu, S., Zhou, S., Ma, S., Jiang, C., Wu, S., Bai, Z., Zhuang, G., & Zhuang, X. (2017). Manipulation of nitrogen leaching from tea field soil using a Trichoderma viride biofertilizer. Environmental Science and Pollution Research, 24, 27833–27842

Zhang, X., et al. (2020). Organic amendments and their role in sustainable crop production.

Soil Biology & Biochemistry, 144, 107756.

Published
2026-08-05