Diversifikasi Kopi Arabika Menuju Kemandirian Pangan melalui Circular Economy Berbasis Pengolahan Limbah Tradisional
Arabica Coffee Diversification Towards Food Self-Sufficiency through a Circular Economy Based on Traditional Waste Processing
Abstract
Sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kopi arabika, memiliki potensi strategis dalam mendukung kemandirian pangan dan penguatan ekonomi rumah tangga petani. Namun, pengelolaan yang masih berfokus pada penjualan biji kopi mentah (green bean) membuat petani rentan terhadap fluktuasi harga pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model agribisnis kopi arabika melalui diversifikasi usaha berbasis circular economy dan pengolahan limbah tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan kausal-komparatif. Data dianalisis menggunakan Analisis Nilai Tambah Metode Hayami dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk hilir, seperti kopi bubuk premium dan teh cascara, mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi petani hingga dua kali lipat. Selain itu, penerapan strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) berhasil mengoptimalkan 45–50% limbah kulit dan ampas kopi menjadi pupuk organik serta pakan ternak. Integrasi ini terbukti meningkatkan efisiensi biaya produksi, menekan pencemaran lingkungan, serta memperbaiki Pangsa Pengeluaran Pangan (PPP) dan resiliensi ekonomi rumah tangga petani.
References
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2017): Dasar teori untuk mengukur resiliensi sistem pertanian diversifikasi terhadap perubahan iklim.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Kopi Indonesia 2024. Jakarta: BPS.
Dwijatenaya, I. B. M. A., dkk. (2021). Jurnal ini (yang ada dalam daftar referensi file Anda) sangat kuat dalam menjelaskan bagaimana kebijakan usahatani yang tepat melalui analisis SWOT dapat menciptakan kemandirian.
Esquivel, P., & Jiménez, V. M. (2012). Functional properties of coffee and coffee by-products. *Food Research International*, 46(2), 488–495.
Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The Circular Economy – A new sustainability paradigm? *Journal of Cleaner Production*, 143, 757–768.
Hayami, Y., et al. (1987): Standar internasional untuk menghitung nilai tambah agroindustri.
Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2018). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. *Resources, Conservation and Recycling*, 127, 221–232.
Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2018). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. *Resources, Conservation and Recycling*, 127, 221
Murthy, P. S., & Naidu, M. M. (2012). Sustainable management of coffee industry by-products and value addition. *Resources, Conservation and Recycling*, 66, 45–58.
Neilson, J., & Pritchard, B. (2019). *Value chain struggles: Institutions and governance in the plantation districts of South India*. Wiley-Blackwell.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. (2021). *Teknologi budidaya dan pascapanen kopi*. Jember: Puslitkoka.
Republik Indonesia. (2012). *Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan*. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Sugiyono (2019): Referensi standar metodologi penelitian kuantitatif di In








