Perbandingan Produksi Panel Atas dan Bawah pada Penyadapan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) secara Double Cut
Comparison of Upper and Lower Panel Production in Double-Cut Tapping of Rubber Trees (Hevea brasiliensis)
Abstract
Peningkatan produktivitas tanaman karet secara lebih efektif, efisien dan berkelanjutan perlu terus dilakukan melalui pengelolaan sistem pemanenan lateks (penyadapan) yang tepat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penyadapan double cut (DC) yang memanfaatkan dua bidang sadap di panel bawah dan panel atas secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui komposisi produksi penyadapan DC di masing-masing panel sadap, yaitu irisan S/2d3 di panel bawah dan S/4Ud3 atau S/2Ud3 di panel atas, dan (ii) mengetahui pengaruh irisan sadap antara S/2U dengan S/4U pada penyadapan DC. Penelitian ini telah dilaksanakan pada November 2022 di beberapa tahun tanam berbeda di Afdeling Galardowo dan Begosari Kebun Getas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Parameter yang diamati meliputi produktivitas karet kering setiap kali disadap (GTT) dan kadar karet kering (KKK) di masing-masing panel sadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KKK bervariasi antar lokasi dan umur tanaman, di mana tanaman lebih tua cenderung memiliki KKK lebih rendah dibandingkan tanaman yang lebih muda. Kontribusi produksi dalam satuan GTT menunjukkan panel atas lebih dominan, yaitu sebesar 62,6–76,4%, sedangkan panel bawah 23,6–37,4%. Penggunaan irisan S/2U menghasilkan produksi relatif lebih tinggi dibandingkan S/4U, namun berpotensi mempercepat konsumsi kulit, sehingga irisan S/4U dinilai lebih optimal untuk menjaga kesinambungan produksi. Meskipun demikian, pada penelitian selanjutnya disarankan agar dilakukan perbandingan antara sadap DC dengan single cut (SC) di panel atas.
References
Balai Penelitian Getas. (2013). Laporan akhir evaluasi sistem eksploitasi pada perkebunan karet. Salatiga: Pusat Penelitian Karet.
Boerhendhy, I., & Amypalupy, K. (2010). Optimalisasi produktivitas karet melalui penggunaan bahan tanam, pemeliharaan, sistem eksploitasi dan peremajaan tanaman, J. Litbang Pertanian, No 30 (1), hal: 23-30.
Bukit, E., Dsalin, A., & Karyudi. (2006). Kajian ekonomi penggunaan klon karet anjuran quick starter dan slow starter. Pros. Lok. Nas. Budidaya Tanaman Karet 2006. Medan, 4-6 September 2006. Hal: 319-325.
Cahyo, A. N., Murti, R. H., & Putra, E. T. S. (2020). Mitigasi kekeringan pada perkebunan karet (Hevea brasiliensis Müll. Arg.) melalui pendekatan phytobiome. Warta Perkaretan, 39(1), 39–56.
Chantuma, P., Lacointe, A., Kasemsap, P., Thanisawanyangkura, S., Gohet, E., Clement, A., Guilliot, A., Ameglio, T., & Thaler, P. (2009). Carbohydrate storage in wood and bark of rubber trees submitted to different levels of C demand induced by latex tapping. Tree Physiology, 29(8), 1021–1031. https://doi.org/10.1093/treephys/tpp043
Hartawan, R., Nasamsir, Marjohan, & Marwan, E. (2020). Produksi dan kualitas lateks karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) klon PB 260 pada penyadapan ke atas dan ke bawah. Jurnal Media Pertanian, 5(1), 10-14. DOI 10.33087/jagro.v5i1.90.
Heryanto, I. (2019). Natural rubber: teknologi dan manajerial praktis bisnis industri komoditas perkebunan karet (Hevea brasiliensis). YRama Widya. Bandung. 246 hal. ISBN: 978-602-374-912-6.
Junaidi. (2020). Transformasi Sistem Pemanenan Latex Tanaman Karet: Review. Jurnal Budidaya Pertanian, 16(1): 1–10. DOI: 10.30598/jbdp.2020.16.1.1.
Junaidi, Atminingsih, & Darojat, M. R. (2019). Direction, panel height, and tapping frequency affect the daily bark consumption in hevea rubber tapping. Planta Tropika: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science), 7(1), 58-65. DOI: 10.18196/pt.2019.094.
Lukman. (1995). Penggunaan sadapan ke arah atas (SKA) dengan intensitas eksploitasi rendah untuk meningkatkan produksi dan umur ekonomi tanaman karet. J. Penel. Karet. 13 (2). Hal: 85-98.
Malaysian Rubber Board. (2009). Latex Harvesting, In Rubber Plantation and Processing Technologies, Kuala Lumpur, Malaysia.
Moro, A. P., Adou, B. Y. C., Diarrassouba, M., Konan, D., Soumahin, E. F., Kouakou, T. H., & Obouayeba, S. (2021). Quantitative assessment of the agro-physiological advantages of upward tapping in relation to the downward tapping of the GT 1 and PB 260 rubber clones [Hevea brasiliensis, Muell. Arg. (Euphorbiaceae)] in Southwest Côte d'Ivoire. Journal of Experimental Agriculture International, 43(2), 94–104. DOI: 10.9734/JEAI/2021/v43i230650.
Purwaningrum, Y., Asbur, Y., Royo, B. B., & Nasution, M. F. (2023). Pengaruh panjang alur sadap dan stimulan gas terhadap fisiologi dan produksi lateks tanaman karet klon BPM 1. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS, 7(1), 18-25.
Rouf, A., Nugrahani, M. O., & Aji, Y. B. S. (2020). Penerapan sistem sadap irisan ganda (double cut) pada klon karet slow starter (studi kasus di beberapa perkebunan karet wilayah Jawa). Proceedings National Conference PKM Center UNS 2020, 1(1), 194-198. https://jurnal.uns.ac.id/pkmcenter/ article/view/51354.
Sumarmadji, Karyudi, & Siregar, T.H.S. (2006). Rekomendasi sistem eksploitasi pada klon quick dan slow starter serta penggunaan irisan ganda untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet. Pros. Lok. Nas. Budidaya Tanaman Karet 2006. Medan, 4-6 September 2006. Hal: 169-188
Sumarmadji, Junaidi, Atminingsih, Kuswanhadi, & Rouf, A. (2012). Paket teknologi penyadapan untuk optimasi produksi sesuai tipologi klon. Pros. Konf. Nas. Karet. Yogyakarta, 19-20 September 2012. Pusat Penelitian Karet. Hal: 207-216.
Sumarmadji, Rouf, A., Aji Y. B. S., dan Widyasari, T. (2017). Optimalisasi produksi dan penekanan biaya penyadapan dengan sistem sadap intensitas rendah, Warta Perkaretan, Vol 36 (1), hal 55-75.
Syarifa, L.F., Agustina, D. S., Alamsyah, A., Nugraha, I.S., & Asywadi, H. (2023). Outlook komoditas karet alam Indonesia 2023. Jurnal Penelitian Karet, 41 (1): 47-58.
Vinod, K. K. & Thomas, V. (2006). Anatomical studies on regenerated bark of hail damaged Hevea brasiliensis Trees – A case study. Rubber Broad Bulletin, 28 (2), 9–11.








