Efektifitas Insektisida Nabati Daun Buah Hitam (Haplolobus spp) terhadap Intensitas Serangan Hama Parabiokrosis (Pseudodoniella laensis Mill.) di Perkebunan Kakao Koperasi Ebier-Suth Ransiki Manokwari Selatan

Effectiveness of Botanical Insecticide Derived from Haplolobus spp. Leaves against the Infestation Intensity of the Pest Pseudodoniella laensis Mill. at the Ebier-Suth Cooperative Cocoa Plantation, Ransiki, South Manokwari

  • Sutiharni Sutiharni Universitas Papua
  • M. Fatakhur Rakhman Universitas Papua
  • Vero L. Tuhumena Universitas Papua
  • Eko Agus Martanto Universitas Papua
Keywords: Daun buah hitam (Haplolobus spp.), Hama parabiokrosis (Pseudodoniella laensis Mill.), Insektisida nabati, Kakao

Abstract

Hama Parabiokrosis (Pseudodoniella laensis Mill.) merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada budidaya kakao yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi biji kakao. Penggunaan insektisida nabati berbahan baku lokal menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida kimia sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas insektisida nabati daun buah hitam (Haplolobus spp.) dalam menekan intensitas serangan hama Parabiokrosis pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kakao Koperasi Ebier-Suth, Kampung Warsui, Distrik Ransiki, Manokwari Selatan, pada bulan Desember 2021-Februari 2022. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan teknik purposive sampling, menggunakan 50 tanaman sampel yang tersebar pada 5 titik unit sampel. Aplikasi perlakuan dilakukan dengan menggantungkan 10 kantung insektisida nabati serbuk daun buah hitam per pohon dengan dosis 8,25 gram per kantung pada tiga cabang utama.  Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan insektisida nabati daun buah hitam mampu menekan rata-rata jumlah buah terserang menjadi 0,72 buah dengan persentase buah terserang sebesar 10,34% (kategori ringan). Populasi hama mengalami penurunan hingga minggu ke-6 setelah aplikasi (0,70 ekor), namun terjadi peningkatan kembali pada minggu ke-8 (1,04 ekor). Intensitas serangan hama Parabiokrosis tercatat sebesar 4,60% (kategori sangat ringan). Insektisida nabati daun buah hitam efektif dalam menekan intensitas serangan hama Parabiokrosis pada tanaman kakao, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu komponen pengendalian hama terpadu (PHT) di perkebunan kakao rakyat.

References

Bernard, H. R. (2002). Research methods in anthropology: Qualitative and quantitative

methods (3rd ed.). Altamira Press.

Entwistle, P. F. (1972). Pests of cocoa. Longman.

Fitri, A. (2019). Pengaruh ekstrak biji buah srikaya (Annona squamosa) terhadap hama

kutu putih Pseudococus viburni) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].

Hasanah, F. H. (2022). Efektifitas insektisida nabati daun buah hitam (Haplolobus spp.)

terhadap hama kumbang beras (Sitophilus oryzae L.) pada dua jenis beras [Skripsi, Universitas Papua].

Heyne, K. (1987). Tumbuhan berguna Indonesia (Vol. II). Yayasan Sarana Wana Jaya.

Hutapea, F. J., Defni, Sulaeman, R., dan Gusmailina. (2019). Kemampuan sepuluh strain

jamur melapukkan empat jenis kayu asal Manokwari. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 37(2), 119-130.

Indriati, G., Soesanthy, F., dan Haspari, A. D. (2014). Pengendalian Helopeltis spp

(Hemiptera:Miridae) pada tanaman kakao mendukung pertanian terpadu ramah lingkungan. Kementerian Pertanian.

Kanedi, M. (2019). Pengembangan formula insektisida nabati dari senyawa flavonoid

ekstrak polar daun gamal (Gliricidia maculata) untuk mengendalikan hama kutu putih. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Ristek-Dikti, 2019.

Kusumawati, D. E., dan Istiqomah. (2022). Pestisida nabati sebagai pengendali OPT.

Madza Media.

Nukmal, N. (2018). Pengembangan formula insektisida nabati dari senyawa flavonoid

ekstrak polar daun gamal (Gliricidia maculata) untuk mengendalikan hama kutu putih. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Dana Dikti Tahun 2018. Swiss Bel Hotel, 4 Desember 2018.

Odhiambo, T. R. (1960). The identity of Pseudodoniella laensis Miller (Hemiptera,

Miridae), associated with cacao in New Guinea and Papua. Bulletin of Entomological Research, 51(1), 1-4.

Papua Barat Dalam Angka. (2022). Provinsi Papua Barat dalam angka 2022. Badan Pusat

Statistik Provinsi Papua Barat.

Pitri, J. (2020). Uji efektivitas beberapa pestisida nabati untuk mengendalikan hama gudang

(Sitophilus oryzae) pada beberapa varietas beras di laboratorium [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara].

http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/14023

Rahmat, B. (2004). Preferensi hama kepik penghisap buah kakao (Pseudodoniella laensis

Mill) terhadap beberapa bentuk buah kakao (Theobroma cacao L.) [Skripsi,

Universitas Papua].

Somar, E. (2014). Pengaruh faktor abiotik terhadap kadar tanin daun buah hitam

(Haplolobus cf. monticola Husson) asal Kabupaten Teluk Wondama [Tesis, Universitas Papua].

Suhaendah, E., dan Siarudin, M. (2019). Intensitas serangan hama kumbang moncong pada

agroforestri akor (Acacia auriculiformis). Jurnal Agroforestri Indonesia, 2(1), 19-25.

Sumiartini. (2016). Biopestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman aneka

kacang dan umbi. Iptek Tanaman Pangan, 11(12), 159-166.

Supriyatdi, D., Fernando, A., dan Sari, S. (2022). Potensi ekstrak ubi gadung (Dioscorea

hispida Dennst.) dan ekstrak gulma babadotan (Ageratum conyzoides L.) untuk pengendalian hama penghisap buah kakao (Helopeltis spp.) di laboratorium. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 10(2), 119-126.

Sutiharni, Torey, S. M., Lindongi, L. E., & Bodang, Y. (2021). Uji toksisitas ekstrak daun

piairawi (Haplolobus cf. monticola Husson.) asal Teluk Wondama dalam mengendalikan hama ulat tritip (Plutella xylostella L.) pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Agropross: National Conference Proceedings of Agriculture, 5, 121-132.

https://doi.org/10.25047/agropross.2021.236

Sutisna, E. (2016). Implementasi diseminasi multi channel pada masyarakat petani kakao

di Kabupaten Manokwari - Papua Barat. Buletin Agro-Infotek, 2(1), 1-7.

Suyoga, K. B., Watiniasih, N. L., & Suartini, N. M. (2016). Preferensi makan kumbang

koksi (Epilachna admirabilis) pada beberapa tanaman sayuran famili Solanaceae. Jurnal Simbiosis, IV (1), 19-21.

Syahrawati, M. Y., dan Busniah, M. (2009). Serangga hama dan predator pada pertanaman

kacang panjang (Vigna sinensis (L.) Savi ex Has) fase generatif di Kota Padang. Jurnal Pertanian, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.

Watimena, C. M. A. (2019). Identifikasi gejala serangan hama dan penyakit utama tanaman

kakao (Theobroma cacao L.) serta upaya pengendaliannya. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 66-74.

Yosefa, S., Ardian, dan Mariana, C. (2013). Pemanfaatan kompos kulit buah kakao pada

pertumbuhan bibit kakao hibrida (Theobroma cacao L). Jurnal Agrotek Trop, 2(1), 23-27.

Yustina, M. S. W. P., dan Janggo, A. A. (2013). Uji efektifitas beberapa jenis tanaman

sebagai pestisida nabati terhadap hama gudang. Jurnal Pertanian Universitas Flores, 6(1), 33-42.

Yusuf, M., Darmawan, dan Efendi, I. (2017). Survey teknik pemeliharaan tanaman kakao

belum menghasilkan di PT. Mars Cocoa Development Center Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan, 6(1), 50-55.

Published
2026-08-05