Cendawan Cendawan Terbawa Benih Jagung (Zea mays L.)
Seed-borne Fungi of Maize (Zea mays L.)
Abstract
Jagung (Zea mays L.) adalah salah satu jenis makanan dengan sumber karbohidrat tertinggi ketiga di dunia, setelah padi dan gandum. Produksi jagung di Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 14,46 ton, mengalami penurunan sebanyak 2,07 juta ton dibandingkan pada tahun 2022 yang sebesar 16,53 juta ton. Uji kesehatan benih merupakan salah satu metode untuk mengetahui informasi tentang kemungkinan adanya suatu risiko yang akan terjadi saat benih ditumbuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiagnosa kesehatan benih dan mendapatkan cendawan patogen terbawa benih pada empat varietas benih jagung. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan empat varietas benih jagung, yaitu Sukmaraga dari Balai Benih Induk Padi dan Palawija (BBIPP) Kelobak Kepahiang, Kanaka Merah dan Kanaka Hijau dari PT. Raja Soebandi Agriculture Malang Jawa Timur, dan Bisi Simetal dari Bengkulu Utara. Setiap perlakuan diulang 6 kali. Pengujian dilakukan dengan metode Seedling Symptom Test selama 30 hari. Dari pengujian didapatkan delapan isolat cendawan yang didominasi oleh spesies Aspergillus, Rhizopus, dan Fusarium.
References
Anggraini, S., Lumbantoruan, S. M., Ansiska, P., Sridanti, I. L., & Vajri, I. Y. (2023). Identifikasi jamur penyebab penyakit pascapanen pada biji jagung dan kacang tanah di waktu penyimpanan. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 21(2), 345–351.
Badan Pusat Statistik. (2023). Data produksi jagung tahun 2023. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/03/01/2377/pada-2023--luas-panen-jagung-pipilan-mencapai-2-48-juta-hektare--produksi-jagung-pipilan-kering-dengan-kadar-air-14-persen-pada-2023-sebesar-14-77-juta-ton-.html
Barnett, H. C., & Hunter, B. B. (1972). Illustrated genera of imperfect fungi. Burgess Publishing Company.
Domsch, K. H., Gams, W., & Anderson, T. H. (1993). Compendium of soil fungi. Academic Press.
Fachrezzy, Z. W. (2022). Potensi bakteri endofit tanaman terung sebagai antifungi terhadap perkembangan jamur patogen terbawa benih jagung (Zea mays L.) (Skripsi). UPN Veteran Jawa Timur.
Hanif, A. (2015). Senyawa metabolit bakteri endofit sebagai alternatif pengendalian efektif cendawan patogen terbawa benih jagung (Tesis). Institut Pertanian Bogor.
Hanif, A., & Susanti, R. (2019). Inventarisasi dan identifikasi cendawan patogen terbawa benih jagung (Zea mays L.) lokal asal Sumatera Utara dengan metode blotter test. Jurnal Pertanian Tropik, 6(2), 311–318.
Ilyas, S. (2006). Seed treatments using matrix conditioning to improve vegetable seed quality. Buletin Agronomi, 34(2), 124–132.
International Seed Testing Association. (1972). OECD standards: Schemes and guides relating to varietal certification of seed. Proceedings of the International Seed Testing Association, 36(3), 347–576.
Koes, F., & Arief, R. (2011). Pengaruh perlakuan matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih jagung. Dalam Prosiding Seminar Nasional Serealia (hlm. 548–555).
Kono, Y. A. (2021). Identifikasi cendawan patogen beberapa varietas benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada beberapa tempat penyimpanan yang berbeda di Kecamatan Insana Barat. Savana Cendana, 6(3), 45–48.
Megasari, R., & Nuriyadi, M. (2019). The inventory of pests and diseases of corn plants (Zea mays L.) and its control. Musamus Journal of Agrotechnology Research, 2(1), 1–12.
Munif, A., Wibowo, A. R., & Herliyana, E. N. (2015). Bakteri endofit dari tanaman kehutanan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman tomat dan agens pengendali Meloidogyne sp. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 11(6), 179–186.
Ningsih, N. N. D. R., Raka, I. G. N., Siadi, I. K., & Wirya, G. N. A. S. (2018). Pengujian mutu benih beberapa jenis tanaman hortikultura yang beredar di Bali. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 7(1), 64–72.
Putra, G. W. K., Ramona, Y., & Proborini, M. W. (2020). Eksplorasi dan identifikasi mikroba yang diisolasi dari rhizosfer tanaman stroberi (Fragaria × ananassa Duch.) di kawasan Pancasari Bedugul. Journal of Biological Sciences, 7(2), 205–213.
Rahmawati, A. A. N. (2022). Patogen tular benih pada praktek penyimpanan dan uji mutu benihnya. Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian, 18(1), 16–19.
Ramarathnam, R., Bo, S., Chen, Y., Fernando, W. D., Xuewen, G., & de Kievit, T. D. (2007). Molecular and biochemical detection of fengycin- and bacillomycin D-producing Bacillus spp., antagonistic to fungal pathogens of canola and wheat. Canadian Journal of Microbiology, 53(7), 901–911.
Shahid, I., Han, J., Hanooq, S., Malik, K. A., Borchers, C. H., & Mehnaz, S. (2021). Profiling metabolites of Bacillus spp. and their application in sustainable plant growth promotion and biocontrol. Frontiers in Sustainable Food Systems, 5, 605195.
Shamyuktha, J., Sheela, J., Rajinimala, N., Jeberlinprabina, B. M., & Ravindran, C. (2020). Survey on onion basal rot disease incidence and evaluation of aggregatum onion (Allium cepa L. var. aggregatum Don.) genotypes against Fusarium oxysporum f. sp. cepae. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 9(7), 529–536.
Sine, Y., & Endang, S. S. (2018). Isolasi dan identifikasi kapang Rhizopus pada tempe gude (Cajanus cajan L.). Savana Cendana, 3(4), 67–68.
Singh, K., Frisvad, J. C., Thrane, U., & Mathur, S. B. (1991). An illustrated manual on identification of some seed-borne Aspergilli, Fusaria, Penicillia and their mycotoxins. Danish Government Institute of Seed Pathology for Developing Countries.
Soesanto, L., Mugiastuti, E., & Rahayuniati, R. F. (2013). Aplikasi formula cair Pseudomonas fluorescens P60 untuk menekan penyakit virus cabai merah. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 9(6), 179–186.
Wakhidah, N., Kasrina, K., & Bustamam, H. (2021). Keanekaragaman jamur patogen pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di dataran rendah. Konservasi Hayati, 17(2), 63–68.








