Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Cair Industri Tahu terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Fase Vegetatif

Effect of Liquid Organic Fertilizer Derived from Tofu Industry Wastewater on the Vegetative Growth of Peanut (Arachis hypogaea L.)

  • Benang Purwanto Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Latarus Fangohoi Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Dwi Parwati Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Keywords: Kacang Tanah, Limbah Cair Industri Tahu, Pupuk Organik Cair, Vegetatif

Abstract

Kacang tanah merupakan salah satu tanaman legum penghasil karbohidrat, protein, dan lipid yang memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah di lahan melalui intensifikasi, salah satunya dengan menggunakan pupuk organik cair untuk memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Selama ini petani cenderung menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis POC limbah cair industri tahu terhadap pertumbuhan kacang tanah fase vegetatif.  Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Anday Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai dosis pupuk organik cair (D) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: Tanpa Pupuk Organik Cair atau kontrol (D0); 100 ml/tanaman (D1); 200 ml/tanaman (D2); 300 ml/tanaman (D3); dan 400 ml/tanaman (D4). Pemberian POC limbah cair industri tahu tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, Panjang akar, dan bobot segar tanaman kacang tanah fase vegetatif. Pertambahan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi diperoleh pada pemberian POC limbah cair industri tahu dosis 200 ml/tanaman (D2) dan 400 ml/tanaman (D4).

References

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. (2020). Provinsi Sumatera Barat dalam angka 2020, Badan Pusat Statistik.

Dwiputra AH, Indradewa D & Putra ETS (2015). Hubungan Komponen Hasil dan Hasil Tiga Belas Kultivar Kedelai (Glycine max L). Merr Vegetalika, 4 (3), 14-28.

Emdi & Bapedal, (1994). Penelitian Pencemaran Air Limbah di Sentra Industri Tahu/Tempe di Kec. Medan Tuntungan Kotamadya Dati II Medan, Laporan Penelitian, Bappeda TK II Medan.

Hardjowigeno, (2007). Pemberian Pupuk Organik Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) pada Tanah Ultisol. Piper no 24. Vol13 April 2017. Fakultas Pertanian Universitas Kapuas Sintang.

Kamsurya, M.Y., & Botanri, S (2022). Peran Bahan Organik dalam Mempertahankan dan Perbaikan Kesuburan Tanah Pertanian. Agrohut , 13 (1)

Kencana, N. N. T., Nyana, I. D. N., & Dewi, I. G. N. R. (2018). Pengaruh Rhizobakteria Terhadap Hasil dan Mutu Benih Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). Agroekoteknologi Tropika, 7 (4), 593-603

Kusumawati, K., Muhartini, S., Rogomulyo, R. (2015). Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam (Amaranthus tricolor L.) pada Media Pasir Pantai. Vegetalika 4: 48-62.

Kurniawati, H. Y., A. Karyanto dan Rugayah (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Dosis NPK (15:15:15) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Jurnal Tropika, 3 (1): 30-35.

Lahadassy J, Mulyati A, & Sanaba A. (2007). Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Padat Daun Gamal Terhadap Tanaman Sawi. J Agrisistem, 3 (6), 51-55

Lestari, E.P. (2015). Pengaruh Pemberian Air Limbah Tahu terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi 11 Caisim (Brassica juncea L.). [Skripsi]. Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, Indonesia.

Liandari, N.P.T. (2017). Pengaruh Bioaktivator EM4 dan Aditif Tetes Tebu (Molasses) terhadap Kandungan N, P dan K dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Cair Tahu. [Skripsi]. Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta, Indonesia.

Makiyah, M. (2013). Analisis Kadar N, P, dan K pada Pupuk Cair Limbah Tahu dengan Penambahan Tanaman Matahari Meksiko (Thitonia diversivolia). [Skripsi]. Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Indonesia.

Muntashilah, U. H., T. Islami, dan H. T. Sebayang, (2015). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans poir). Jurnal Produksi Tanaman, 3 (5): 391-396.

Oktafia, (2018). Akar Penting Dalam Menyerap Nutrisi, dan Mampu Berkembang Dalam Distribusi Hara dan Air. Universitas Muhammadiyah Mataram

Rahmawati, I. D., Purwani, K. I., & Muhibuddin, A. (2019). Pengaruh konsentrasi pupuk P terhadap tinggi dan panjang akar Tagetes erecta L. (Marigold) terinfeksi Mikoriza yang ditanam secara hidroponik. Jurnal Sains dan Seni ITS, 7(2), 42-46.

Rina, D. (2015). Manfaat unsur N, P, dan K bagi tanaman. Badan Litbang Pertanian–Kemetrian Pertanian. Kaltim.

Situmorang F. (2013) Pengaruh Mulsa Serbuk Gergaji dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis JOM Faperta Vol> 2 No. 2 Oktober 2015 Jacq) Pada Fase Main Nursery. Skripsi Fakultas Pertanian. Universitas Riau

Siltor, R., & Tyasmoro, Y. (2020). Pemberian Dosis Pupuk Anorganik NPK dan Aplikasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). Produksi Tanaman , 8 (1), 120-129

Suwahyono, U. (2014). Cara Cepat Membuat Kompos dari Limbah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sutanto, R. (2006). Penerapan Pertanian Organik (Permasyarakatan dan Pengembangan). Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Published
2026-08-05