Efektivitas Pupuk Kompos Limbah Kotoran Ayam Potong terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang
The Effectiveness of Broiler Manure Compost on the Growth of Lettuce (Lactuca sativa L.) in Karangan Village, Bareng District, Jombang Regency
Abstract
Limbah kotoran ayam potong di Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang masih banyak dijual sebagai pupuk kandang mentah, padahal berpotensi diolah menjadi kompos bernilai ekonomis lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran ayam potong, dibandingkan dengan kompos komersial (Kompos Flora), terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.). Kompos dibuat dari kotoran ayam potong, pupuk kandang, sekam, kapur, dan aktivator EM4 yang difermentasi 30 hari, kemudian diujikan pada selada menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (tanah tanpa kompos), campuran tanah dan kompos 1:1, 1:2, 1:3, serta Kompos Flora sebagai pembanding komersial, masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun selama lima minggu, dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) satu faktor dan uji lanjut Duncan (DMRT) taraf 5 persen. Hasil menunjukkan bahwa seluruh perlakuan kompos berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun selada dibandingkan kontrol mulai 14 hari setelah tanam (HST) hingga panen. Pada 28 dan 35 HST, Kompos 1:3 menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi serta berbeda nyata dengan Kompos 1:1 dan 1:2, sementara performa Kompos Flora mendekati Kompos 1:3 meski berasal dari bahan baku berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompos kotoran ayam potong efektif sebagai pupuk organik alternatif untuk pertumbuhan vegetatif selada, dengan dosis tertinggi yang diuji memberikan hasil terbaik dan kinerja yang sebanding dengan produk komersial di pasaran.
References
Azmi, F. N., Mulyana, H., & Nurhayatini, R. (2022). Pengaruh takaran pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) varietas Grand Rapids. Orchidagro, 2(2), 58–64. https://doi.org/10.35138/orchidagro.v2i2.437
Detuage, W., Azis, M. A., & Nurmi, N. (2023). Pengaruh pemberian pupuk organik kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi Brassica juncea L. Jurnal Lahan Pertanian Tropis, 2(1), 91–97. https://doi.org/10.56722/jlpt.v2i1.20790
Hanudin, Nuryani, W., & Marwoto, B. (2016). Induksi resistensi tanaman krisan terhadap Puccinia horiana P. Henn. dengan menggunakan ekstrak tanaman elisitor. Jurnal Hortikultura, 26(2), 245–256.
Hidayat, R., dkk. (2021). Pada beberapa dosis dan cara aplikasi pupuk organik kotoran ayam. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 11(2), 87–96.
Khair, H., Pasaribu, M. S., & Suprapto, E. (2019). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) terhadap pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk organik cair plus. Agrium, 18(1), 13–22.
Lamdo, H., & Anissa, N. (2023). Effect of planting media and poultry manure fertilizer on growth and weight of lettuce. Jurnal Ilmu Pertanian, 8(2), 92–101.
Lumbanraja, P. (2014). Pemanfaatan kompos sebagai pupuk dan pembenah tanah dalam pertanian berkelanjutan. Jurnal Pertanian Tropik, 1(1), 1–10.
Purwanti, Y., Nunilahwati, H., Nisfuriah, L., & Zairani, F. Y. (2021). Bio-nematicides processing from chicken manure waste enriched with Trichoderma sp fungi in Pangkalan Gelebak Village. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 2(1), 26–33. https://doi.org/10.32502/altifani.v2i1.3843
Simaremare, R. S., dkk. (2020). Pengaruh sistem olah tanah dan dosis pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.). Jurnal Agroteknologi Tropika, 9(3), 145–154.
Sunarjono, H. (2014). Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya.
Worotitjan, F. D., Pakasi, S. E., & Kumolontang, W. J. (2022). Teknologi pengomposan berbahan baku eceng gondok (Eichhornia crassipes) Danau Tondano. Jurnal Agroekoteknologi Terapan, 3(1), 1–7.








