Analisis Tingkat Kesuburan Lahan Sawah Untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues, Aceh

Analysis of Paddy Field Soil Fertility Levels to Support Food Security in Kutapanjang District, Gayo Lues, Aceh

  • Fitra Syawal Harahap Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Inovasi Daerah
  • Raffli Daffa Sitompul Universitas Labuhan Batu
  • Ikhwan Alfiansyah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Riset Inovasi Daerah
  • Romie Aryo Satria Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Riset Inovasi Daerah
Keywords: Sawah, Kesuburan tanah, Pupuk organik

Abstract

Sawah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Tetapi, kondisi kesuburan tanah dapat berbeda pada setiap wilayah akibat perbedaan jenis tanah, pengelolaan lahan, pemupukan dan kandungan bahan organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesuburan lahan sawah melalui sifat fisika dan kimia tanah sawah, serta menyusun rekomendasi pengelolaan baha organik di Kecamatan Kutapanjang. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan cara pengambilan sampel tanah pada 2 Satuan Peta Lahan (SPL) yaitu Kutapanjang Inseptisol (KP I) dan Kutapanjang Andisol (KP A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah didominasi oleh liat, pH tanah tergolong netral berkisar 7,18 dan 7,15, kandungan P-Total sangat rendah dengan nilai 1,50 dan 1,01. Rekomendasi dosis pupuk organik pada KP I yaitu 47,52 ton/ha dan KP A sebesar 65,28 ton/ha.

References

Alfiansyah, I. (2023). Development of superior plantation commodities based on land suitability in Pining Sub District, Gayo Lues Regency, Aceh Province. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1188, Article 012018). IOP Publishing.

Aqidah, N., & Ibrahim, B. (2024). Penentuan indeks kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan di Sub DAS Jenelata, Kabupaten Gowa. Agrotekbis: E-Jurnal Ilmu Pertanian, 8(2), 76.

Bahri, S. (2016). Identification of nitrogen (N) and phosphorus (P) pollution sources on the abundant growth of aquatic plants in Tempe Lake, South Sulawesi. Journal of Water Resources, 12(2), 159–174.

Bappeda Gayo Lues. (2021). Rancangan akhir Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2021 Kabupaten Gayo Lues.

Dawam Gumilang, A. H., Rahman, F. A., Yuhardi, E., & Supriyadi, S. (2025). Evaluasi kesesuaian lahan komoditas padi sawah tadah hujan di Kabupaten Bangkalan. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 6(1), 1139–1152. https://doi.org/10.47687/snppvp.v6i1.1859

Harahap, F. S., & Harahap, A. (2011). Degradasi status tanah sawah.

Gobel, Y. A., Djibran, M. M., Djaini, A., et al. (2023). Analisis kelayakan ekonomi dan manfaat lingkungan pertanian organik untuk keberlanjutan jangka panjang. Jurnal Multidisiplin West Science. https://wnj.westscience-press.com/index.php/jmws/article/view/700

Handayanto, E., Muddarisna, N., & Fiqri, A. (2017). Pengelolaan kesuburan tanah. UB Press.

Hardjowigeno, S., & Rayes, M. L. (2005). Tanah sawah: Karakteristik, kondisi, dan permasalahan tanah sawah di Indonesia. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:221228245

Irawan, B. (2005). Konversi lahan sawah: Potensi dampak, pola pemanfaatannya, dan faktor determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(1), 1–18. https://doi.org/10.21082/fae.v23n1.2005.1-18

Noor, et al. (2018). Pengaruh pengeringan dan pembasahan terhadap sifat kimia tanah sulfat masam Kalimantan. Jurnal Litbang Pertanian, 33–44.

Nyakpa, M. Y., Lubis, A. M., Pulung, M. A., Amrah, A. G., Munawar, A., Hong, G. B., & Hakim, N. (1988). Kesuburan tanah. Universitas Lampung.

Nguyen-Sy, T. (2024). Nitrogen mineralization potential regulated by hot water and ultrasound pre-treatment in long-term paddy soil. AGRIVITA, 46(2), 380–388.

Pusat Penelitian Tanah. (1995). Kombinasi beberapa sifat kimia tanah dan status kesuburannya. Pusat Penelitian Tanah.

Rauf, A., Hidayat, B., & Syawal, F. (2018). Studi tingkat degradasi tanah sawah di Desa Serdang Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang berdasarkan pemetaan status hara, pH tanah, dan C-organik tanah. In Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi UKSW 2018 (pp. 131–138).

Razali, I. A., & Hanum, H. (2017). Identifikasi status hara dan produksi padi pada lahan sawah terasering dan nonterasering di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(2), 338–347. https://www.neliti.com/publications/110165/identifikasi-status-hara-dan-produksi-padi-pada-lahan-sawah-terasering-dan-non-t

Ritung, S., Nugroho, K., Mulyani, A., & Suryani, E. (2011). Petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Saidy, A. R. (2021). Stabilisasi bahan organik tanah: Peningkatan kesuburan tanah dan penurunan emisi gas rumah kaca. https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/21984/sertifikat_EC00202135793_(Stabilisasi_Bahan_Organik).pdf?sequence=1

Sanchez, P. A. (1992). Sifat dan pengelolaan tanah tropika. ITB.

Setyorini, D., & Kasno, A. (2013). Penyesuaian rekomendasi pemupukan tanaman padi dan palawija. Dalam Kalender Tanam Terpadu: Penelitian, Pengkajian, Pengembangan, dan Penerapan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Suwarno, & Komaruddin, I. (2007). Potensi dan kemungkinan penggunaan guano secara langsung sebagai pupuk di Indonesia. IPB Press.

Published
2026-08-05