Pengaruh Populasi Tanaman Kacang Tanah yang Ditumpang Sarikan terhadap Populasi dan Intensitas Serangan Kutu Daun pada Tanaman Cabai Rawit
Effect of Peanut Plant Population in Intercropping Systems on Aphid Population and Infestation Intensity on Bird's Eye Chili Plants
Abstract
Kutu daun merupakan salah satu hama utama pada tanaman cabai rawit yang dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, sehingga diperlukan upaya pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan melalui penerapan sistem tumpang sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan hama kutu daun pada sistem tumpang sari cabai rawit dengan berbagai populasi kacang tanah. Penelitian dilakukan di lahan milik petani yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga November 2025 menggunakan metode eksperimental dengan percobaan lapangan. Percobaan dirancang dengan RAL faktor tunggal yaitu populasi kacang tanah (P) sebagai perlakuannya. Perlakuan tersebut terdiri atas empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa tanaman kacang tanah/kontrol (P0), 36 rumpun kacang tanah (P1), 54 rumpun kacang tanah (P2) dan 72 rumpun kacang tanah (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh sebanyak 20 unit perlakuan. Hasil penelitian ditemukan 4 jenis spesies kutu daun, yaitu Aphis gossypii, Myzus persicea, Hysteroneura setariae dan Aphis craccivora koch. Populasi kacang tanah dalam tumpang sari mampu menekan populasi hama kutu daun. Populasi kacang tanah sebanyak 54 rumpun per bedeng merupakan metode yang paling efektif, dimana populasi mengalami penurunan sebesar 73,36%. Intensitas serangan kutu daun pada perlakuan P0 sebesar 48,07%, pada perlakuan P1 sebesar 21,61%, pada perlakuan P2 sebesar 21,70%, dan pada perlakuan P3 sebesar 43,00%. Perbedaan terbesar terjadi antara P0 dengan P2 sebesar 73,36%, sedangkan perbedaan terkecil terjadi antara P2 dengan P3 sebesar 10,87%, yang menunjukkan bahwa kedua perlakuan memiliki tingkat populasi yang relatif hampir sama. Namun, pada intensitas serangan perlakuan yang diberikan tidak menunjukkan perbedaan nyata.
References
Armadi, Y., Neti, K., & Rita, H. (2021). Pengolahan Cabai Segar Menjadi Produk Olahan Tepung Cabai. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia, 4(1), 527–534.
Apriliyanto, E., & Setiawan, B. H. (2019). Intensitas serangan hama pada beberapa jenis terung dan pengaruhnya terhadap hasil. Agrotechnology Research Journal, 3(1), 8–12. https://doi.org/10.20961/agrotechresj.v3i1.25254
Assopi, A.S, A.A. Ketut Sudharmawan, Taufik F., Suwardji, W. Wangiyana. (2025). Peningkatan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pertanian: Tinjauan Keuntungan Penerapan Tumpangsari Tanaman Serealia dengan Kacang-Kacangan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 4(2), 431-437.
Arsi, Andika T.S, Kevin C.BP, M. Rafii F, Fitra G, Irmawati, Suparman SHK, Harman H, Yulia P, Bambang G, Abu U, & Nurhayati. (2021). Keanekaragaman Arthropoda dan Intensitas serangan pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum L,) Di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 18(2), 183–198.
Asasandi, I. G. A., & M. Yusuf. (2025). Analisis Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Pestisida Kimia Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Fruitset Sains: Jurnal Pertanian Agroekoteknologi: , 13(1), 27–36.
Blackman RL, Eastop VF. (2006). Aphids on the World’s Herbaceous Plants and Shrubs: An Identification and Information Guide. London
Blackman RL, Eastop VF. (2007). Taxonomic Issues. The Natural History Museum. Di dalam: van Emden HF, Harrington R (Eds.) Aphids as Crop Pests. hlm. 1–29. Wallingford: CAB International.
Fauzana H., S. Syafei, A. Hasyim dan M. Kasim, (2002). Pengaruh Ketinggian Tempat dan Musim Terhadap Fluktasi Aphid pada Tanaman Kentang Sagu. Universitas Riau: Pekanbaru.
Favret. (2017). Aphid speciesfile. Tersedia pada: http://aphid.speciesfile.org. [diakses 19 Juli 2017].
Gunaeni, N., Wulandari, A. W., & Gaswanto, R. (2022). Pengaruh tumpangsari cabai dan tomat terhadap perkembangan hama utama dan hasil cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agro, 9(1), 37–47. https://doi.org/https://doi.org/1.15575/16028.
Inayati A, & Marwoto. (2015). Kultur Teknis Sebagai Dasar Pengendalian Hama Kutu Kebul Bemisia tabaci Genn. pada Tanaman Kedelai. Buletin Palawija, 29, 14–25.
Januarisya, M.A, Bambang, T.R, Mochammad S. (2023). Keanekaragaman Hama Dan Musuh Alami Pada Budidaya Cabai Rawit Monokultur Dan Polikultur Dengan Memanfaatkan Tanaman Perangkap Baby Bluedan Yellow Sticky. Jurnal HPT, 11(4), 201-216.
Lestari, D., Turmudi E, & Suryati D. (2019). Efisiensi Pemanfaatan Lahan Pada Sistem Tumpangsari Dengan Berbagai Jarak Tanam Jagung dan Varietas Kacang Hijau. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 82–90.
Marlina, I Komang D.J, & Jayaputra. (2024). ). Pertumbuhan Dan hasil Dua Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.) Di Lahan Kering Yang Ditumpangsarikan dengan Tanaman Kacang Tanah Pada Waktu Tanam Berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROKOMPLEK, 3(2), 45–52. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jima.v3i2.4671.
Minanda O, Bambang S, & Ruth S.P.T. (2022). Populasi Dan Intensitas Serangan Hama Kutu Daun (Aphis Spp.) Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Yang Ditanam Di Luar Musim Yang Diperlakukan Dengan Berbagai Dosis Pupuk Petroganik.
Narendra, A. A. G. A., Phabiola, T. A., & Yuliadhi, K. A. (2017). Hubungan antara populasi kutu kebul (Bemisia tabaci) (Gennadius) ( Hemiptera : Aleyrodidae) dengan insiden penyakit Kuning pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill.) di Dusun Marga Tengah, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Bali. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 6(3), 339–348.
Pettersson J, Tjallingii, Hardie J. (2007). Host-plant selection and feeding. Di dalam: Van Emden, Harrington R (Eds.), Aphids as Crop Pests. hlm.87–113 Wallingford: CAB International
Rocki, P. (2014). Botani, Klasifikasi, dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabai. Http://Digilib.Unila.Ac.Id/790/9/BAB%20II. Pdf.
Sari, S. P., Suliansyah, I., Nelly, N., & Hamid, H. (2020). Identifikasi Hama Kutudaun (Hemiptera: Aphididae) Pada Tanaman Jagung Hibrida (Zea Mays L.) Di Kabupaten Solok Sumatera Barat. Jurnal Sains Agro, 5(2).
Siagian, Lastri, & Fuad N., (2019). Penerapan Pola Tanam Tumpangsari Dalam Pengelolaan Hama Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.). Agroecotenia 2 (2): 32-42.
Sulistyadi F.W, Serafinah I, & Suharsono. (2013). Hubungan kerapatan dan panjang Trikoma daun pada kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap preferensi Peletakan telur kutu kebul (Bemisia tabaci Genn.). Biotropika: Jurnal Biologi Tropis , 1(1), 10–13.








