Peranan Ekstrak Biji Bintaro dalam Meningkatkan Ketahanan Tanaman terhadap Serangan Walang Sangit serta Pengaruhnya terhadap Hasil Padi
The Role of Bintaro Seed Extract in Enhancing Plant Resistance to Rice Bug Infestation and Its Effect on Rice Yield
Abstract
Produksi padi sering mengalami penurunan akibat serangan walang sangit yang umumnya dikendalikan menggunakan pestisida sintetis yang berpotensi menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Ekstrak biji Bintaro (Cerbera manghas) berpotensi dikembangkan sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak biji Bintaro yang efektif dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan walang sangit serta mengetahui pengaruhnya terhadap hasil padi. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024-April 2025 di Rumah Kaca Pendidikan Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan dengan konsentrasi ekstrak biji Bintaro, yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil analisis menunjukkan bahwa biji Bintaro mengandung metabolit sekunder berupa fenolik (41,86 mg/ml), steroid (33,65 mg/ml QE), flavonoid (26,91 mg/ml QE), alkaloid (21,64%), dan tanin (0,053 mg/ml QE). Perlakuan ekstrak biji Bintaro konsentrasi 8% memberikan hasil terbaik dengan mortalitas walang sangit tertinggi sebesar 71,66% dan intensitas serangan terendah sebesar 61,85%. Perlakuan ini juga menghasilkan persentase gabah isi per malai tertinggi sebesar 22,48%, persentase gabah isi sebesar 22,49%, persentase gabah hampa terendah sebesar 77,51%, serta berat gabah isi per rumpun tertinggi sebesar 13,93 g. Ekstrak biji Bintaro dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan walang sangit serta berpengaruh terhadap komponen hasil dan hasil padi yang ditunjukkan dengan mortalitas tertinggi; intensitas serangan terendah; persentase gabah isi per malai tertinggi; persentase gabah isi tertinggi; persentase gabah hampa terendah dan berat gabah isi per rumpun tertinggi.
References
Abdullah, B., I.S. Dewi, Sularjo, H. Safitri, A.P. Lestari. 2008. Perakitan padi tipe baru melalui seleksi silang berulang dan kultur anter. J. Penel. Pertan. Tan. Pangan 27:1-8.
Aniszewki, T. (2007). Alkaloid Secrets of Life. Amsterdam : Elsevier.
Apriliani, L., Ifadatin, S., & Wardoyo, E. R. P. (2024). Hubungan Kekerabatan Padi Lokal di Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat Berdasarkan Karakter Morfologi. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 17(1), 175-189.
Ateyyat, M, SA Romman, MA Darwish, and I Ghabeish. 2012. Impact of flavonoids against woolly apple aphid , Eriosoma lanigerum (Hausmann) and its sole parasitoid, Aphelinus mali (Hald.). Journal of Agricultural Science. 4(2): 227–236.
Bahri, S., Ilim, I., Qudus, H. I., Ambarwati, Y., & Wulandari, I. R. (2023). Uji Biopestisida Ekstrak Buah Bintaro dan Umbi Gadung Terhadap Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta T.). Jurnal Kartika Kimia, 6(1), 69-77.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2009. Hama Walang Sangit. BB Padi; Sukamandi, Subang, Jawa Barat
Balai Penelitian Tanaman Padi dan Hortikultura. 2023. Hama Padi; Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
BPS. (2023). Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Padi Menurut Provinsi. In Badan Pusat Statistik 2023 (Vol. 4, Issue 1, pp. 88–100). https://www.bps.go.id/indicator/53/1498/1/luas-panen-produksi-dan-produktivitas-padi-menurut-provinsi.
Chandler D, Bailey AS, Tatchell GM, Davidson G, Greaves J, Grant WP. 2011. The development, regulation and use of biopesticides for integrated pest management. Philos Trans R Soc Lond B Biol Sci. 366(1573): 1987–1998
Departemen Pertanian. 2008. Pedoman Pengamatan dan Pelaporan Perlindungan Tanaman Pangan. Jakarta. Cetakan ke-11.
Fatmawaty, A. P., Dusep, S., & Samsidik. (2013). Pengaruh kombinasi jenis dan dosis pestisida nabati terhadap walang sangit (Leptocorisa oratorius) pada pertanaman padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agroekoteknologi. 5(1), 54-62.
Febrianti, N, dan D Rahayu. 2012. Aktivitas insektisidal ekstrak etanol daun krinyuh (Eupatorium odoratum) terhadap wereng cokelat (Nilapavarta lugens Stal.). Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS. 9: 661–664.
Haminiuk, C., Maciel, G., Plato-Oviedo, M., and Peralta, R. 2012. Phenolic compounds in fruits - An overview. International Journal of Food Science and Technology, 47 (10): 2023-2044.
Harborne, J. B. (1987). Phytochemical methods: A guide to modern techniques of plant analysis (2nd ed.). London: Chapman and Hall.
IRRI, International Rice Research Institute. 2013. Standard Evaluation System for Rice. INGER-IRRI, Manila, PH.
Ishartadiati, K. (2022). Resistensi Serangga terhadap DDT. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, (1), 105-112.
Jayanti, S., Elfrida, & Dede, L. (2017). Pengaruh akar tuba (Derris eliptica) sebagai pestisida organik pembasmi keong sawah (Ampullaria ampullaceae) di Desa Tenggulun Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Jeumpa, 4 (2), 21-29.
Kalshoven, L. G. E. (1981). The Pests of Crops in Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Kartohardjono, A., D. Kertoseputro dan T. Suryana. 2009. Hama Padi Potensial dan Pengendaliannya. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Bogor.
Lattanzio, V., Lattanzio, V. M. T., & Cardinali, A. (2006). Role of phenolics in the resistance mechanisms of plants against fungal pathogens and insects. In Phytochemistry: Advances in research (pp. 23–67). Research Signpost.
Maharana PK (2021) Ethnobotanical, phytochemical, and pharmacological properties of Cerbera manghas L. J Biosci 46(1):1–8. https:// doi. org/ 10. 1007/ s12038- 021- 00146-6.
Mustiarif, R., Djamilah, D., Setyowati, N., & Zarkani, A. (2020). Bioaktivitas ekstrak biji bintaro terhadap kutu daun Aphis gossypii GLOVER dan pengaruhnya terhadap tanaman cabai. Jurnal AGRO; Vol 7, No 2 (2020); 179-192 ; 2407-7933.
Nofiardi, E., Sarbino, & Rianto, F. (2016). Fluktuasi Populasi dan Keparahan Serangan Walang Sangit (Leptocorisa oratorius F.) pada Tanaman Padi di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Untan.
Nurhasanah, D. (2018). Alkaloid
Olivia, F. , Alam, S., & Hadibroto, I. 2004. Seluk Beluk Food Suplemen. Jakarta : Gramedia.
Purwanti S, Hidayati S, Ali M, Rahayu A (2021) The Effect Concentration Plant Extracts Bintaro (Carbera manghas) Against Mortality Hama armyworm (Spodoptera litura). Agric Sci 4(2):166–177
Rahmadi, R., Priyadi, P., & Rochman, F. (2022). Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Insektisida Organik Dalam Mengendalikan Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Pada Padi Sawah. Agricola, 12(2), 82-90.
Robinson
Rusandi, R., Mardhiansyah, M., & Arlita, T. (2016). Pemanfaatan ekstrak biji mahoni sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) pada pembibitan Acacia crassicarpa A. Cunn. ex Benth. JOM Faperta UR, 3(1), 1–7.
Setiabudy, R. & Bahry, B. 2007. Farmakologi dan Terapi: Obat Jamur. Edisi 5. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Shepard, B.M., A.T. Barrion, and J.A. Litsinger. 1995. Rice-Feeding Insects of Tropical Asia. Philippines: International Rice Research Institute.
Siamtuti, WS, R Aftiarani, ZK Wardhani, N Alfianto, dan IV Hartoko. 2017. Potensi tannin pada ramuan nginang sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi. 3(2): 83–93.
Singh, J.P., Kaur, A., Singh, N., Nim, L., Shevkani, K., Kaur, H., and Arora, D.S. 2016. In vitro antioxidant and antimicrobial properties of jambolan (Syzygium cumini) fruit polyphenols. LWT, 65 (January): 1025-1030.
Sumartini. 2016. Biopestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman aneka kacang dan umbi. Iptek Tanaman Pangan 11(2): 159-166.
Supriati, H. S., Abdullah, A., & Medatua, A. (2023). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol 96% Biji Buah Bintaro (Cerbera manghas) Terhadap Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis). Farmasi Scientific Journal & Research Report.Sutriadi, M. T., Harsanti, E. S., Wahyuni, S., & Wihardjaka, A. (2019). Pestisida Nabati: Prospek Pengendali Hama Ramah Lingkungan. Sumber Daya Lahan, 13(2), 63–71.
Sutriadi, M. T., Harsanti, E. S., Wahyuni, S., & Wihardjaka, A. (2019). Pestisida nabati: prospek pengendali hama ramah lingkungan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 13(2), 89-101.
Utami S. 2010. Aktivitas pestisida bintaro (Cerbera manghas Gaertn) terhadap hama Eurema spp. pada skala laboratorium. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 7(4): 211-220.
Vagiri, M., Johansson, E., & Rumpunen, K. (2017). Phenolic compounds in black currant leaves – An interaction between the plant and foliar diseases? Journal of Plant Interactions, 12(1), 193–199.
Wahdah, R., Langai, B. F., & Sitaresmi, T. (2012). Keragaman karakter varietas lokal padi pasang surut Kalimantan Selatan. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 31(3), 158–165.
Widayani, N. S., Haq, A. N., Puspasari, L. T., Hidayat, Y., & Dono, D. (2018). Effect of temperature, storage time, the residual test of neem oil formulation (Azadirachta indica A. Juss) and bitung formulation (Barringtonia asiatica) to its toxicity against large cabbage heart caterpillar (Crocidolomia pavonana F.). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 18(2), 125–134.
Wiratno.2011. Efektifitas pestisida nabatiberbasis minyak jarakpagar, cengkeh,dan seraiwangi terhadap mortalitas Nilaparvata lugens Stal. Hal: 251-260. Prosiding Seminar NasionalPestisida Nabati IV, Solok.








