Integrasi Sistem Pertanian Presisi Berbasis IOT dengan Kearifan Lokal ‘Pranata Mangsa’ dalam Meningkatkan Produktifitas Padi Organik di Pekalongan
Integrating an IoT-Based Precision Farming System with the ‘Pranata Mangsa’ Local Wisdom to Enhance Organic Rice Productivity in Pekalongan
Abstract
Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim, ketidakpastian musim, dan penurunan kesuburan tanah akibat penggunaan input kimia jangka panjang. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dengan kearifan lokal Pranata Mangsa menjadi pendekatan inovatif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keberlanjutan pertanian padi di Kabupaten Pekalongan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Kelompok Tani Maya Farm, Kecamatan Bojong, selama musim tanam gadu 2025/2026. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ketua kelompok dan petani pengguna IoT, sedangkan data sekunder berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan, literatur Pranata Mangsa, serta spesifikasi perangkat IoT. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Pranata Mangsa dan sensor IoT efektif mengatasi ketidak pastian cuaca dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Pranata Mangsa berfungsi sebagai panduan makro untuk menentukan waktu tanam serempak, menekan risiko gagal panen, dan mengurangi serangan hama, sementara sensor IoT menyediakan data kelembapan tanah real-time yang mampu menghemat air hingga 30–40%. Penerapan sistem ini meningkatkan produktivitas padi sekitar 15% serta menurunkan biaya operasional irigasi dan penggunaan pestisida. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital petani senior dan tingginya biaya awal perangkat, yang dapat diatasi melalui skema pembiayaan kolektif berbasis koperasi serta pendampingan petani muda. Secara keseluruhan, integrasi teknologi dan kearifan lokal berpotensi menjadi model pertanian adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
References
Djemen, A. C., & Kamasi, V. V. (2025). Pengembangan Smart Farming Berbasis IOT untuk Meningkatkan Optimalisasi Irigasi Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 5(6), 2234–2249.
Fadhilah, K. N., Fitriyah, F. N., & Purnama, C. (2025). Tata Kelola Sektor Pertanian Sebagai Penunjang Pertumbuhan Perekonomian Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi Publik, Manajemen Dan Perbankan, 1(2), 70–77.
Harini, S., Sumarmi, & Wicaksono, A. G. (2019). Manfaat Penggunaan Pranata Mangsa Bagi Petani Desa Mojoreno Kabupaten Wonogiri. Jurnal Inada, 2(1), 82–97.
Kamal, A. K., & Soedradjad, R. (2018). Studi Status Hara Nitrogen Dalam Tanah dan Tanaman Kapulaga ( Amomum compactum ) pada Tiga Tipe Agroforestri. Berkala Ilmiah PERTANIAN, 1(6), 1–7.
Mendrofa, M. T., & Gulo, D. (2024). Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Perbaikan Struktur dan Stabilitas Tanah. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 1(1), 105–110.
Nauli, D. (2025). Implementasi Smart Farming Berbasis IoT dalam Pengelolaan Lahan Pertanian. Circle Archive, 1(7), 1–10.
Patria, I. (2025). Transformasi Pertanian Presisi Berbasis Digital di Indonesia : Tinjauan Sistematis Peluang dan Tantangan. Jurnal Sains Dan Teknologi, 4(6), 1462–1477. https://doi.org/10.55123/insologi.v4i6.6319
Sandi, G. H., & Fatma, Y. (2023). PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS ( IOT ) PADA BIDANG PERTANIAN. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 7(1), 1–5.
Setiawan, H. A. (2024). Pengaruh Literasi Digital terhadap Pemanfaatan E-Commerce pada Hasil Pertanian Influence of Digital Literacy on the Utilization of E-Commerce in Agricultural Products. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(5), 1598–1607.
Sobirin, S. (2018). Pranata Mangsa dan Budaya Kearifan Lingkungan. Jurnal Budaya Nusantara, 2(1), 250–264.
Syaifudin, O., Kasim, S., Supiyah, R., Jabar, A. S., & Roslan, S. (2025). Respons Perempuan Tani Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mendorong Keberlanjutan Sektor Pertanian Lokal di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Neo Societal, 6(2), 45–63.








