Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) terhadap Variasi Dosis Pemberian POC Limbah Kulit Nanas

Growth and Yield Response of Pagoda Mustard (Brassica narinosa L.) to Varying Dosages of Liquid Organic Fertilizer Derived from Pineapple Peel Waste

  • Ibra Ocdaviana Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ade Sumiahadi Universitas Muhammadiyah Jakarta
Keywords: Pemupukan, Pertanian perkotaan, Pupuk organik cair

Abstract

Pemupukan merupakan faktor yang sangat penting dalam proses budidaya tanaman agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Penggunaan pupuk organik cair (POC) mampu mengatasi defisiensi hara dan menyediakan hara lebih cepat dibandingkan pupuk anorganik. Limbah kulit nanas merupakan salah satu bahan organik yang dapat dijadikan POC. Kulit nanas memiliki potensi untuk dijadikan POC karena mengandung hara yang cukup lengkap, di antaranya N, P, K, Ca, Mg, Na, Fe, Mn, Cu, Zn, dan C-organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian dosis POC dari limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2023, bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 6 taraf perlakuan, yang terdiri atas pupuk NPK 16:16:16 dosis 1 g/polibag sebagai kontrol dan lima dosis POC limbah kulit nanas, yaitu 50, 100, 150, 200, dan 200 ml/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis POC limbah kulit nanas tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, yaitu tinggi tajuk, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter tajuk, panjang akar, bobot akar, bobot kotor, dan bobot konsumsi sawi pagoda. Pemberian POC dosis 50 ml/polibag sudah mampu memberikan pengaruh yang sama seperti perlakuan pupuk kimia NPK (kontrol).

References

Ansyahri, A. A. (2021). Pengaruh Pupuk Kascing dan NPK Mutiara 16:16:16 terhadap Pertumbuhan serta Hasil Sawi Pagoda (Brassica narinosa). [Skripsi Sarjana, Universitas Islam Riau].

Antika, S. R., & Puji, K. (2017). Isolasi dan Karakterisasi Pektin dari Kulit Nanas, Prosiding Seminar Nasional Kimia FMIPA Unesa, 7 Oktober 2017. Hal: 218-225.

Azizah, N., Haryono, & Tujiyanta, G. (2014). Respon Macam Pupuk Organik dan Macam Mulsa terhadap Hasil Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.) Var. Tosakan. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, 1(1), 44-51.

BMKG. (2023). Data Iklim Harian Bulan Januari sampai April 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. https://dataonline.bmkg.go.id/home.

BPS. (2020). Statistik Tanaman Sayuran Semusim Indonesia. https://www.bps.go.id/.

Cahyono, B. (2003). Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau. Yayasan Pusaka Nusatama.

Dahlianah, I., Arwinsyah, Pebriana, K. S., & Suhal, N. R. (2020). Tanggap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa) terhadap Berbagai Dosis Nutrisi AB Mix pada Metode Hidroponik dengan Sistem Rakit Apung. Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 17(1), 55-60.

Dewi, E., Haryanto, R. & Sudiraja, R. (2020). Tipe Penggunaan Lahan dan Potensi Lereng terhadap Kandungan C-Organik dan Beberapa Sifat Fisik Tanah Inceptisols Jatinangor, Jawa Barat. Jurnal Agrosaintek, 4(1), 49-53.

Elisa, V. (2022). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) terhadap Pemberian Macam Pupuk Kandang dan Trichoderma sp. [Skripsi Sarjana, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta].

Furoidah, N. (2018). Efektivitas Penggunaan AB Mix terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Sawi (Brassica sp.). J. Sistemis, 2(1), 1-8.

Gustianty, L. R., & Saragih, T. G. H. (2020). Tanggap Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) terhadap Media Tanam dan Pupuk NPK pada Pipa Paralon. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Universitas Andalas ke-4, September 2020. Hal: 1037-1050.

Hadisuwito, S. (2012). Membuat Pupuk Organik Cair. Agromedia Pustaka.

Jayati, R. D., & Susanti. (2019). Perbedaan Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Sawi Pagoda Menggunakan Pupuk Organik Cair dari Eceng Gondok dan Limbah Sayur. J. Biosilampari, 1(2), 73-77.

Jufri, A., & Rosjidi, M. (2013). Pengaruh Zeolit dalam Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 14(3), 161-166.

Jurustani. (2018). Budidaya Pagoda. https://jurustani.com/budidaya-tanaman-pagoda.

Kartiko, H., Susilawati, D., & Husni, M. (2021). Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre-Nursery. Jurnal Agroscience, 1(2), 141-156.

Mandala, M. (2008). Morfologi Perakaran Tanaman Kedelai (Glycine max) sebagai Pengaruh Diameter Kelereng atau Agregat Tanah. J. Agritrop, 6(1), 107-112.

Marlina, N., Aminah, R. I. S., Rosmiah, & Setel, L. R. (2015). Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). J. Biosaintifika, 7(2), 136-141.

Marpaung, A. E., Karo, B., & Tarigan, R. (2014). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair dan Teknik Penanaman dalam Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Kentang. Jurnal Hortikultura, 25(1), 49-55.

Moerhasrianto, P. (2011). Respon Pertumbuhan Tiga Macam Sayuran pada Berbagai Konsentrasi Nutrisi Larutan Hidroponik. [Skripsi Sarjana, Universitas Jember].

Muhamad, E. (2015). Pengaruh Penambahan Aktivator (EM-4) dan Azotobacter pada Pembuatan Kompos dari Jerami dan Sekam Padi Sisa Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus var. florida). [Skripsi Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].

Nisa, K. (2016). Memproduksi Kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL). Bibit Publisher.

Nugroho, W. S. (2015). Penetapan Standar Warna Daun sebagai Upaya Identifikasi Status Hara N Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Tanah Regosol. Planta Tropika Journal of Agro Science, 3(1), 8-15.

Nuro, F., Priadi, D., & Mulyaningsih, E. S. (2016). Efek Pupuk Organik terhadap Sifat Kimia Tanah dan Produksi Kangung Darat (Ipomea reptans Poir.). Prosiding Seminar Nasional Hasil PPM IPB 2016, Hal: 29-39.

Parintak, R. (2018). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah Pepaya dan Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipmoea reptans Poir). [Skripsi Sarjana, Universitas Sanata Dharma].

Rina. (2015). Manfaat Unsur N, P, K bagi Tanaman. Badan Litbang Pertanian.

Sarief. (2011). Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana.

Siswati, N. D., Theodorus, H., & Eko, P. W. (2009). Kajian Penambahan Effective Microorganisms (EM4) pada Proses Dekomposisi Limbah Padat Industri Kertas. Jurnal Buana Sains, 9(1), 63-68.

Susi, N., Mutryarny, E., & Rizal, M. (2015). Pengujian Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.). Jurnal Ilmiah Pertanian, 12(1), 44-51.

Susi, N., Surtinah, & Rizal, M. (2018). Pengujian Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Kulit Nenas. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), 46-51.

Tuapattinaya, P. M. J., & Tutupoly, F. (2014). Pemberian Pupuk Kulit Pisang Raja (Musa spientum) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens). Jurnal Biopendix, 1(1), 13-21.

Published
2026-08-05