Sawah Digital Nusantara, AI, IoT: Revolusi Agroteknologi untuk Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Sawah Digital Nusantara, AI, IoT: An Agrotechnology Revolution for Locally-Based Food Security

  • Fitria Nisail Laily Universitas Siber Muhammadiyah
  • Aditya Halindra Faridzky Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Aldwin Hafidz Harsandy Politeknik Angkatan Laut
Keywords: Artificial Intelligence, Internet of Things, Smart Farming, Ketahanan Pangan, Pertanian Digital, Indonesia

Abstract

Krisis pangan global, perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian telah menjadi tantangan besar bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam bidang pertanian menawarkan solusi transformasional untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal. Penelitian ini mengeksplorasi konsep “Sawah Digital Nusantara,” yaitu kerangka pertanian digital yang menggabungkan sistem smart farming, analitik berbasis AI, dan pemantauan berbasis IoT untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian padi di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung kajian literatur dan analisis komparatif, penelitian ini mengkaji bagaimana agroteknologi digital dapat memberdayakan petani lokal sekaligus mempertahankan kearifan pertanian tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI dan IoT mampu mengoptimalkan sistem irigasi, memprediksi serangan hama, memantau kesuburan tanah, serta mendukung pengambilan keputusan pertanian berbasis data. Selain itu, implementasi pertanian cerdas berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen, penurunan biaya produksi, dan penguatan ketahanan terhadap ketidakpastian iklim. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah, literasi digital, pembangunan infrastruktur, serta ekosistem kolaboratif antara akademisi, industri, dan masyarakat lokal. Pada akhirnya, Sawah Digital Nusantara merepresentasikan strategi inovatif untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat tani Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing pertanian nasional di era Society 5.0.

References

Altieri, M. A. (2018). Agroecology: The science of sustainable agriculture. CRC Press.

Food and Agriculture Organization. (2022). The state of food security and nutrition in the world 2022. FAO.

Javaid, M., Haleem, A., Singh, R. P., Suman, R., & Gonzalez, E. S. (2022). Understanding the adoption of Industry 4.0 technologies in improving environmental sustainability. Sustainable Operations and Computers, 3, 203–217.

Klerkx, L., Jakku, E., & Labarthe, P. (2019). A review of social science on digital agriculture, smart farming and agriculture 4.0. NJAS-Wageningen Journal of Life Sciences, 90–91, 100315.

Liakos, K. G., Busato, P., Moshou, D., Pearson, S., & Bochtis, D. (2018). Machine learning in agriculture: A review. Sensors, 18(8), 2674.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Laporan statistik pertanian Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Rose, D. C., Wheeler, R., Winter, M., Lobley, M., & Chivers, C. A. (2021). Agriculture 4.0: Making it work for people, production, and the planet. Land Use Policy, 100, 104933.

Wolfert, S., Ge, L., Verdouw, C., & Bogaardt, M. J. (2017). Big data in smart farming: A review. Agricultural Systems, 153, 69–80.

Zhang, Y., Wang, G., Wang, J., & Zhao, H. (2020). Smart agriculture and agricultural Internet of Things technologies. International Journal of Agricultural and Biological Engineering, 13(5), 1–15.

United Nations. (2021). Sustainable development goals report 2021. United Nations Publications.

Published
2026-08-05