Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis melalui Pengendalian Gulma dengan Berbagai Dosis Mulsa Organik Serasah Daun Bambu (Bambusa sp.) dan Babadotan (Ageratum conyzoides)

Optimizing Sweet Corn Growth and Yield through Weed Control Using Various Dosages of Organic Mulch from Bamboo Leaf Litter (Bambusa sp.) and Babadotan (Ageratum conyzoides)

  • Imam Suranta Pinem Universitas Gunung Leuser
  • Aldi Susanto Universitas Gunung Leuser
  • Rena Fara Mitha Universitas Gunung Leuser
  • Yahdi Husni Universitas Gunung Leuser
  • Sakinah Chairani Universitas Gunung Leuser
  • Miftahul Jannah Universitas Gunung Leuser
  • Sandi Maka Tarigan Universitas Gunung Leuser
  • Abel Togu Ibotona Sihombing Universitas Gunung Leuser
  • Anuar Ramut Universitas Gunung Leuser
Keywords: Ageratum conyzoides, Jagung Manis, Mulsa Organik, Pengendalian Gulma, Serasah Daun Bambu

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang tumbuh secara spontan pada lahan budidaya dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama melalui kompetisi dalam memanfaatkan sumber daya penting, terutama unsur hara dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis mulsa yang tepat dalam mengendalikan gulma serta meningkatkan pertumbuhan serta hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gunung Leuser, Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada bulan September hingga November 2025. Bahan yang digunakan meliputi benih jagung manis, mulsa serasah daun bambu, dan mulsa gulma babadotan. Alat yang digunakan antara lain cangkul, parang, meteran atau mistar, timbangan analitik, kuadrat pengamatan, karung, serta alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas enam kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Faktor pertama adalah jenis mulsa, yaitu J1 = mulsa serasah daun bambu dan J2 = mulsa babadotan. Faktor kedua adalah dosis mulsa, yaitu D0 = 0, D1 = 2, dan D2 = 4 kg m⁻¹. Aplikasi mulsa organik dilakukan pada saat penanaman. Parameter yang diamati meliputi persentase pengendalian dan jumlah spesies gulma, tinggi tanaman, diameter dan panjang tongkol serta bobot biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis mulsa organik tidak berpengaruh seluruh parameter. Dosis mulsa organik 2 kg m-1 sudah dapat meningkatkan persentase pengendalian gulma 20 dan 30 HST, serta menurunkan jumlah spesies gulma 10 dan 20 HST, meningkatkan tinggi tanaman jagung manis 40 HST. Terdapat interaksi mulsa organik daun bambu pada dosis 4 kg m-1 dapat meningkatkan tinggi tanaman jagung manis umur 20 HST.

References

Chaerunnisa., Hariyono, D., dan Suryanto, A. (2016). Aplikasi Penggunaan Mulsa Dan Jumlah Biji Per Lubang Tanam Terhadap Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt.) Jurnal Produksi Tanaman, 4(4), 311-319. [ https://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/297 ].

Elfrida, E., Jayanthi, S., & Fitri, R. D. (2018). Pemamfaatan ekstrak daun babadotan (Ageratum conyzoides L) sebagai herbisida alami. Jurnal Jeumpa, 5(1), 50-55. [ https://ejurnalunsam.id/index.php/jempa/article/view/1082 ].

Kartana, S. N., Nurhadiah, N., & Januardi, S. D. (2025). Pengaruh pemberian mol bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan (Zea mays var. Ceratina). Piper, 21(2), 152-164. https://doi.org/10.51826/piper.v21i2.1700

Kementerian Pertanian (2024) Laporan Tahunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hal-15

Galon, F. (2025). Yield and Postharvest Quality of Glutinous Corn (Zea Mays L.) in Response to Bio-Pesticides and Plastic Mulch Applied. Journal of Interdisciplinary Perspectives, 3(9), 279-289. https://doi.org/10.69569/jip.2025.488

Husain., Ngawit, I. Ketut., dan Yakop, U. Malik., (2022). Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek. 1(3), 182-191. https://doi.org/10.29303/jima.v1i3.1456

Lestari, D., Adiwirman, A., Wawan, W., Andriani, M., & Wardani, D. K. (2020). Pengaruh cekaman kekeringan dan pemberian pupuk K terhadap fisiologis dan pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays L. var saccharata Sturt). Jurnal Ilmiah Inovasi, 20 (2): 5-9. https://doi.org/10.25047/jii.v20i2.2236

Limonu, A., Pembengo, W., dan Musa, N., (2021). Kajian Penggunaan Berbagai Mulsa Organik dan Teknik Aplikasi Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt). Jurnal Agroteknotropika. 10(2), 43-49. [ https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JATT/article/view/13457 ].

Lubis, M.M., Ramut, A., Nopembereni, E.D., Okasa, A.M., Manaqib, I.W. 2026. Sistem Pertanian Modern Dan Ketahanan Pangan. PT. Star Digital Publishing. Yogyakarta. [ https://www.stardigitalpublishing.com/2026/01/sistem-pertanian-modern-dan-ketahanan.html ].

Mardiana, S., Hasibuan, S. A.-F., Hutapea, S., & Sihotang, S. (2023). Analysis of Organic Mulching on Soil Fertility and the Productivity of Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturt L.). JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA). https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i8.4528

Novitasari, P., Jatsiyah, V., Hermanto, S. R., dan Kurniawan, T., (2024). Aplikasi Bioherbisida Ekstrak Serasah Daun Bambu (Dendrocalamus Sasper) Untuk Menghambat Pertumbuhan Gulma Sembung Rambat (Mikania Micrantha). Journal Of Agro Planntioin, 03(01), 232-245. https://doi.org/10.58466/jap.v3i1.1521

Ramut, A. Hasanuddin, & Hafsah, S.(2020). The growth of soybean plant due to the application of various dosages of oxyfluorfen and pendimethalin herbicide. IOSR Journal of Agriculture and Veterinary Science (IOSR-JAVS), 13(12), 34-37. [ https://www.iosrjournals.org/iosr-javs.html# ].

Ramut A. (2021). Aplikasi herbisida oxyfluorfen dan pendimethalin bervariasi dosis dalam mengendalikan gulma pada tanaman kedelai. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. { https://etd.usk.ac.id/search/index.php?p=abstract&abstractID=87640 ].

Ramut, A. (2025). Agronomi Sistemik Pertanian Berkelanjutan Sebagai Fondasi Ketahanan Pangan. Yayasan Putra Adi Dharma. Yogyakarta. [ https://ypad.store/product/agronomi-sistemik-pertanian-berkelanjutan-sebagai-fondasi-ketahanan-pangan/?v=4a5e17551e76 ].

Ramut, A., Assauwab, M. H., Sumoharjo, D., Kartono, K., & Pani, M. (2025a, December). Pengendalian Gulma dengan Memanfaatkan Tumbuhan Kirinyuh (Chromolaena odorata L. King and Robinson) sebagai Mulsa Organik pada Tanaman Kedelai. In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian (Vol. 6, No. 1, pp. 820-828). https://doi.org/10.47687/snppvp.v6i1.1831

Ramut, A., Assauwab, M. H., Sumoharjo, D., Yassir, M., Pani, M., Maulia, E., & Untari, Y. (2025b). Sustainable Weed Management Using Chromolaena odorata Organic Mulch Improves Soybean Productivity. SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science), 9(2), 154-160. https://doi.org/10.22225/seas.9.2.13462.154-160

Ramut, A., Harta, R. Y., Pani, M., dan Maida (2025c). Variasi Dosis Mulsa Organik Akasia Dan Kirinyuh Dalam Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Kedelai: Studi Karakteristik Pertumbuhan Gulma. Jurnal Pertanian Agros, 27(1), 47-54. https://doi.org/10.37159/jpa.v27i1.42

Ramut, A., Untari, Y., Ainun, C., Pratama, F., & Ardiansyah, A. (2025d). Pengelolaan gulma kedelai melalui varian dosis mulsa organik kirinyuh (Chromolaena odorata L) dan herbisida oxyfluorfen. Agrica, 18(2), 266-276. https://doi.org/10.37478/agr.v18i2.6766

Setiawati, T., Karimah, E., dan Supriatun, T., (2017). Aplikasi pupuk kotoran hewan (kohe) kambing dan mulsa serasah daun bambu untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seledri (Apium Graveolens L. var. Secalinum Alef.) Jurnal Edumatsains. 2(1), 29-42. https://doi.org/10.33541/edumatsains.v2i1.374

Sinuraya, B. A., dan Melati, M., (2019). Pengujian berbagai dosis pupuk kandang kambing untuk pertumbuhan dan produksi jagung manis organik (zea mays var. Saccharata sturt). Bul. Agrohorti. 7(1), 47-52. https://doi.org/10.29244/agrob.v7i1.24407

Sitanggang, W. R., Amaru. K., Sampurno, R. M., dan Ayu, Y. L., (2022). Analisis Neraca Air Metode Thornthwaite-Mather Pada Budidaya Tanaman Jagung Manis Menggunakan Sistem Irigasi Dan Mulsa Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM). 4. 84-96. [ https://prosiding.ummetro.ac.id/index.php/snppm/article/download/65/63 ].

Syafrizal, Y., Sevirasari, N., Adileksana, C., & Gracia Plena, S. N. (2024). Effects of rice husk mulch dosage on the growth and yield of corn. Agricultural Science/Ilmu Pertanian, 9(2) : 102-115. doi.org/10.22146/ipas.93787

Syukur, M., & Rifianto, A. (2013). Jagung manis. penebar swadaya. Jawa Timur. [ https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=SMy-CQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA91&dq=Syukur,+M.,+%26+Rifianto,+A.+(2013).+Jagung+manis.+penebar+swadaya.+Jawa+Timur.&ots=v3XFBjLAr9&sig=wAJJu-D4h3pJ0xeZV47Jp9cmdSU&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false ].

Triyono, K. (2011). Penggunaan beberapa takaran dan jenis mulsa gulma serta pengaruhnya terhadap efisiensi pengendalian gulma dan hasil kedelai. Jurnal Inovasi Pertanian, 10(1), 81-88.

Yuwana, A. R. C., Jumadi, R., & Redjeki, E. S. (2023). Differences in the types of mulch and varieties on the growth and results of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt.). Journal of Animal and Plant Sciences. https://doi.org/10.58466/jap.v2i1.1357

Published
2026-08-05