Respon Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) pada Variasi Komposisi Media Tanam
Growth and Yield Response of Curly Red Chili (Capsicum annuum L.) to Varying Growing Medium Compositions
Abstract
Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) termasuk produk hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga banyak dibudidayakan, namun produksi cabai merah keriting di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu penggunaan varietas unggul serta media tanaman dari kombinasi tanah, arang sekam dan pupuk kandang sapi mampu mencukupi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil serta komposisi media tanam yang terbaik untuk cabai merah keriting. Bahan yang digunakan meliputi benih cabai merah keriting tangguh F1, air, pupuk NPK dan media tanam tanah, sekam dan pupuk kandang sapi. Percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga unit perlakuan berjumlah sebanyak 28 buah. Setiap ulangan terdiri atas 4 tanaman cabai, sehingga didapatkan 112 unit tanaman percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf kepercayaan 5%. Data yang menunjukkan hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai merah keriting pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang produktif serta bobot buah pertanaman. Perlakuan terbaik pada fase vegetatif ditunjukan oleh media M4 pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang, serta M6 pada variabel jumlah daun. Pada fase generatif media terbaik terlihat pada M4 yang meningkatkan jumlah cabang produktif, M6 pada variabel bobot buah.
References
Agustin, N., Sari, W., Putri, S. D., & Taufiqqurahman. (2024). Pengaruh jarak polibag terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit setan (Capsicum frutescens L.) varietas Sigantung. Jurnal Liefdeagro, 2(2).
Arif, L., & Karmila, K. (2019). Pengaruh pemberian pupuk organik kompos kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabe keriting (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrotech, 9(1), 7–11.
Badan Pusat Statistik. (2025). Data produksi cabai merah di Indonesia. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/ZUhFd1JtZzJWVVpqWTJsV05XTllhVmhRSzFoNFFUMDkjMw==/produksi-tanaman-sayuran-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman--2023.html?year=2024
Cahyono. (2014). Teknik budidaya daya dan analisis usaha tani selada. CV. Aneka Ilmu.
Dalimoenthe, S. L. (2014). Pengaruh media tanam organik terhadap pertumbuhan dan perakaran pada fase awal benih teh di pembibitan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 17(2), 1–11.
Defriatno, M. E., Chotimah, A. Q., & Pramayanti, C. D. (2023). Pemanfaatan ampas tebu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) ditinjau dari intensitas penyiraman air teh. Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene, 1(1), 25–35.
Dharmasika, I., Budiyanto, S., & Kusmiyati, F. (2019). Pengaruh dosis arang sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung hibrida (Zea mays L.) pada salinitas tanah. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 17(2). https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v17i2.799
Fajri, R., Syamsuddin, S., & Hayati, M. (2021). Pengaruh perlakuan benih cabai merah (Capsicum annuum L.) menggunakan beberapa isolat rizobakteri terhadap proses perkecambahan, pertumbuhan, dan produksi. Jurnal Agrista, 22(1), 25–36.
Hapsoh, Gusmawartati, Amri, A. I., & Diansyah, A. (2017). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting (Capsicum annuum L.) terhadap aplikasi pupuk kompos dan pupuk anorganik di polibag. Jurnal Hortikultura Indonesia, 8(3), 203–208.
Julianus, J., Setiawan, S., & Suryani, R. (2023). Pengaruh arang sekam padi dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame (Glycine max (L.) Merr.). Jurnal Ilmiah Pertanian, Sains & Teknologi, 1(1), 15–27.
Kurniasih, R., Huda, A. N., Ramdan, E. P., & Asnur, P. (2022). Pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium cepa L.) pada kombinasi media tanam yang berbeda. Jurnal Pertanian Presisi, 6(2), 122–131.
Lestari, R. W. (2021). Pengaruh jenis media tanam dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum L.). Grafting: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 11(1), 17–31.
Manurung, S., Djaingsastro, A. J., & Nababan, A. (2021). Pengaruh perlakuan dosis pupuk kandang sapi pada media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 4(1), 107–114.
Maruapey, A. (2017). Pengaruh pupuk organik limbah biogas kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum var. longum). Jurnal Agrologia, 6(2), 91–104. https://ojs.unpatti.ac.id/index.php/agrologia/article/download/173/1133
Musthafa, M. B. (2022). Pertumbuhan dan hasil tanaman terong dengan penambahan pupuk kandang dan arang sekam pada media tanam. Jurnal Sosial dan Sains, 2(2), 230–236.
Nabila, N., Gumelar, R. M. R., & Huda, A. N. (2025). Pendugaan parameter genetik cabai keriting hasil iradiasi sinar gama. Jurnal Agrikultura, 36(2), 182–193.
Nule, Y., Ledheng, L., & Yustiningsing, M. (2021). Pengaruh komposisi media tanam organik arang sekam dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan keberlangsungan hidup tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) dan cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 23(2), 125–132.
Prasetya, M. E. (2014). Pengaruh pupuk NPK Mutiara dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting varietas Arimbi (Capsicum annuum L.). Jurnal AGRIFOR, 13(2), 191–198.
Putri, S. D., Ananto, A., & Marnis, R. (2023). Pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum L. var. Lado F1) terhadap dosis pupuk organik cair limbah organik pasar. Jurnal Triton, 14(1), 78–86.
Rakhman, A., Sutejo, H., & Jannah, N. (2023). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) varietas Baja F1 terhadap pemberian pupuk petroganik dan SP-36. Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika, 1(1), 1–12.
Risal, D., & Halim, A. (2020). Uji pupuk organik untuk pertumbuhan cabai keriting pada tanah miskin hara. Jurnal Ecosolum, 9(1), 19–27.
Rizky, D. M., & Koesriharti. (2018). Pengaruh pemberian pupuk fosfor dan sumber kalium yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Jurnal Produksi Tanaman, 6(8), 1934–1941.
Sunarsih, S., Sari, I., & Riono, Y. (2018). Pengaruh dosis pengapuran terhadap peningkatan pH tanah dan produksi tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada media gambut. Jurnal Agro Indragiri, 3(1), 266–276.
Sundari, T., & Purwanto. (2014). Kesesuaian genotipe kedelai untuk tanaman sela di bawah tegakan pohon karet. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 33(1), 44–53.
Susanto, A. A., & Saputro, A. S. (2024). The influence of various planting media compositions and concentrations of growth regulatory substances on the yield of great red chilli. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 8(2), 300–309.
Tangahu, I., Azis, M. A., & Jamin, F. S. (2022). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annuum L.) terhadap pemberian beberapa dosis pupuk kandang sapi. Jurnal Agroteknotropika, 11(1), 10–17.
Waluyo, S., Johanes, A., & Nur, W. S. (2022). Pengembangan produksi benih sumber varietas unggul baru (VUB) padi umur genjah hasil di Provinsi Sumatra Selatan. Jurnal KaliAgri, 3(2), 51–60.








