Evaluasi Peningkatan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrient (TDN) dalam Penggunaan Level EM4 dan Molases yang Berbeda pada Silase Limbah Padat Seraiwangi sebagai Pakan Ruminansia
Evaluation of Crude Protein and Total Digestible Nutrient (TDN) Improvement in Citronella Solid Waste Silage Using Different Levels of EM4 and Molasses as Ruminant Feed
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan protein kasar dan Total Digestible Nutrien (TDN) pada silase limbah padat penyulingan seraiwangi dengan penggunaan level EM4 dan molases yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu: Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 1% (P1); Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 2% (P2); Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 3% (P3) dan Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 4% (P4). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima kali. Parameter yang diuji adalah peningkatan protein kasar dan TDN yang dihitung dengan cara mencari selisih antara data yang diperoleh dengan kandungan protein kasar dan TDN limbah seraiwangi tanpa perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dihitung dan dianalisis menggunakan analisis variance (anova) yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level penggunaan EM4 dan molases sampai 4% memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap peningkatan protein kasar dan TDN dengan rataan peningkatan masing-masing adalah (18,13±7,36)% dan (9,40±5,32)%. Dengan demikian, perlu penelitian yang lebih lanjut dengan penggunaan level EM4 dan molases di atas 4% untuk melihat perbedaan yang signifikan.
References
Aurora, S. P. (1995). Pencernaan Mikroba pada Hewan Ruminansia (Edisi ke-2). Gajah Mada University Press.
Fahmi, M., Utomo, R., Suhartanto, B., Astuti, A., & Umami, N. (2021). Chemical Quality and Digestibility Value in Silage of Pennisetum purpuphoides and Pennisetum purpureum Gamma with Different Levels of Molasses Supplementation. Key Engeneering Materials, 884, 204–211.
Fahri, A. (2018). Jurnal Teknologi Kimia Unimal Pengaruh Waktu Fermentasi dan Volume Bio Aktivator EM 4 ( Effective Microorganisme ) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair ( POC ) dari Limbah Buah-Buahan. 1(Mei), 13–29.
Harahap, A. E., & Saleh, E. (2021). Evaluasi Nutrient Silase Eceng Gondok ( Eichornia crassipes ) yang Difermentasi dengan Level EM4 dan Sumber Energi yang Berbeda. 7, 114–123.
Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo, dan A. D. T. (2005). Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Holik, Y. L. A., Abdullah, L., & Karti, P. D. M. H. (2019). Evaluasi Nutrisi Silase Kultivar Baru Tanaman Sorgum ( Sorghum Bicolor ) dengan Penambahan Legum Indigofera sp . pada Taraf Berbeda. 17(2), 38–46.
Jamila, Rinduwati, & Mutmainna. (2018). KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SILASE RANSUM KOMPLIT PADA BERBAGAI BENTUK DAN LAMA PENYIMPANAN. Buletin Nutrisi Dan Makanan Ternak 13(1): 10-16, 13(1), 10–16.
Pamungkas, D., Hernaman, I., Istianto, M., Ayuningsih, B., Ginting, S. P., Solehudin, S., Paat, P. C., Mariyono, M., Tresia, G. E., Ariyanti, R., Fitriawaty, F., & Yusriani, Y. (2024). Enhancing the nutritional quality and digestibility of citronella waste (Cymbopogon nardus) for ruminant feed through ammoniation and fermentation techniques. Veterinary World, 17(7), 1603–1610. https://doi.org/10.14202/vetworld.2024.1603-1610








