Research Note: Eksplorasi Senyawa Bioaktif Edible film Berbasis Whey Keju Terfortifikasi Teh Hitam Orthodox untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s)
Research Note: Exploration of Bioactive Compounds in Cheese Whey-Based Edible Films Fortified with Orthodox Black Tea to Support the Sustainable Development Goals (SDGs)
Abstract
Whey keju merupakan hasil samping industri pengolahan susu yang masih mengandung berbagai komponen bernilai fungsional, namun pemanfaatannya sebagai bahan baku edible film masih terbatas. Fortifikasi teh hitam orthodox berpotensi meningkatkan kandungan senyawa bioaktif sehingga menghasilkan kemasan pangan yang lebih fungsional dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil senyawa bioaktif pada edible film berbasis whey keju terfortifikasi teh hitam orthodox sebagai upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui pemanfaatan limbah pangan dan pengembangan kemasan yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan uji deskriptif semi-kuantitatif dengan menganalisis berbagai temuan studi pustaka serta hasil kajian profil senyawa bioaktif secara instrumental. Data disajikan secara deskriptif berdasarkan jenis senyawa, dan potensi aktivitas biologis yang ditelusuri melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film mengandung berbagai kelompok senyawa bioaktif, meliputi fenolik, asam lemak, ester, dan alkohol yang berpotensi berperan sebagai antioksidan, antimikroba, serta komponen fungsional dalam sistem kemasan pangan. Kehadiran senyawa-senyawa tersebut mengindikasikan bahwa fortifikasi teh hitam orthodox mampu memperkaya profil bioaktif edible film berbasis whey keju. Temuan ini memberikan informasi awal mengenai potensi pemanfaatan whey keju sebagai bahan baku bernilai tambah melalui pengembangan edible film fungsional. Penelitian ini berkontribusi terhadap implementasi ekonomi sirkular dan mendukung pencapaian SDGs, terutama konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta inovasi pada teknologi kemasan pangan berkelanjutan (SDG 9).
References
AOAC International. (2005). Official Methods of Analysis. AOAC International, USA. Association Official Analytic Chemist.
Brodziak, A., Król, J., Barłowska, J., Teter, A., & Florek, M. (2020). Changes in the Physicochemical Parameters of Yoghurts with Added Whey Protein in Relation to the Starter Bacteria Strains and Storage Time. Animals, 10(8), 1–21. https://doi.org/10.3390/ani10081350
Fadhlurrohman, I., Setyawardani, T., & Sumarmono, J. (2023a). Development of Cheese as an Antioxidant Functional Food with the Addition of Orthodox Black Tea. Tropical Animal Science Journal, 46(3), 367–374. https://doi.org/10.5398/tasj.2023.46.3.367
Fadhlurrohman, I., Setyawardani, T., & Sumarmono, J. (2023b). Karakteristik Warna (Hue, Chroma, Whiteness Index), Rendemen, dan Persentase Whey Keju dengan Penambahan Teh Hitam Orthodox (Camellia sinensis var. assamica). JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Industri Pangan UNISRI), 8(1), 10–19. https://doi.org/10.33061/jitipari.v8i1.8133
Fadhlurrohman, I., & Susanto, J. (2024). Functional Food Innovation Based on Fermented Milk Products with Fortification of Various Types of Tea: A Review. JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Industri Pangan UNISRI), 9(1), 101–114. https://doi.org/10.33061/jitipari.v9i1.10221
Fahrullah, F., Bulkaini, Kisworo, D., Yulianto, W., Wulandari, B. R. D., & Haryanto. (2023). The Water Content, Solubility, and Optical Properties of Whey-Gelatin Multilayer Films Enriched with Green Tea Powder. Jurnal Biologi Tropis, 23(4), 491–499.
Habiburrohman, D., & Sukohar, A. (2018). Aktivitas antioksidan dan antimikrobial pada polifenol teh hijau. Jurnal Agromedicine Unila, 5(2), 587–591.
Insanu, M., Maryam, I., Rohdiana, D., & Wirasutisna, K. R. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Lima Belas Jenis Mutu Teh Hitam Ortodoks Rotorvane dan Teh Putih (Camellia sinensis var. assamica) pada Staphylococcus aureus ATCC 6538. Acta Pharmaceutica Indonesia, 42(1)(1), 32–41.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Data timbulan sampah nasional 2024. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) [Internet]. Jakarta: KLHK. https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/data/timbulan
Laole, Nabila, A., Mewar, K., & Souwakil, S. (2025). Identification and Characteristics of Marine Debris on the Poka Beach Coast, Ambon Bay: A Quantitative Analysis of Material Composition. Journal of Science and Technology, 6(1), 19–30.
Nasution, S., Fadilla, F. F., Sari, A. N., & Permana, L. (2026). Karakteristik Fisik dan Antikapang Edible Film Whey Protein dengan Bubuk Rempah sebagai Pembungkus Kopi Physical and Antifungal Characteristics of Whey Protein Edible Film with Spice Powder as Coffee Packaging. Jurnal Mutu Pangan, 13(1), 60–70. https://doi.org/10.29244/jmpi.2026.13.1.60
Pires, A. F., Díaz, O., Cobos, A., & Pereira, C. D. (2024). A Review of Recent Developments in Edible Films and Coatings-Focus on Whey-Based Materials. Foods, 13(2638), 1–24.
Prawira-Atmaja, M. I., & Rohdiana, D. (2018). Diversifikasi produk berbasis teh pada industri pangan, farmasi, dan komestik. Perspektif, 17(2), 150–165.
Rohdiana, D. (2015). Teh: Proses, Karakteristik dan Komponen Fungsionalnya. Food Review Indonesia, 10(8), 34–37.
Shelvi, N., Nafita, S., & Hidayatullah, R. (2025). Tensile Strength dan Elongation at Break Edible Film Pati Singkong dengan Variasi Bahan Tambahan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 2847–2851. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.871
Sudaryat, Y., Kusmiyati, M., Pelangi, C. R., Rustamsyah, A., & Rohdiana, D. (2015). Aktivitas antioksidan seduhan sepuluh jenis teh hitam (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Indonesia. Jurnal Penelitian Teh Dan Kina, 18(2), 95–100.








