Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Herbal sebagai Antibakteri dan Pengawet Alami pada Daging

Utilization of Herbal Plant Extracts as Antibacterial Agents and Natural Preservatives in Meat

  • Alfin Fatah Muafa Universitas Jenderal Soedirman
  • Raihan Kamal Ramadhani Universitas Jenderal Soedirman
  • Zainur Maftuh Faris Isrofi Universitas Jenderal Soedirman
  • Irfan Fadhlurrohman Universitas Jenderal Soedirman
Keywords: Daging ayam, Ekstrak tanaman herbal, Uji eber, Total koloni bakteri

Abstract

Upaya untuk mengawetkan daging ayam dapat dilakukan dengan pemakaian bahan pengawet. Bahan pengawet alami yang tidak membahayakan kesehatan lebih dianjurkan, salah satunya menggunakan tanaman herbal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan ekstrak tanaman herbal sebagai antibakteri dan pengawet alami pada daging ayam. Metode penelitian berupa kajian pustaka terhadap hasil eksperimen penggunaan ekstrak daun salam (0–25%), daun katuk (0–30%), dan daun pala (0–40%). Hasil analisis menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak herbal memberikan pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan terhadap kualitas daging. Aplikasi ekstrak daun salam konsentrasi tinggi mampu menunda pembusukan awal dan menghambat kerapuhan daging hingga hari ke-12 dibandingkan kontrol (hari ke-9). Peningkatan konsentrasi ekstrak daun salam (20%), daun katuk (30%), dan daun pala (40%) secara konsisten menekan total koloni bakteri. Ekstrak daun salam, daun katuk, dan daun pala efektif bertindak sebagai pengawet alami yang menghambat pembusukan dan menekan populasi bakteri melalui aktivitas sinergis senyawa fitokimia di dalamnya.

References

Billhaq, D. H., Abdillah, L., Prasetya, A. Y. T., & Rahmawati, E. C. (2024). Optimalisasi manajemen peternakan dan pasca panen kambing Sapera di Kelompok Ternak Trajumas, Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10(10), 220–226.

Candra, A. Y. R., Yanestria, S. M., Mardijanto, A., & Wibisono, F. J. (2022). Pengaruh ekstrak daun salam (Eugenia polyantha Wight.) sebagai alternatif mempertahankan kualitas daging. Jurnal VITEK: Bidang Kedokteran Hewan, 12(2), 54–58.

Fadillah, A. N., Suryaningsih, L., Gumilar, J., & Banuwati, K. S. (2026). Pengaruh konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) pada daging bebek terhadap pH, total bakteri, daya hambat bakteri, dan awal kebusukan. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 7(1), 12–22.

Fatmariza, M., Inayati, N., & Rohmi. (2017). Tingkat kepadatan media nutrient agar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Analis Medika Bio Sains, 4(2), 69–73.

Hardianto, B., & Hidayanti, R. (2017). Penggunaan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) sebagai bahan pengawet alami daging ayam. AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 4(2), 72–83.

Hidayah, N., Wardhani, L. D. K., Ekapaksi, C. C. P., & Jellia, F. (2021). Ekstrak daun salam sebagai pengawet alami daging ayam broiler di Pasar Wonokromo Surabaya. Jurnal VITEK: Bidang Kedokteran Hewan, 11(2), 62–71.

Pasya, S. H., Pratama, A., & Anggaeni, T. T. K. (2025). Variasi lama penyimpanan daging ayam broiler (Gallus domesticus) yang dikemas beeswax wrap terhadap total jumlah bakteri, nilai pH, dan daya ikat air. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 6(1), 43–55.

Ramadani, D. N., Maimunah, A. H., Abdilah, F. F., Dinnar, A., & Purnamasari, L. (2024). Efektivitas pemberian bawang putih untuk pengawetan daging ayam. Jurnal Peternakan Indonesia, 23(3), 230–234.

Ramli, S., Lim, L. Y., Samsudin, N. I. P., & Rukayadi, Y. (2018). Effect of salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) leaves extract on the microorganism population in chicken meat and shrimp and their sensory. International Food Research Journal, 25(3), 928–935.

Ramli, S., Wong, J. X., & Rukayadi, Y. (2023). Antimicrobial activity of Syzygium polyanthum Wight (Walp.) extract against foodborne pathogens in food: A potential antimicrobial agent for natural food washing solution. Malaysian Journal of Fundamental and Applied Sciences, 19, 219–235.

Ruberlian, Z., Fatiqin, A., & Agustina, E. (2016). Penggunaan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam menghambat bakteri Escherichia coli pada bahan pangan. Jurnal Bioilmi, 2(1), 51–52.

Saskiawan, I., Sukarminah, E., Lanti, I., Marta, H., & Nabila, P. (2017). Pemanatan ekstrak jamur tiram (Pleurotus spp.) pada penyimpanan daging ayam pada suhu ruang (26°C). Jurnal Biologi Indonesia, 13(2), 279–287.

Septinova, D., Hartono, M., Santosa, P. E., & Sari, S. H. (2018). Kualitas fisik daging dada dan paha broiler yang direndam dalam larutan daun salam (Syzygium polyanthum). Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 6(1), 83–88.

Widyawati, R., Hidayah, N., Kusuma, W. L. D., & Nuwa, M. I. (2020). Potensi ekstrak daun pala (Myristica fragrans Houtt.) sebagai pengawet alami terhadap kualitas daging ayam broiler. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 5(2), 47–53.

Windiyartono, A., Riyanti, R., & Wanniatie, V. (2016). Efektivitas tepung bunga kecombrang (Nicolaia speciosa Horan.) sebagai pengawet terhadap aspek kimia daging ayam broiler. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 4(1), 1–5.

Published
2026-08-05