Efektivitas Ekstrak Daun Sirih, Biji Pinang, Daun Pepaya dan Kapur Terhadap Kualitas Fisik Interior Telur Ayam Ras

The Effectiveness of Betel Leaf, Areca Nut, Papaya Leaf and Lime Extracts on the Physical Quality of the Interior of Broiler Chicken Eggs

  • Gallusia Marhaeny Nur Isty Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Novita Ramadhani Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Sritiasni Sritiasni Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Keywords: Kualitas Fisik, Ekstrak Alami, Pelapisan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan ekstrak daun sirih (Piper betle), biji pinang (Areca catechu), daun pepaya (Carica papaya L), dan kapur (CaCO₃) terhadap kualitas fisik interior telur ayam ras selama penyimpanan pada suhu ruang 28OC-33 OC selama 21 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: P0, P1, P2, P3, dan P4, masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi penyusutan berat telur, ukuran rongga udara, indeks putih telur, indeks kuning telur, pH putih dan kuning telur, Haugh Unit, serta ketebalan kerabang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh nyata (p < 0,05), maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter fisik telur (p < 0,05). P2 memberikan hasil terbaik, dengan nilai penyusutan berat terendah (2,54%), Haugh Unit tertinggi (76,94), dan indeks kuning telur tertinggi (0,5203). P4 juga menunjukkan efektivitas tinggi dalam mempertahankan pH putih telur (7,13) dan ketebalan kerabang (0,3971 mm). Sementara itu, P0 menunjukkan penurunan kualitas paling signifikan pada hampir semua parameter. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelapisan telur menggunakan bahan alami, khususnya ekstrak biji pinang dan kapur, terbukti efektif dalam memperlambat penurunan kualitas fisik telur selama penyimpanan. Dengan demikian, bahan alami ini berpotensi menjadi alternatif pengawet yang ramah lingkungan untuk digunakan oleh ibu rumah tangga, masyarakat maupun industri kecil.

References

Ar, A., Rahn, H., Paganelli, C. V., & Schmidt-Nielsen, K. (1974). The avian egg: Mass and strength of the shell. Respiration Physiology, 22(1), 1-7.

Argo, L. B., Tristiarti, T., & Mangisah, I. (2013). Kualitas fisik telur ayam arab petelur fase I dengan berbagai level Azolla microphylla. Animal Agriculture Journal, 2(1), 445–457.

Badan Pusat Statistik. (2023). Produksi telur ayam ras. Diakses dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2NDkxIzi=/layer-egg-production-by-produvince.html (20 Januari 2025)

Djaelani, M. A. (2016). Ukuran rongga udara, pH telur dan diameter putih telur ayam ras (Gallus L.) setelah pencelupan dalam larutan rumput laut dan disimpan beberapa waktu. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 1(1), 19–23.

Hisasaga, C., Griffin, S. E., & Tarrant, K. J. (2020). Survey of egg quality in commercially available table eggs. Poultry Science, 99(12), 7202–7206.

Kurniawan, M. E., Nurfiana, R., Armayanti, A. K., Haerunnisa, H., & Sulfiani, S. (2024). Pengaruh perendaman ekstrak biji pinang terhadap kualitas internal ayam ras. Jurnal Agriovet, 6(2), 31–40.

Maghfirah, N., Sulaiman, A., & Rizal, M. (2024). Kualitas indeks bentuk, volume, berat jenis, dan tebal kerabang telur itik alabio pada umur produksi 6, 9, 12 bulan. Jurnal Penelitian Peternakan Lahan Basah, 4(2), 1–9.

Mudawaroch, R. E. (2024). Umur simpan telur ayam yang dilapisi dengan kapur (CaCO₃) dan minyak kelapa. Jurnal Teknologi Pertanian, 13(2), 82–93.

Purdiyanto, J. (2018). Pengaruh lama simpan telur itik terhadap penurunan berat, indeks kuning telur (IKT), dan Haugh Unit (HU). Maduranch: Jurnal Ilmu Peternakan, 3(1), 23–28.

Rahardjo, A. H. D., & Sukmaningsih, T. (2020). Lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur ayam niaga petelur. Media Peternakan, 22(2), 45–51.

Rao, S., & Ramalakshmi, K. (2012). Tannins: Classification and health effects – A review. Journal of Food Science and Technology, 49(1), 27–33.

Santoso, M. D. Y. (2021). Pengawetan telur ayam dengan antimikroba alami. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(1), 44–49.

Tarigan, B., Ribka, L., & Agustina, K. K. (2016). Kualitas telur asin bermedia kulit manggis (Garcinia mangostana L) berdasarkan indeks putih telur, kuning telur, dan Haugh Unit. Jurnal Indonesia Medicus Veterinus, 5(1), 30–37.

USDA Food Safety and Inspection Service. (2018). Egg products inspection manual. United States Department of Agriculture.

Wulandari, E., Rachmawan, O., Taofik, A. T., Suwarno, N., & Faisal, A. (2013). Pengaruh ekstrak daun sirih (Piper betle L) sebagai perendam telur ayam ras konsumsi terhadap daya awet pada penyimpanan suhu ruang. Jurnal Istek, 7(2), 47–54.

Published
2026-08-05