Hubungan Abnormalitas Semen Entog terhadap MDA (Malondialdehyde) Pada Tingkat Pengencer dan Lama Simpan di Suhu Berbeda

Relationship between Muscovy Duck Semen Abnormalities and MDA (Malondialdehyde) Levels across Dilution Rates and Storage Durations at Different Temperatures

  • Fitriani Fitriani Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Albanjari Banjarmasin
  • Irwan Zakir Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Albanjari Banjarmasin
  • Erna Yuniati Universitas Nusantara PGRI Kediri
Keywords: Semen Entog, Tingkat pengencer dan lama simpan beda, MDA

Abstract

Pada masa penyimpanan spermatozoa / semen entog, terjadi penurunan kualitas seiring bertambahnya lama penyimpanan terhadap semen. Antioksidan karotenoid dalam kuning  telur pada semen menonaktifkan radikal oksigen,  melindungi kerusakan dari radiasi dan kerusakan sinar ultraviolet. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar MDA semen entog dalam pengenceran dan penyimpanan berbeda di suhu beda.  Parameter semen segar mentog, Motilitas,abnormalitas, Viabilitas, Integritas dan aktivitas MDA. Sebanyak 5 ekor entog dewasa berkisar umur 1,5-2 tahun, 3 ekor jantan dan 2 ekor betina, sehat dan mBahan 5 ekor entog dewasa berkisar umur 1,5-2 tahun, 3 ekor jantan dan 2 ekor betina, sehat dan mempunyai libido tinggi dan dikandangkan secara individual.  Metode eksperimental dengan split plot (pola petak terbagi). Faktor pertama sebagai Petak Utama adalah tingkat pengenceran yaitu 0(A0); 60(A1);120(A2) dan 180 menit (A3), faktor kedua sebagai Anak Petak adalah Iama simpan 0(B0); 5(B1); 10(B2) dan 15(B3) yang disimpan pada suhu 4ºC dan suhu 27 ºC Empat kelompok (3 kali ulangan). Kesimpulan Motilitas,abnormalitas, Viabilitas, Integritas dan aktivitas MDA semen entog  lebih baik di suhu 4ºC.

References

Afiati, F., Yulnawati, Riyadi, M., & Raden, I. A. (2015). Abnormalitas spermatozoa domba dengan frekuensi berbeda. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(4). ISSN 2407-8050.

Bebas, W. (2002). Pengaruh lama penyimpanan semen ayam hutan hijau (Gallus varius) pada suhu 4°C terhadap daya hidup spermatozoa dan fertilitas telur ayam kampung (Gallus domesticus). http://wwwl.veterinary.journal/lab/reprod/veteriner/html

Garner, D. L., & Hafez, E. S. E. (2000). Spermatozoa and seminal plasma. In E. S. E. Hafez & B. Hafez (Eds.), Reproduction in farm animals (7th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Desminarti, S., Rimbawan, Anwar, F., & Winarto, A. (2012). Efek bubuk tempe instan terhadap kadar malondialdehid (MDA) serum tikus hiperglikemik. Jurnal Kedokteran Hewan. ISSN 1978-225X.

Dorota, S., & Kurpisz, M. (2004). Reactive oxygen species and sperm cells. Reproductive Biology and Endocrinology, 2, 12.

Esteves, S. C., Sharma, R. K., & Thomas, A. J. (2002). Effect of swim-up sperm washing and subsequent capacitation on acrosome status and functional membrane integrity of normal sperm. Cleveland Clinic Foundation.

Fitriani, Suyadi, Nuryadi, & Sasmito, M. D. (2009). Kadar MDA dan integritas membran semen entog selama penyimpanan dingin dengan penambahan tokoferol berbeda dalam pengencer. Jurnal Peternakan.

Fitriani, Suyadi, Nuryadi, & Sasmito, M. D. (2011). Tingkat pengenceran dan dosis semen entog terhadap fertilitas telur hasil persilangan entog dengan itik melalui teknologi inseminasi buatan. Veterinaria Medika, 4(3).

Fitriani, Suyadi, Nuryadi, & Sasmito, M. D. (2013). Pengaruh penambahan alpha tocopherol terhadap kualitas semen entog yang disimpan pada suhu dingin. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 23(2), 36–41.

Murtina, T. L. (2011). Motilitas spermatozoa ayam kampung dalam pengencer air kelapa, NaCl fisiologis, dan air kelapa–NaCl fisiologis pada suhu 25–29°C. Agripet, 11(2).

Prasetyo, A. N., & Mulyadi, D. S. (2016). Motilitas dan abnormalitas spermatozoa dengan pengencer Ringer laktat–putih telur dan lama simpan pada suhu 5°C selama 48 jam. Acta Veterinaria Indonesiana, 4(1), 35–41.

Salamah, N. (2014). Motilitas, persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa semen beku sapi Bali pada pengencer Andromed dan tris kuning telur (Skripsi). Universitas Hasanuddin.

Susanto, A., Wahyuningsih, R., & Pramono, E. (2002). Pengaruh aras testosteron pada pengencer dan derajat pengenceran semen terhadap kecepatan gerak dan abnormalitas spermatozoa ayam Kedu. Animal Production, 4(2), 60–70.

Toelihere, M. R. (1993). Inseminasi buatan pada ternak. Angkasa.

Yuliani, S., Wasito, W., & Wuryastuti, H. (2002). Pengaruh pemberian vitamin E terhadap kadar malondialdehid plasma pada tikus yang diberi pakan lemak tinggi. Jurnal Sain Veteriner, 20(1).

Published
2026-08-05