Nutrien dan Fermentabilitas Hijauan Pakan Eksotis Wedelia (Sphagneticola trilobata) dari Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah
Nutrients and Fermentability of the Exotic Forage Wedelia (Sphagneticola trilobata) from the Slopes of Mount Slamet, Central Java
Abstract
Alih fungsi lahan yang menyebabkan penurunan ketersediaan lahan hijauan menjadi salah satu faktor pendorong perlunya eksplorasi sumber hijauan pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Wedelia (Sphagneticola trilobata) merupakan salah satu hijauan invasif yang banyak tumbuh di Lereng Gunung Slamet dan dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Namun, informasi ilmiah terkait komposisi dan kualitas nutrien hijauan ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi dan kualitas nutrien Wedelia (Sphagneticola trilobata) pada tiga zona ketinggian yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan eksploratif deskriptif. Sampel diambil dari tiga zona ketinggian, masing-masing dengan enam ulangan, sehingga diperoleh total 18 sampel. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), serta kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), volatile fatty acid (VFA), dan gas total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein kasar dan lemak kasar cenderung meningkat seiring peningkatan ketinggian, sementara kandungan serat kasar menurun. Kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi VFA, dan produksi gas total meningkat pada ketinggian yang lebih tinggi. Penurunan intensitas cahaya pada elevasi yang lebih tinggi berkontribusi terhadap penurunan kandungan serat kasar, sehingga meningkatkan kecernaan nutrien dan fermentabilitas hijauan pakan. Wedelia (Sphagneticola trilobata) berpotensi digunakan sebagai hijauan pakan alternatif tambahan bagi ternak ruminansia, dengan ketinggian yang optimal pada zona ketinggian tinggi (K3).
References
Afdal, M., & E. Erwan. (2013). Penggunaan Cairan Feses Sebagai Pengganti Cairan Rumen Pada Teknik In Vitro : Estimasi Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Beberapa Jenis Rumput. Jurnal Peternakan, 10(2), 60–66.
AOAC. (2005). Official Methods of Analysis of Assosiation of Official Chemist. AOAC International.
Ati, A. R. A., Manggol, H. Y., & Osa, B. D. (2018). Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Secara In Vitro Hijauan Padang Penggembalaan Batu Beringin Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Jurnal Nukleus Peternakan, 5(2), 155–162.
Budiasa, I. W., Santosa, I. G. N., Ambarawati, I. G. A. A., Suada, I. K., Sunarta, I. N., & Shchegolkova, N. (2018). Feasibility Study and Carrying Capacity of Lake Batur Ecosystem to Preserve Tilapia Fish Farming in Bali, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 19(2), 563–570.
Dewi, O., Suryani, N. N., & Mudita, I. M. (2020). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In-Vitro dari Silase Kombinasi Batang Pisang dengan Kembang Telang (Clitoria ternatea). Journal of Tropical Animal Science, 8(1), 60–73.
Firsoni, & Lisanti, E. (2017). Potensi Pakan Ruminansia dengan Penampilan Produksi Gas secara In Vitro. Jurnal Peternakan Indonesia, 19(3), 140–148.
Julianti, E., Harahap, R. P., & Rohayeti, Y. (2024). Evaluasi Komposisi Serat Kasar dan Kecernaan Rumen In Vitro Tandan Kosong Kelapa Sawit Teknologi Amoniasi Fermentasi dengan Em-4 dan Cairan Rumen. Jurnal Nukleus Peternakan, 11(1), 6–14.
Kromann, R. P., Meyer, J. H., & Stielau, W. J. (1967). Steam Distillation Of Volatile Fatty Acids In Rumen Ingesta. Journal of Dairy Science, 50(1), 73–76. https://doi.org/10.3168/jds.S0022-0302(67)87353-4
Menke, K. H., Raab, L., Salewski, A., Steingass, H., Fritz, D., & Schneider, W. (1979). The Estimation of The Digestibility and Metabolizable Energy Content of Ruminant Feedingstuffs From The Gas Production When They Are Incubated With Rumen Liquor In Vitro. The Journal of Agricultural Science, 93(1), 217–222. https://doi.org/10.1017/S0021859600086305
Molo, N. J., Oematan, G., & Maranatha, G. (2023). Pengaruh Level Dan Lama Waktu Fermentasi Tongkol Jagung Menggunakan EM4 Terhadap Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, Kadar Abu, Dan Energi: Indonesia. Animal Agricultura, 1(2), 59–68.
Narayani, D., Nastiti, H. P., & Osa, D. B. (2019). Pengaruh Tinggi Pemotongan Berbeda Terhadap Kandungan Serat Kasar Dan Protein Kasar Serta Mineral Kalsium (Ca) Rumput Setaria (Setaria sphacelata). Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(1), 87–93.
Okyranida, I. Y., Widia, C., Rayhan, A. S., Salsabila, D., & Seramaidra, C. I. (2024). Pengaruh Intensitas Cahaya Dan Suhu Lingkungan Terhadap Pertumbuhan Dan Kandungan Nutrisi Microgreen. SINASIS (Seminar Nasional Sains), 5(1).
Pattiruhu, G., Purwanto, Y. A., & Darmawanty, E. (2017). Perlakuan Panas Untuk Mengurangi Gejala Kerusakan Dingin Pada Mangga (Mangifera indica L.) var. Gadung selama penyimpanan pada suhu rendah. Comm. Horticulturae Journal, 1(1), 8–13. https://doi.org/10.29244/chj.1.1.8-13
Prayitno, C. H., Sarwanto, D., Hidayatun, D., & Solihah, M. (2016). Supplementation of Red Betel Leaf (Piper crocatum) in Dairy Cattle Feed on Fermentation Characteristics by In Vitro. Animal Production, 18(81), 66–74.
Putrianingsih, W. E., Tantalo, S., Muhtarudin, M., & Erwanto, F. (2025). Pengaruh Urine Sapi Terhadap Tinggi Tanaman, Biomassa, Kadar ADF (Acid Detergent Fiber) Dan Kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) Fodder Jagung. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 9(4), 692–701.
Sutardi, T. (1978). Ikhtisar Ruminologi. Departemen Ilmu dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Tilley, J. M. A., & Terry, R. A. (1963). A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Journal of the British Grassland Society, 18(2), 104–111. https://doi.org/10.1111/j.1365-2494.1963.tb00335.x
Widiatningrum, T., Prajanti, S. D. W., & Amelia, D. R. (2025). Ekofisiologi Tumbuhan Sebagai Bagian Dari Pertanian Berkelanjutan. Bookchapter Ekonomi Universitas Negeri Semarang, 3, 35–48.








