Analisis LQ (Location Quetient) Komoditas Kambing di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location Quotient (LQ) Analysis of Goat Commodities in the Special Region of Yogyakarta Province
Abstract
Komoditas kambing merupakan salah satu subsektor peternakan yang berperan penting dalam penyediaan protein hewani serta peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki potensi pengembangan ternak kambing yang cukup besar karena didukung oleh kondisi lingkungan yang sesuai dan tingginya keterlibatan masyarakat dalam usaha peternakan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wilayah basis pengembangan komoditas kambing di Provinsi DIY menggunakan metode Location Quetient (LQ). Penelitian dilakukan pada lima kabupaten/kota di DIY, yaitu Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Nilai LQ dihitung untuk menentukan status wilayah sebagai daerah basis (LQ > 1) atau nonbasis (LQ < 1) dalam pengembangan komoditas kambing. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Data yang dianalisis meliputi populasi kambing dan total populasi ternak periode 2021–2025. Analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi keunggulan komparatif komoditas kambing pada masing-masing wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kambing di DIY didominasi oleh Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo. Nilai LQ Kabupaten Kulon Progo berkisar antara 1,03–1,24, sedangkan Kabupaten Gunungkidul berada pada kisaran 1,13–1,25, yang menunjukkan bahwa kedua wilayah tersebut merupakan daerah basis pengembangan kambing. Sebaliknya, Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta umumnya memiliki nilai LQ kurang dari 1 sehingga tergolong wilayah non-basis. Oleh karena itu, pengembangan peternakan kambing di wilayah non-basis perlu diarahkan pada peningkatan mutu genetik, optimalisasi pakan lokal, penguatan kelembagaan peternak, dan pengembangan agribisnis untuk meningkatkan daya saing serta kontribusi subsektor peternakan kambing di DIY.
References
BPS, I. (2025). Populasi Kambing Menurut Provinsi (Ekor). Badan Pusat Statistik Indonesia.
Dalle, N. S., Tukan, H. D., Nugraha, E. Y., & Utama, W. G. (2023). Potensi Pengembangan Peternakan Babi Berdasarkan Analisis Location Quotient. Jambura Journal of Animal Science, 5(2), 16–22.
Erick, T., Leonard, K., & Natelda, T. (2022). Strategi Pengembangan Ternak Kambing Lakor: Pendekatan Produksi, Pendapatan, dan Analisis Swot. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(1), 59–76.
Handayani, N., Setianto, N. A., & Sodiq, A. (2024). Pengembangan Agribisnis Kambing Berbasis Nilai Tambah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Rakyat. Jurnal Peternakan Indonesia, 26(1), 45–55.
Haryanto, B., Wardi, & Puspito, S. (2024). Kontribusi Usaha Kambing Bligon Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Ternak Wilayah (Studi di Daerah Pesisir Kabupaten Bantul, DIY). Jurnal Ketahanan Nasional, 30(1), 107.
Karimuna, S. R., Bananiek, S. S., & Al Jumiati, W. (2020). Potensi Pengembangan Komoditas Peternaka di Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 7(2), 110–118.
Mulyanto, & Garside, A. K. (2022). Peningkatan Populasi Ternak Kambing di Kabupaten Tulungagung. Seminar Keinsinyuran, 20–28.
Nanditya, W. K., Yuriati, Prastowo, J., Nugraheni, Y. R., Oematan, A. B., & Awaludin, A. (2023). Studi Kasus: Parasit Gastrointestinal pada Kambing PE (Peranakan Ettawa) di Girimulyo, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. National Conference of Applied Animal Science.
Oktavia, R., & Andjani, I. Y. (2019). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 7(2), 160–169.
Prasetyo, D., Budisatria, I. G. S., & Widi, T. S. M. (2022). Strategi Peningkatan Produktivitas Kambing Melalui Perbaikan Mutu Genetik pada Peternakan Rakyat. Buletin Peternakan, 46(3), 211–220.
Purnama, I., Widianingrum, D., Irma, Juanda, F., Ali, A. M., & Christi, R. F. (2025). Regionalization Analysis of Ruminant Livestock Commodities in Majalengka Regency Using the Location Quotient Method. Agrivet Jurnal Ilmu Pertanian Dan Peternakan, 13(02), 254–267.
Putri, R. A., Santosa, S. A., & Haryanto, B. (2022). Peran Kelembagaan Peternak dalam Meningkatkan Daya Saing Usaha Ternak Kambing Rakyat. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 95–106.
Santoso, P. J., Hudaya, M. A., Purnomo, N. T., Zainuddin, A., & Suwandari, A. (2026). Analisis Spasial Wilayah Pengembangan Produksi Daging Itik di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Pendekatan Location Quotient (LQ). Agrinesia, 10(2), 109–116.
Sobirin, R., Afifah, L. R. V., Nurillah, I. K., Khairuddin, K. K., Assuyuthi, M. J., & Dewi, M. P. (2025). Analisis Potensi Usaha Ternak Kambing di Kabupaten Sleman , Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal of Sustainable Agriculture Extension, 3(2), 93–106.
Tuswati, S. E., Sodiq, A., & Setianto, N. A. (2023). Peningkatan Perekonomian Peternak Melalui Agribisnis Peternakan Kambing Peranakan Ettawa. Prosiding Seminar Teknologi Dan Agribisnis Peternakan (STAP), 505–509.
Utami, S. N. (2016). Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kecamatan Turi Sleman Yogyakarta. Agronomika, 11(1), 20–29.
Widi, T. S. M., Baliarti, E., Ariyanti, F., Ngadiono, N., Budisatria, I. G. S., Panjono, & Yulianto, M. D. E. (2016). Kinerja Anak Kambing Bligon Setelah Introduksi Pejantan Unggul di Kelompok Ternak Purwo Manunggal, Gunungkidul. Jurnal Sain Veteriner, 34(2), 251–258.
Yuningsih, N. D., Putri, A., Oktaliana, T., & Prasaja, A. S. (2023). Analisis Location Quotient Dalam Menentukan Sektor Basis di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Jurnal Ekuilibrium, VII(2), 128–135.








