Dampak Penanaman Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv Mott) yang Ditambahkan Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Sapi dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Lingkungan Tumbuh Tanaman pada Tanah Vertisol di Timor-Leste

The Impact of Planting Dwarf Elephant Grass (*Pennisetum purpureum* cv. Mott)—Supplemented with Liquid Organic Fertilizer Derived from Cattle Manure—and Watering Frequency on the Plant Growth Environment in Vertisol Soil in Timor-Leste

  • Correia, B.A. Universidade Nacional Timor Lorosa’e
  • Ligia T.C. Universidade Nacional Timor Lorosa’e
  • Pedro de D. Instituto de Politécnico d Timor-Leste
  • Abilio dos S. Instituto de Politécnico d Timor-Leste
  • Julio V. Instituto de Politécnico d Timor-Leste
  • Jacinto de A. Instituto de Politécnico d Timor-Leste
Keywords: Rumput gajah kate, Pupuk organik cair, Frekuensi penyiraman, Lingkungan tumbuh tanaman, Tanah vertisol

Abstract

Penelitian experimental bertujuan untuk mengamati dampak penanaman rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv Mott) yang ditambahkan POC berbahan feses sapi dan frekuensi penyiraman terhadap lingkungan tumbuh tanaman pada tanah vertisol, telah dilakukan di Kecamatan Hera, Kabupaten Dili, Timor-Leste selama 6 bulan. Bahan dan materi yang digunakan adalah bibit (stek) rumput gajah kate, pupuk organik cair (POC) berbahan feses sapi, tanah, seperangkat peralatan pertanian, seperangkat peralatan laboratorium, alat pengukur suhu tanah, alat pengukur kelembaban tanah (Hygrometer), insektisida merk Dursban, terpal, dan thermometer. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (2 faktor),dengan Analisys of Variancy (ANOVA), dan Duncan test. Dosis POC yang digunakan adalah PO2 (pupuk cair 1 liter: air 2 liter), PO4 (pupuk cair 1 liter: air 4 liter), PO6 (pupuk cair 1 liter: air 6 liter), PO8 (pupuk cair 1 liter: air 8 liter), dan frekuensi penyiraman (W); W2 =2 hari sekali, F4 = 4 hari sekali, F6 = 6 hari sekali. Variabel yang amati dan dievaluasi adalah bahan organic (BO) tanah, suhu tanah dan kelembaban tanah. ANOVA menunjukkan pengaruh nyata (P<0.05) untuk variabel bahan organik tanah dan kelembaban tanah dan Duncan test memperlihatkan bahwa perlakuan PO4 (konsentrasi pupuk cair 1 liter: air 4 liter) dengan frekuensi penyiraman 4 hari sekali adalah terbaik untuk variavel kadar bahan organik tanah dan perlakuan PO2 (konsentrasi pupuk cair 1 liter: air 2 liter) dengan frekuensi penyiraman 4 hari sekali adalah terbaik untuk variavel kelembaban tanah. Disimpulkan bahwa penanaman rumput gajah kate yang ditambahkan POC dan frekuensi penyiraman yang teratur memberikan dampak terhadap lingkungan tumbuh rumput gajah kate di tanah vertisol.

References

Correia (2021). Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hijauan Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv Mott) yang Diasosiasikan dengan Legum Klitoria (Clitoria ternatea L.) di Timor Leste.

Djumali dan Mulyaningsih (2014). Pengaruh Kelembaban Tanah terhadap Karakter Agronomi, Hasil Rajangan Kering dan Kadar Nikotin Tembakau (Nicotiana tabacum L; Solanaceae) Temanggung pad Tiga Jenis Tanah. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Berita Biologi, Malang.

Gardner, FP., RB. Pearce and RL. Mitchell. (2008). Physiologi of Crop Plants (Fisiologi Tanaman Budidaya. Alih bahasa H. Susilo). UI Press Universitas Indonesia. Jakarta.

Karyati, Putri, RO. dan Syafrudin, M. (2018). Suhu dan Kelembaban Tanah pada tanah Lahan Revegetasi Pasca Tambang di PT Adimitra Baratama Nusantara, Propinsi Kalimantan Timur. Jurnal Agrifor, XVII (I) pp. 103-114.

Suyono dan Sudarmadil (1997). Hidrologi Dasar. Fakultas Geografi. Universtas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Published
2026-08-05