Identifikasi Wilayah Basis dan Pengembangan Sektor Peternakan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan

Identification of Base Areas and Livestock Sector Development in Musi Rawas Regency, South Sumatra

  • Bagus Dimas Setiawan Universitas Musi Rawas
  • Holidi Holidi Universitas Musi Rawas
Keywords: Pengembangan peternakan, Potensi wilayah, Daya dukung, LQ, Musi Rawas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pengembangan sektor peternakan berbasis potensi wilayah dan daya dukung sumber daya di Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, melalui pengumpulan data sekunder. Analisis dilakukan terhadap potensi wilayah, populasi ternak, serta penentuan wilayah basis menggunakan metode Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi dalam pengembangan peternakan. Berdasarkan analisis LQ, wilayah basis pengembangan sapi potong terdapat di Kecamatan Sumberharta (2,48), Tugumulyo (1,30), Purwodadi (2,94), dan Megang Sakti (1,51). Untuk ternak kambing, wilayah basis meliputi Kecamatan Selangit (1,19), Purwodadi (1,14), Jayaloka (1,00), Sukakarya (1,16), Muara Kelingi (1,89), dan BTS Ulu (1,01). Ternak domba memiliki wilayah basis di Kecamatan Tugumulyo (2,80), Muara Beliti (5,53), dan BTS Ulu (3,63). Sementara itu, pengembangan unggas menunjukkan bahwa ayam ras pedaging terpusat di Kecamatan STL Ulu Terawas (9,61), ayam ras petelur di Kecamatan Selangit (7,85), Tugumulyo (2,21), Muara Beliti (2,73), dan Sukakarya (2,48), serta itik di Kecamatan Sumberharta (1,11), Tugumulyo (2,08), Purwodadi (3,26), dan Megang Sakti (1,04). Kesimpulannya, pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Musi Rawas perlu diarahkan berdasarkan potensi wilayah dan nilai daya dukung yang tercermin dari nilai LQ ≥ 1 sebagai indikator sektor basis. Pendekatan ini mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan usaha peternakan, sekaligus memperkuat daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

References

Arsyad, L. (2016). Ekonomi pembangunan (Edisi ke-5). UPP STIM YKPN.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Musi Rawas. (2024). Kabupaten Musi Rawas dalam angka 2024. BPS Kabupaten Musi Rawas.

Devendra, C., & Sevilla, C. C. (2002). Availability and use of feed resources in crop–animal systems in Asia. Agricultural Systems, 71(1–2), 59–73.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Statistik peternakan dan kesehatan hewan 2023. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Firdaus, M., Saptana, & Wahyuni, S. (2020). Pengembangan agribisnis peternakan dalam mendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 115–128.

Glasson, J. (1997). Pengantar perencanaan regional (Terjemahan Paul Sihotang). Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Hadi, P. U., & Ilham, N. (2018). Strategi pengembangan peternakan berbasis sumber daya wilayah. Jurnal Peternakan Indonesia, 20(3), 145–154.

Harmoko, H., Sari, A. I., & Nugroho, T. (2022). Analisis struktur populasi ternak sebagai dasar pengembangan wilayah peternakan. Jurnal Peternakan Indonesia, 24(2), 145–154.

Inounu, I., Priyanti, A., & Haryanto, B. (2006). Pengembangan sistem integrasi tanaman–ternak sebagai upaya peningkatan efisiensi usaha tani. Wartazoa, 16(1), 1–10.

Komariah, K., Nurmalina, R., & Burhanuddin, B. (2018). Analisis Location Quotient (LQ) untuk pengembangan kawasan peternakan sapi potong. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 6(3), 98–105.

Martinasari, U. N., Adlan, Z. U., & Setiawan, B. D. (2025). Daerah basis dalam pengembangan sapi Bali di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Peternakan Borneo, 4(2), 31–38.

Setiawan, B. D., Jati, P. Z., Putra, T. D., Herlina, B., & Adlan, Z. U. (2026). Analisis daya dukung lahan di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas menuju pembangunan peternakan berkelanjutan. Jurnal Peternakan (Journal of Animal Science), 10(1), 46–56.

Soekartawi. (2005). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. PT RajaGrafindo Persada.

Suryana. (2019). Pembangunan peternakan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Wartazoa, 29(2), 67–78.

Sutaryo, S., Kurniawati, A., & Prasetyo, B. (2020). Analisis daya dukung wilayah untuk pengembangan peternakan ruminansia. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 8(1), 1–9.

Tarigan, R. (2018). Ekonomi regional: Teori dan aplikasi (Edisi revisi). Bumi Aksara.

Yusdja, Y., Ilham, N., & Sayaka, B. (2017). Analisis pengembangan wilayah peternakan berbasis potensi sumber daya lokal. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 4(2), 45–54.

Published
2026-08-05