Tingkat Pemahaman Peternak Kambing PE terhadap Penyakit PMK, Penyakit Kembung, Penyakit Prolapsus di Kecamatan Girimulyo

Level of Understanding Among PE Goat Farmers Regarding FMD, Bloat, and Prolapse in Girimulyo District

  • Gana Pranata Solin Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Ajat Sudrajat Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Anastasia Mamilisti Susiati Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Keywords: Kambing PE, Penyakit PMK, Penyakit Kembung, Penyakit Prolapsus, Manajemen Kesehatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman peternak Kambing PE terhadap penyakit PMK, kembung, dan prolapsus di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Tingkat pemahaman yang dikaji meliputi kemampuan mengenali gejala klinis, memahami penyebab dan penularan, serta mengetahui tindakan awal yang tepat. Penelitian menggunakan metode survei dengan kuesioner pada peternak berpengalaman minimal tiga tahun sebanyak 22 orang, variabel penelitian ini meliputi profil peternak, tingkat pemahaman peternak terhadap penyakit PMK, penyakit kembung, dan penyakit prolapsus.Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peternak terhadap PMK bervariasi, dengan kategori sangat paham 18,17%, paham 22,76%, kurang paham 18,17%, dan tidak paham 40,90%. Pada penyakit kembung, kategori sangat paham 54,54%, cukup paham 36,36%, dan tidak paham 9,10%. Sedangkan pada prolapsus, sangat paham 31,81%, kurang paham 36,36%, dan tidak paham 31,81%. Disimpulkan bahwa pemahaman peternak di Kecamatan Girimulyo tergolong cukup baik, namun pemahaman terhadap PMK dan prolapsus masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam mengenali, mencegah, dan menangani penyakit pada kambing PE.

References

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. (2024). Data Populasi Ternak Kabupaten Kulon Progo Tahun 2024. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Isnaini, N., Kuswati, & Susilawati, T. (2019). Gangguan Reproduksi Pada Ternak Ruminansia Dan Penanganannya. UB Press.

Pugh, D. G., & Baird, A. N. (2012). Sheep and Goat Medicine (2nd ed.). Elsevier.

Rusman, R., Haloho, R. D., Fahrodi, D. U., Ningtiyas, R. W., Ermanda, D., Indah, D., Pratiwi, F. D., Susanti, Y., & Nainggolan, M. (2024). Tingkat Pengetahuan Peternak Kambing Terhadap Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) Di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian, 21(2), 123–134.

Smith, M. C., & Sherman, D. M. (2023). Goat Medicine (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Sodiq, A., & Yuwono, P. (2016). Manajemen Usaha Ternak Kambing. Gadjah Mada University Press.

Subrata, I. M., Suwiti, N. K., & Pemayun, T. G. O. (2020). Penanganan Prolapsus Uteri Pada Ternak Ruminansia. Udayana University Press.

Sudrajat, A., Budisatria, I., Bintara, S., & Rahayu, E. R. V. (2021). Produktivitas Induk Kambing Peranakan Etawah (PE) di Taman Ternak Kaligesing. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 21(1), 4.

Sudrajat, A., Amin, L., Christi, R. F., Sambodo, R., & Ismail, F. (2022). Profil Peternak Sapi Perah di Lembang Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Sumber Daya Hewan, 3(2), 29-31.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

Utami, D. P., & Santoso, B. (2019). Faktor Tindak Ekonomi Yang Memengaruhi Minat Peternak Dalam Pengembangan Usaha Ternak Rakyat. Jurnal Sosial Ekonomi Peternakan, 14(2), 101–109.

Widyastuti, A., Suryani, E., & Handayani, R. (2020). Peran Penyuluhan Dalam Meningkatkan Pemahaman Peternak Terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis. Jurnal Penyuluhan, 16(2), 120–130.

World Organisation for Animal Health. (2023). Terrestrial Animal Health Code: Infection With Foot And Mouth Disease Virus. https://www.woah.org/en/what-we-do/standards/codes-and-manuals/

Published
2026-08-05