Tingkat Penerimaan Petani Kelapa Sawit Rakyat terhadap Rancangan Penyuluhan Administrasi Kelompok Tani di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat

Smallholder Oil Palm Farmers' Acceptance Level Regarding the Farmer Group Administration Extension Program in Stabat District, Langkat Regency

  • Annisa Fitria Asti Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Liza Devita Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Silvia Nora Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
Keywords: Administrasi kelompok tani, Kelapa sawit, Penyuluhan pertanian, Rancangan penyuluhan, Regulasi perkebunan

Abstract

Kelompok tani merupakan kelembagaan strategis dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat. Namun, lemahnya pengelolaan administrasi kelompok tani menjadi kendala utama yang menghambat efektivitas kelembagaan petani kelapa sawit di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Sesuai amanat Permentan No. 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani dan Permentan No. 27 Tahun 2023 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian, penguatan kapasitas administrasi kelompok tani merupakan prioritas yang harus diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menyusun rancangan penyuluhan pengelolaan administrasi kelompok tani kelapa sawit, (2) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 39 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive dari 13 kelompok tani di tiga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun diterima dengan baik oleh sasaran, dengan total persentase penerimaan sebesar 84,67% berkategori Sangat Menerima. Materi penyuluhan memperoleh persentase tertinggi (86,37%), disusul lokasi (86,06%), volume (85,47%), biaya (85,13%), waktu (84,41%), media (83,60%), dan metode (82,36%). Temuan ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan berbasis kebutuhan petani kelapa sawit yang selaras dengan regulasi Ditjen Perkebunan efektif dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani.

References

Abdullah, K., Jannah, M., Aiman, U., Hasda, S., Fadilla, Z., Taqwin, Masita, Ardiawan, K. N., & Sari, M. E. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif (N. Saputra & A. K. Dewi (eds.)). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Bachtiar, E. E., Tapi, T., Saputra, H., Budicahyono, M. E., & Konyep, E. (2025). Penyuluhan Pertanian : Pendekatan , Metode dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan Program Studi Penyuluhan Program Studi Penyuluhan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan ,. Journal of Sustainable Agriculture Extension, 3(1), 42–52. https://doi.org/https://doi.org/10.47687/JoSAE.v3i1.1364

BPS Kabupaten Langkat. (2024). diakses 1 Mei 2026

Dewi, F. N. K., Oktaviani, D., Fadillah, W. N., Safitri, M. N., & Umiyana, A. A. (2024). Pengaruh penyuluhan dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan dan minat adopsi teknologi eco enzyme. Science Innovation and Technology (SINTECH), 4, 32–37. https://doi.org/DOI: 10.47701

Dewi, R. W. K., Fibriningtyas, A., & Prasetyo, H. (2023). Peran Penyuluh Terhadap Peningkatan Kelas Kemampuan Kelompok Tani. 7, 493–504. https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2018.000.00.0

Febianti, A., Shulthoni, M., Masrur, M., & Aris, M. (2023). Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Kerja di Indonesia. 2(1), 198–204.

Kustanti, E., Rusmana, A., & Hadisiwi, P. (2020). Penggunaan Media Informasi Oleh Penyuluh Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 29, 51–63. https://doi.org/10.21082/jpp.v29n2.2020.p51

Mardikanto, T. (2009). Sistem Penyuluhan Pertanian (S. Anantayu, K. Saddhono, & Suwarto (Eds.)). LPP dan UNS Press.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tentang Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, 36 (2016).

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 27 Tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian, 1 (2023).

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. (2016).

Prasetyowati, R. E., Ningsih, D. H., Anwar, M., Ahmadi, R., & Rinjani, U. G. (2025). Pelatihan Administrasi Pembukuan Sederhana Melalui Pendekatan Workshop di Kelompok Tani Ternak ( KTT ) Berlian Desa Sukadana Pendahuluan. Dharma Bakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi Teknologi Tepat Guna, 1(4). https://doi.org/10.63982/dharmabakti.h75cvk19

Riswani, Oktarina, S., Rosana, E., & Thirtawati. (2023). Modul Penyuluhan Pertanian. Jurusan Sosek FP Unsri.

Rustandi, Y., & Warnaen, A. (2019). Media Penyuluhan. Pusat Pendidikan Pertanian.

Soesana, A., Subakti, H., Karwanto, Kuswandi, A. F. S., Sastri, L., Falani, I., Aswan, N., Hasibuan, F. A., & Lestari, H. (2023). Metodologi Penelitian Kuantitatif (A. Karim (Ed.)). Yayasan Kita Menulis.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif (Sutopo (Ed.)). ALFABETA, cv.

Syahza, A. (2021). Metodologi Penelitian (A. Syahza (Ed.)). UR Press.

Zahra, S. A., Pratama, A. J., & Situmeang, W. H. (2024). Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Upaya Pengembangan Usahatani Urban Farming (Kasus Kelompok Tani Mugi Lestari Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya). 21(2), 212–224.

Published
2026-08-05