Optimalisasi Sorgum sebagai Pangan Lokal Alternatif dalam Mendukung Kebijakan Diversifikasi Pangan Nasional

Optimizing Sorghum as a Local Alternative Food to Support the National Food Diversification Policy

  • Widya Hanif Br Sembiring Universitas Nadhlatul Ulama
  • Maula Ambarwati Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta
Keywords: Sorgum, Pangan lokal, Diversifikasi pangan, Ketahanan pangan, Agribisnis

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras dan gandum impor mendorong perlunya diversifikasi pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal. Salah satu komoditas yang berpotensi dikembangkan adalah sorgum. Sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki kandungan gizi baik, tahan terhadap kondisi lahan kering, serta dapat diolah menjadi berbagai produk pangan alternatif. Selain memiliki potensi agribisnis yang menjanjikan, sorgum juga berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat di beberapa daerah Indonesia yang telah lama memanfaatkannya sebagai bahan pangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sorgum sebagai pangan lokal alternatif, perannya dalam mendukung kebijakan diversifikasi pangan nasional, serta strategi optimalisasi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui jurnal ilmiah, buku, artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa sorgum memiliki peluang besar sebagai alternatif pengganti beras dan gandum karena memiliki daya adaptasi tinggi, kandungan gizi yang baik, serta nilai ekonomi yang potensial. Namun, pengembangan sorgum masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya minat konsumsi masyarakat, terbatasnya inovasi produk olahan, serta kurang optimalnya pemasaran dan edukasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah, inovasi produk, penguatan agribisnis, dan edukasi masyarakat agar sorgum dapat berkembang sebagai pangan lokal unggulan dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

References

Artikel, 2023; H & Bororing, 2021; Habibah et al., 2024; Hermawan & Andrianyta, 2023; Laili et al., 2023; Lina et al., 2020; Muhamad et al., 2022; N et al., 2025; Noviana et al., 2023; Pengabdian & Masyarakat, 2017; Permana et al., 2025; Sabaha et al., 2025; Samban, 2025; Sari & Attahira, n.d.; Sorgum & Widowati, 2010; Susanti, 2023; Tentara et al., 2023; Wardhana et al., 2022)Artikel, I. (2023). Pemanfaatan Sorgum Dalam Menunjang Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Desa Lamabelawa , Kabupaten Flores. 4(3), 2095–2104.

Habibah, L., Futri, A., Khuzaeri, A. P., Shidqi, F., & Winata, W. A. (2024). Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Beras Sebagai Makanan Pokok : Faktor Penyebab Ketergantungan Dan. 3(2).

Hermawan, H., & Andrianyta, H. (2023). Respons kebijakan terhadap potensi krisis pangan global. 14(4), 400–406.

Lina, E. C., Pertanian, F., Andalas, U., Teknologi, F., & Universitas, P. (2020). RAMBATAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Development of Alternative Food Plant Sorgum Cultivation at Rain Shadows In Nagari Rambatan , Lima Puluh Kota District PENDAHULUAN Jorong Pabalutan dan Dusun Ladang Laweh merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat , Kecamatan Rambatan itu sendiri adalah satu dari 8 Kecamatan di Kabupaten Tanah Datar yang terletak di 00o 17 ” LS - 00o 39 ” LS dan 100o 19 ’ BT - 100o 51 ’ BT . Nagari Rambatan mempunyai penduduk 33 . 117 dengan masyarakat rendah dengan jumlah pengangguran mencapai 3 . 709 orang . lahan untuk perkebunan ( karet , kopi , kulit manis , coklat , pisang , kelapa , pinang dan lain-lain ) atau kebun campur seluas 1 . 517 Ha . Penggunaan lahan untuk persawahan seluas 777 Ha , dengan Tegalan seluas 155 Ha , permukiman seluas 185 Ha , keadaan sawah tadah hujan dan yang di airi dengan irigasi hanya 10 Ha . Area perikanan darat seluas 15 Ha , lahan hutan seluas 1 . 759 , 8 Ha , lahan kritis seluas 518 , 20 Ha dan sisanya adalah lahan yang belum diusahakan yang terdiri dari tanah tandus dan padang ilalang dan seluas 30 Ha . Masyarakat pedesaan mayoritas bergerak di sektor pertanian , saat ini masih banyak daerah yang belum optimal dalam budidaya pertanian terkendala oleh ketersediaan air akibat minimnya sistem irigasi . Petani sawah tadah hujan yang mencapai luas 767 Ha hanya melakukan tanam padi dua kali bahkan satu kali dalam setahun . Hal ini menyebabkan masyarakat sangat tergantung pada hasil perkebunan yang didominasi oleh tanaman karet . Saat ini tanaman karet mencapai harga terendah sehingga sangat berdampak pada perekonomian masyarakat petani ( Dinas Perkebunan Kabupaten Sijunjung , 2009 ) Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat . Salah satunya adalah dengan menggali dan mengembangkan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama penduduk . Sebanyak 27 . 442 Ha lahan di Nagari Rambatan merupakan lahan persawahan . Petani hanya bertanam padi di sawah dua kali dalam setahun bahkan hanya sekali dalam setahun . Memasuki musim kemarau petani menganggur karena ketersediaan air tidak mencukupi untuk bercocok tanam padi . Menanam sorgum merupakan alternatif pilihan karena hanya tanaman sorgum yang dapat tumbuh optimal pada lahan kering dan masam…. 3(3), 220–228.

N, S. K., Septiana, E., H, F. W., U, F. J., A, F. I., Faisol, M. A., W, M. T. L., Meilinda, N., & M, T. K. (2025). Pengaruh Diversifikasi Pangan Lokal Terhadap Strategi Pangan Global : Sistematik Literatur Review . The Influence of Local Food Diversification on Global Food Strategy : Systematic Literature Review . Infokes : Info Kesehatan. 15(1).

Pengabdian, J., & Masyarakat, K. (2017). No Title. 1(5), 329–331.

Permana, A., Sukriadi, E. H., Muttaqien, R. R., & Setyani, S. (2025). Pemanfaatan Sorgum Lokal dalam Pengembangan Produk Makanan yang Memiliki Nilai Ekonomis di Desa Wisata Edukasi Cibiru Wetan. 6(3), 1966–1972.

Sabaha, A., Andita, D. P., Amilia, L., Sabila, R. S. A., & Desmawan, D. (2025). Pengaruh Diversifikasi Pangan Terhadap Peningkatan Kualitas Gizi : Strategi Menuju Ketahanan Pangan dan Kesehatan. 2(1), 1895–1903.

Samban, U. R. (2025). Jurnal PADAMU NEGERI. 6(1), 43–48.

Sorgum, B., & Widowati, S. (2010). Karakteristik Mutu Gizi Dan Diversifikasi Pangan Berbasis Sorgum (. 19(4), 373–382.

Susanti, A. (2023). Korporasi Petani Sorghum sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional. 2(3), 185–193.

Tentara, J., No, P., Bogor, K., Barat, J., Tentara, J., No, P., Bogor, K., & Barat, J. (2023). MODEL PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SORGUM MENDUKUNG DIVERSIFIKASI PANGAN : STUDI KASUS DI KABUPATEN FLORES TIMUR , PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Model of Sorghum Agroindustry Development to Supports Food Diversification : a Case Study in East Flores District , East Nusa Tenggara Province. 21(2), 187–198.

Wardhana, A. M., Fauzi, M. I., Hendarti, R. P., & Arini, G. K. (2022). Peranan diversifikasi pangan dalam menghadapi krisis pangan dunia di indonesia the role of food diversification in facing the food crisis. 20–29.

Published
2026-08-05