Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Tebu dengan pendekatan Stocastic Meta Frontier di Kabupaten Malang dan Kediri
Analysis of Technical Efficiency in Sugarcane Farming Using the Stochastic Meta-Frontier Approach in Malang and Kediri Regencies
Abstract
Perbedaan kondisi agroekologi, karakteristik sumber daya, dan tingkat adopsi teknologi berpotensi menyebabkan variasi efisiensi teknis dan kesenjangan teknologi pada usahatani tebu. Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri merupakan dua sentra produksi tebu di Jawa Timur yang memiliki karakteristik wilayah berbeda sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif efisiensi dan teknologi produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan tingkat efisiensi teknis serta kesenjangan teknologi usahatani tebu di Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri menggunakan pendekatan Stochastic Meta Frontier (SMF). Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari 180 petani tebu sistem keprasan (ratoon cane), terdiri atas 90 responden di Kabupaten Malang dan 90 responden di Kabupaten Kediri. Analisis dilakukan melalui pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) untuk mengestimasi efisiensi teknis masing-masing wilayah dan dilanjutkan dengan pendekatan Stochastic Meta Frontier (SMF) untuk mengevaluasi perbedaan teknologi antarwilayah. Efisiensi teknis diukur berdasarkan kemampuan petani menghasilkan output maksimum pada tingkat penggunaan input tertentu, sedangkan kesenjangan teknologi dianalisis melalui perbandingan frontier produksi antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani tebu di Kabupaten Malang sebesar 0,774 dengan kisaran nilai 0,505–0,928, sedangkan di Kabupaten Kediri sebesar 0,769 dengan kisaran nilai 0,494–0,937. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kedua wilayah belum mencapai kondisi efisiensi teknis optimal karena masih berada di bawah ambang efisiensi 0,80. Sebanyak 55,56% petani di Kabupaten Malang dan 65,56% petani di Kabupaten Kediri belum beroperasi pada tingkat praktik terbaik dalam kelompok teknologinya. Temuan ini mengindikasikan bahwa masih terdapat peluang peningkatan produksi melalui perbaikan manajemen usahatani dan optimalisasi penggunaan teknologi budidaya. Perbedaan tingkat efisiensi teknis antara kedua wilayah juga menunjukkan adanya indikasi kesenjangan teknologi yang memengaruhi kemampuan petani dalam memanfaatkan sumber daya produksi secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tebu tidak hanya bergantung pada penambahan input produksi, tetapi juga memerlukan upaya pengurangan kesenjangan teknologi melalui percepatan adopsi inovasi, penguatan kapasitas petani, serta peningkatan efektivitas penyuluhan pertanian. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi teknis dan daya saing usahatani tebu secara berkelanjutan.
References
Ali, S., Badar, N., Fatima, H. (2015). Forecasting production and yield of sugar cane and cotton crops of Pakistan for 2013-2030. Sarhad J. Agric., 31, 1–9.
Anggrainingrum, A. A., Prasetyo, E., & Roessali, W. (2022). Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu Di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 6(4).
Asmara, R., dan Sugianto, S. K. (2009). Analisis Efisiensi Teknis pada Usahatani tebu. Habitat, 20(1), 62–72.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2021). Statistik Indonesia 2021. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik Indonesia.
Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2023). Provinsi Jawa Timur dalam Angka.
Battese, G.E., Prasada Rao D.S., O. C. J. (2004). A Metafrontier Production Function for Estimation of Technical Efciencies and Technology Gaps for Frms Operating Under Diferent Technologies. J. Prod Anal, 21(1), 91–103.
Coelli.T.I, Rao, D.S.P. dan Battese, G. (1998). Introduction to Efficiency and Productivity Analysis. Boston: Kluwer Academic.
Creswell, J. W. (2019). Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. (Edisi keem). Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Fahriyah, F., Hanani, N., Koestiono, D., &, & Syafrial, S. (2018). Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Tebu Lahan Sawah dan Lahan Kering dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 2(1). https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2018.002.01.8
Hartono, S., Rahayu, L., & Perwitasari, H. (2020). Comparative studies of partnership between Credit Farmers (Tebu Rakyat Kredit) and Independent Farmers (Tebu Rakyat Mandiri) with Pesantren Baru sugar factory in Kediri, East Java, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 518(1).
Huang CJ, Huang T-H, and L. N.-H. (2014). A New Approach to Estimating the Metafrontier Production Function Based on A Stochastic Frontier Framework. J Prod Anal, 42(3), 241–254.
Lestari T.P, & Dewanti F.D. (2023). Analisis Vegetasi dan Identifikasi Kandungan Fitokimia Gulma pada Lahan Tebu (Saccharum officinarum L.). Agrocentrum, 1(1), 33–40.
Maulana, M.F.&Sinurat, J. (2026). Analisis Forecasting Produktivitas Padi Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional. Prosiding Saintek: Sains Dan Teknologi, 5(1), 792–805. https://doi.org/ISSN: 2962-3545
Pertanian, K. (2016). Outlook Tebu 2016, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal-Kementerian Pertanian 17.
Presiden RI. (2023). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2023 Tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel). Presiden Republik Indonesia, 1–14.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Sulaiman, A. A., Sulaeman, Y., Mustikasari, N., Nursyamsi, D., & Syakir, A. M. (2019). Increasing sugar production in Indonesia through land suitability analysis and sugar mill restructuring. Land, 8(4).
Sulistyawati, W., Wahyudi, & T., & S. (2022). Analisis (Deskriptif Kuantitatif) Motivasi Belajar Siswa dengan Model Blended Learning di Masa Pandemi Covid19. Kadikma, 13(1), 68–73.
Tinaprilla, N. (2011). Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Tebu di Jawa Timur. Prosiding Seminar Penelitian Unggulan Departemen Agribisnis. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi Dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Retrieved from Bogor
Walheer, B. (2023). Meta-frontier and technology switchers: A nonparametric approach. European Journal of Operational Research, 305(1), 463–474.
Zaky, Y., Pambudy, R., & Harianto, H. (2019). Analisis Efisiensi Usahatani Tebu Petani Mitra dan Non Mitra di Kabupaten Blora Jawa Tengah. Forum Agribisnis, 9(1). https://doi.org/https://doi.org/10.29244/fagb.9.1.85-106








