Inovasi Agribisnis Jagung Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi dalam Mendukung Kebijakan Ketahanan dan Kemandirian Pangan di Indonesia
Corn Agribusiness Innovation Based on Local Wisdom and Technology in Supporting Food Security and Self-Sufficiency Policies in Indonesia
Abstract
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki, sehingga perwujudannya menjadi bagian dari hak asasi setiap rakyat Indonesia. Namun, sektor agribisnis jagung saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks berupa perubahan iklim ekstrem dan tingginya ketergantungan pada input kimia sintetis yang mengikis sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dan rekomendasi ilmiah mengenai bentuk integrasi inovasi teknologi pertanian modern dan nilai-nilai kearifan lokal guna mengoptimalkan potensi agribisnis jagung dalam mendukung kebijakan kemandirian pangan nasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review) dan Analisis Isi (Content Analysis). Sumber data penelitian sepenuhnya memanfaatkan data sekunder yang diperoleh secara berkala dari dokumen regulasi resmi pemerintah serta artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang kredibel. Tahapan prosedur penelaahan literatur meliputi identifikasi data melalui basis data digital, penyaringan berdasarkan kebaruan informasi, serta seleksi kelayakan substansi artikel. Teknik analisis deskriptif kualitatif diterapkan melalui alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara teoretis. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa keberlanjutan agribisnis jagung di tingkat hulu dicapai melalui sinkronisasi penggunaan varietas unggul adaptif dengan kalender agraris tradisional Pranata Mangsa. Pada fase budidaya, efisiensi input sarana produksi terbukti meningkat secara signifikan lewat perpaduan teknologi pertanian presisi (smart farming) dan pola tanam tumpang sari (intercropping). Evaluasi kebijakan menunjukkan adanya kesenjangan (gap) implementasi regulasi struktural pusat di tingkat tapak karena pendekatan cenderung top-down, sehingga diperlukan orientasi kelembagaan kelompok tani sebagai jembatan kultural. Kesimpulannya, sinergi adaptif yang menempatkan inovasi teknologi sebagai komplemen pendukung kearifan lokal mampu meningkatkan produktivitas jagung domestik secara berkelanjutan demi tercapainya kedaulatan ekonomi petani kecil dan kemandirian pangan nasional.
References
Badan Pusat Statistik. (2024). Analisis kemandirian pangan dan produksi tanaman pangan Indonesia. BPS.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2024). Rencana strategis penguatan komoditas jagung nasional. Kementerian Pertanian RI.
Gunawan, A. (2025). Teknologi pertanian presisi dalam mendukung kedaulatan pangan. Jurnal Inovasi Agribisnis, 12(1), 45–58.
Prasetyo, B., Hidayat, R., & Wahyuni, S. (2024). Dampak penggunaan input kimia berlebih pada lahan kering tanaman pangan. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 26(2), 89–97.
Sari, M., & Utami, T. (2023). Resiliensi petani jagung terhadap perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian, 15(3), 210–224.
Wibowo, H., & Lestari, P. (2022). Revitalisasi kearifan lokal dalam pertanian berkelanjutan. Sosiologi Pedesaan, 10(2), 115–128.
Pangumboro, I., & Islamiyah, I. M. (2024). Penerapan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan ketahanan pangan: Menuju Indonesia Emas. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 3(2), 809–826.
Patria, I. (2025). Transformasi pertanian presisi berbasis digital di Indonesia: Tinjauan sistematis peluang dan tantangan. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(6), 1462–1477.
Saraan, M. I. K., & Rambe, R. F. A. K. (2023). Kebijakan pengembangan inovasi teknologi pertanian presisi. Jurnal Kajian Agraria Dan Kedaulatan Pangan (JKAKP), 2(1), 1–5.








