Memperkuat Peran Lembaga, Mendorong Inisiasi dan Menyusun Kegiatan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) : Merancang Model berbasis Pengalaman Pendampingan Program Kostratani di 4 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah

Strengthening Institutional Roles, Promoting Initiative Development, and Structuring Activities in Agricultural Extension Centers (BPP): Designing a Model Based on the Experience of Assisting the Kostratani Program in Four Regencies in Central Java Province

  • Iwan Setiajie Anugrah Kementerian Pertanian
  • Cut Rabiatul Adawiyah Kementerian Pertanian
Keywords: BPP, Kostratani, Penyuluhan pertanian, Kelembagaan, Inovasi pertanian

Abstract

Transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui program Kostratani merupakan upaya strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat sistem penyuluhan pertanian berbasis data dan teknologi. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan terkait kapasitas kelembagaan, SDM penyuluh, serta koordinasi lintas aktor. Penulisan artikel ini bertujuan merumuskan model penguatan peran BPP berdasarkan pengalaman pendampingan implementasi Kostratani di empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Penetapan lokasi secara purposive berkaitan dengan lokasi pendampingan institusi yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel dan participatory action approach. Data dikumpulkan melalui observasi pendampingan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kapasitas BPP, implementasi Kostratani yang belum optimal, serta pola kerja penyuluh yang masih administratif. Pendampingan terbukti mendorong munculnya inisiatif kelembagaan, penguatan kolaborasi, serta peningkatan pemanfaatan data maupun fasilitas di BPP. Penelitian ini menghasilkan model penguatan BPP berbasis lima komponen utama: penguatan kelembagaan, SDM, digitalisasi data dan system pelaporan, mekanisme inisiasi program, dan kolaborasi multi-aktor. Model pendampingan ini mendorong aktivitas BPP berikut pemanfaatan sarana-prasarana serta fasilitas yang dimiliki dan secara berkelanjutan menghasilkan transformasi BPP menuju pusat gerakan pertanian berbasis data dan kegiatan di tingkat kecamatan.

References

Adawiyah, C. R., Anugrah, I. S., Wahyuni, S., Syukur, M., Suhartini, S. H., Indraningsih, K. S., Tarigan, H., Pranadji, T., Mulyono, J., & Hermawan, H. (2021). The existing and expectations of BPP capacity in the strategic command for agricultural development program. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 892(1), 012090. https://doi.org/10.1088/1755-1315/892/1/012090

Adawiyah, C. R., & Anugrah, I. S. (2025). Pola pemberdayaan petani berdasarkan tupoksi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berbasis program Kostratani di Provinsi Jawa Barat. Jurnal JP2N, 2(2), 186–197.

Anderson, J. R., & Feder, G. (2007). Agricultural extension. In R. Evenson & P. Pingali (Eds.), Handbook of Agricultural Economics (Vol. 3, pp. 2343–2378). Elsevier.

Anugrah, I. S., Syukur, M., Pranadji, T., Wahyuni, S., Indraningsih, K. S., Suhartini, S. H., Tarigan, H., Adawiyah, C. R., Mulyono, J., & Hermawan, H. (2021). Kemanfaatan Balai Penyuluhan Pertanian sebagai simpul pelayanan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan [Laporan hasil penelitian]. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2019). Digital technologies in agriculture and rural areas: Briefing paper.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelaksanaan Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner. Springer.

Klerkx, L., van Mierlo, B., & Leeuwis, C. (2012). Evolution of systems approaches to agricultural innovation: Concepts, analysis and interventions. Agricultural Systems, 108, 1–16. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2012.06.011

Leeuwis, C., & Van den Ban, A. (2004). Communication for rural innovation: Rethinking agricultural extension. Blackwell Science.

North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge University Press.

OECD. (2015). The governance of policy systems in a multi-level context. OECD Publishing.

Osborne, S. P., & Brown, L. (2011). Innovation in public services. Routledge.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Scott, W. R. (2014). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities (4th ed.). Sage.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Swanson, B. E., & Rajalahti, R. (2010). Strengthening agricultural extension and advisory systems: Procedures for assessing, transforming, and evaluating extension systems. World Bank.

World Bank. (2012). Agricultural innovation systems: An investment sourcebook. World Bank Publications.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.

Published
2026-08-05