Perempuan Adat, Ketahanan Pangan Lokal, dan Resiliensi Sosial-Ekologis di Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya

Indigenous Women, Local Food Security, and Socio-Ecological Resilience in Kampung Naga, Tasikmalaya, Indonesia

  • Muslim Sabarisman Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Iwan Setiajie Anugrah Badan Riset dan Inovasi Nasional
Keywords: Perempuan adat, Ketahanan pangan lokal, Resiliensi sosial-ekologis, Feminist political ecology, Kampung Naga

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana perempuan adat memproduksi resiliensi sosial-ekologis melalui praktik keseharian yang tertanam dalam struktur adat di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya. Studi ini berangkat dari kritik terhadap pendekatan resiliensi yang selama ini cenderung teknokratis dan berorientasi pada intervensi eksternal, sehingga sering mengabaikan praktik-praktik lokal yang berkembang dari dalam komunitas. Dalam konteks masyarakat adat, perempuan tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga menjadi aktor penting dalam menjaga keberlanjutan sosial, pangan, kesehatan, dan lingkungan komunitas. Secara teoritik, penelitian ini menggunakan perspektif feminist political ecology untuk melihat keterkaitan antara relasi gender, pengelolaan sumber daya, serta dinamika kekuasaan dalam sistem sosial-ekologis masyarakat adat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen komunitas, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Fokus analisis diarahkan pada praktik pengelolaan pangan, perawatan kesehatan berbasis pengetahuan lokal, serta relasi sosial-ekologis dalam kehidupan sehari-hari perempuan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi sosial-ekologis di Kampung Naga dibangun melalui praktik keseharian perempuan yang berlangsung secara kolektif dan berkelanjutan. Dalam ranah pangan, perempuan berperan dalam penyimpanan, distribusi, dan pengelolaan hasil pertanian sebagai strategi menghadapi ketidakpastian. Dalam ranah kesehatan, perempuan mempertahankan praktik perawatan tradisional melalui pemanfaatan tanaman obat dan pengetahuan lokal. Selain itu, relasi sosial berbasis gotong royong yang dipelihara perempuan memperkuat solidaritas komunitas dan menjaga keseimbangan ekologis sesuai norma adat. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi sosial-ekologis bersifat tidak netral secara gender dan diproduksi melalui kerja-kerja reproduktif yang sering kali tidak terlihat dalam kebijakan formal. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengakuan terhadap pengetahuan dan praktik perempuan adat sebagai bagian penting dalam strategi penguatan komunitas adat dan keberlanjutan lokal.

References

Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: are they related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364.

Agarwal, B., & Herring, R. (2015). Food security, productivity, and gender inequality. The Oxford Handbook of Food, Politics, and Society, 861, 273–301.

Agarwal, T., Goel, P. A., Gartaula, H., Rai, M., Bijarniya, D., Rahut, D. B., & Jat, M. L. (2021). Gendered impacts of climate-smart agriculture on household food security and labor migration: insights from Bihar, India. International Journal of Climate Change Strategies and Management, 14(1), 1–19. https://doi.org/10.1108/IJCCSM-01-2020-0004

Berkes, F. (2017). Sacred ecology. Routledge.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Colchester, M., Chao, S., Roy, D., Safitri, M., & Shimray, G. (2011). Divers Paths To Justice.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Elmhirst, R. (2011). Introducing new feminist political ecologies. Geoforum, 42(2), 129–132.

Folke, C. (2006). Resilience: The emergence of a perspective for social–ecological systems analyses. Global Environmental Change, 16(3), 253–267.

Folke, C., Biggs, R., Norström, A. V, Reyers, B., & Rockström, J. (2016). Social-ecological resilience and biosphere-based sustainability science. Ecology and Society, 21(3).

Nightingale, A. J. (2017). Power and politics in climate change adaptation efforts: Struggles over authority and recognition in the context of political instability. Geoforum, 84, 11–20.

Prasetyo, G. L., Subkhan, M., Aceng, R., Sukaesih, E., & Muslimah, M. (2025). Model pertanian berbasis kearifan lokal Kampung Naga untuk ketahanan pangan. Jurnal Citizenship Virtues, 5(1), 13–32.

Rocheleau, D., Thomas-Slayter, B., & Wangari, E. (2013). Feminist political ecology: Global issues and local experience. Routledge.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications. Sage Thousand Oaks, CA.

Published
2026-08-05