Respon Petani Tradisional terhadap Modernisasi Pertanian di Kampung Warmare 1: Implikasi Bagi Keberlanjutan Pertanian Lokal

Traditional Farmers' Responses to Agricultural Modernization in Kampung Warmare 1: Implications for Local Agricultural Sustainability

  • Eka Budi Saputra Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Latarus Fangohoi Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Indah Pratiwi Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Keywords: Modernisasi Pertanian, Respon Petani, Keberlanjutan, Kampung Warmare I, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon petani tradisional terhadap modernisasi pertanian di Kampung Warmare I, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka dalam mengadopsi teknologi, serta menilai implikasinya bagi keberlanjutan pertanian lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuisioner dan wawancara mendalam kepada petani setempat. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa mayoritas petani di Kampung Warmare I menyetujui modernisasi pertanian dengan skor indeks sebesar 76,27% dalam kategori “Setuju”. Sebanyak 59,2% responden memilih “Setuju” dan 34,5% memilih “Sangat Setuju”, sedangkan sebagian kecil bersikap netral atau menolak. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan petani antara lain ketersediaan sarana prasarana, akses informasi dan penyuluhan, serta kesesuaian teknologi dengan kondisi lokal. Beberapa kendala utama adalah biaya investasi alat yang tinggi, keterbatasan pelatihan praktis, dan kekhawatiran terhadap pengoperasian teknologi baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi waktu, dan kesejahteraan petani. Namun, keberhasilannya memerlukan strategi implementasi berbasis pendekatan partisipatif, penyuluhan praktis, integrasi teknologi dengan kearifan lokal, serta bantuan peralatan awal untuk mengurangi beban modal petani. Implikasi terhadap keberlanjutan pertanian lokal menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara teknologi modern dan praktik tradisional agar transformasi pertanian dapat berjalan adaptif, produktif, dan tetap lestari.

References

Firdaus Setiawan, R., Idhoh Fitriana, N. H., & Susanto, H. (2024). Pengaruh Persepsi Petani dan Peran Pendamping Terhadap Digitalisasi Pertanian Durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Jurnal Agribisnis Indonesia, 12(2), 359–369. https://doi.org/10.29244/jai.2024.12.2.359-369

Fitriana, R., & Hidayat, A. (2022). Modernisasi pertanian dan keberlanjutan sistem lokal. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 15(2), 88–97.

Harahap, A. A., Tambun, I. F., Siregar, F. P., & Syafiq, M. Z. Al. (2025). Analisa Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Petani dalam Diversifikasi Usaha Tani Analysis of Factors Influencing Farmers ’ Decisions in Farm Enterprise Diversification. 8(May), 112–120.

Khoirunnisa, F., Rozaki, Z., Wulandari, R., & Arie Suryani, C. (2023). Engagement and Contribution of the Young Generation to Agricultural Development in Indonesia Keterlibatan dan Kontribusi Generasi Muda Terhadap Pembangunan Pertanian di Indonesia. Crafting Innovation for Global Benefit " Proceedings The 4th UMYGrace 2023, 3(2), 190–196. http://epublikasi.pertanian.go.id/

Krisnawati, Raya, A. B., & Subejo. (2025). Indigenous Knowledge on Shifting Cultivation and Sustainable Agriculture. Journal of Global Innovations in Agricultural Sciences, 13(1), 169–179. https://doi.org/10.22194/JGIAS/25.1519

Matheus, R., Studi, P., Pertanian, P., Kering, L., Petanian, P., Kupang, N., Lasiana, K., Lima, K. K., & Kupang, K. (2024). Kinerja Penyuluh Pertanian : Faktor Penentu Keberlanjutan. Jurnal Penyuluhan & Komunikasi Pembangunan Pertanian (JPKPP), 1(2), 23–35.

Moerni, S. Y. (2024). Analisis Faktor-Faktor Lingkungan dalam Desain Arsitektur Pedesaan. Tugas Mahasiswa Program Studi Arsitek, 1(1).

Munte, S. T. (2025). Pengaruh Tingkat Pendidikan Petani terhadap Adopsi Teknologi Pertanian. Circle Archive, 1(7).

Rahman, R., Putra, S., & Yulianto, D. (2023). Efisiensi dan produktivitas dalam modernisasi pertanian. AgroTech Media.

Rabbani, I., & Hafidz, N. (2015). Persoalan Kearifan Lokal dan Keindonesiaan dalam Beberapa Perspektif. Proceedings of the National Academy of Sciences, 3(1), 1–15.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi terbaru). Bandung: Alfabeta.

Tapi T, Mikhael, & Makabori Y, Y. (2024). Transformasi Penyuluhan Pertanian Menuju Society 5.0: Analisis Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Journal of Sustainable Agriculture Extension, 2(1), 37–47. https://doi.org/10.47687/josae.v2i1.820s

Wulandari, E., & Kurniati, E. (2025). Karakteristik Pertanian Di Indonesia: Antara Tradisi, Tantangan Struktural, Dan Peluang Transformasi. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2(1), 57-72.

Wulandari, L., Aulia, D., Pratama, R., Fitriana, R., Hidayat, A., Suryani, D., Astuti, M., Rahayu, N., Hermawan, A., Supriyadi, E., Wijaya, F., Hidayat, D. C., Mizuno, K., Said, C. A. A., & Herdiansyah, H. (2023). Faktor penerimaan teknologi pertanian oleh petani tradisional. Jurnal Inovasi Agrikultur, 11(1), 22–34. https://doi.org/10.3390/agriculture13020459

Yudha, E. P., Tedjalaksana, V., & Putri, C. K. E. (2023). Dampak Modernisasi Terhadap Kesejahteraan Petani. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Agribisnis VII, 7(1), 62–67.

Published
2026-08-05