Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
A Model for Food Self-Reliance Empowerment Based on Local Wisdom among the Baduy Indigenous Community
Abstract
Krisis pangan global, perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerentanan sistem pangan modern mendorong pentingnya pengembangan model pangan berkelanjutan berbasis komunitas lokal dan kearifan tradisional. Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan salah satu komunitas adat yang masih mempertahankan sistem pangan tradisional berbasis nilai adat, konservasi lingkungan, dan solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Baduy dalam mendukung sistem pangan komunitas, menganalisis mekanisme kemandirian pangan masyarakat adat Baduy, serta merumuskan model konseptual kemandirian pangan dan pemberdayaan berbasis kearifan lokal sebagai alternatif pembangunan pangan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi literatur, dokumentasi, dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai sumber ilmiah terkait masyarakat adat Baduy, sistem pangan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian pangan masyarakat Baduy dibangun melalui integrasi antara pikukuh adat, kelembagaan adat, sistem pertanian huma, konservasi lingkungan, diversifikasi pangan, serta solidaritas sosial komunitas. Sistem pangan masyarakat Baduy memiliki karakter agroekologi yang ditunjukkan melalui penggunaan benih lokal, pembatasan eksploitasi alam, rotasi lahan, dan minimnya ketergantungan terhadap input eksternal pertanian. Selain memiliki kontribusi terhadap ketahanan pangan komunitas, sistem pangan Baduy juga memperkuat pemberdayaan masyarakat adat, mendukung konservasi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Namun demikian, keberlanjutan sistem pangan masyarakat Baduy menghadapi tantangan berupa modernisasi, tekanan pembangunan, perubahan sosial, dan masih terbatasnya perlindungan terhadap masyarakat adat. Model pangan masyarakat Baduy relevan sebagai alternatif pengembangan pembangunan pangan nasional yang berkelanjutan, resilien, dan berbasis komunitas lokal.
References
Altieri, M. A. (2004). Agroecology: The Science of Sustainable Agriculture (2nd ed.). Boulder: Westview Press.
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2017). The adaptation and mitigation potential of traditional agriculture in a changing climate. Climatic Change, 140(1), 33–45.
Anugrah, I.S., K.S. Indraningsih, Lindawati, H.H. Setiawan. (2026). Local Knowledge and Practices of Land Management in Climate Change Mitigation in the Baduy Indigenous Community in Indonesia. In Climate Change, Land Degradation, and Sustainability: Insight Towards Innovative Solutions. Sustainability Solutions Series. Singapore: Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-032-00704-9
Berkes, F. (2018). Sacred Ecology (4th ed.). New York: Routledge.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Chambers, R. (1995). Poverty and Livelihoods: Whose Reality Counts? Environment and Urbanization, 7(1), 173–204. https://doi.org/10.1177/095624789500700106
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Dove, M. R. (2006). Indigenous people and environmental politics. Annual Review of Anthropology, 35, 191–208.
Ellen, R., & Iskandar, J. (1998). Leuit and food security among the Baduy community of West Java. Dalam Human Ecology and Environmental Management in Indonesia. Jakarta: LIPI Press.
Fahruqi, M. N., & Moeis, J. P. (2024). Kearifan lokal masyarakat Urang Kanekes (Baduy) untuk ketahanan pangan dan kontribusinya di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Jurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan, 5(1), 93–106.
[FAO] Food and Agriculture Organization. (2018). Scaling Up Agroecology Initiative: Transforming Food and Agricultural Systems in Support of the SDGs. Rome: FAO.
[FAO] Food and Agriculture Organization. (2022). The State of Food Security and Nutrition in the World 2022. Rome: FAO.
[FAO] Food and Agriculture Organization. (2021). Indigenous Peoples’ Food Systems: Insights on Sustainability and Resilience from the Front Line of Climate Change. Rome: FAO.
Gliessman, S. R. (2015). Agroecology: The Ecology of Sustainable Food Systems (3rd ed.). Boca Raton: CRC Press.
[UNPFII] United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues. (2021). Report on the Twentieth Session (19–30 April 2021). New York: United Nations Economic and Social Council. Document Number: E/2021/43-E/C.19/2021/10.
[IPCC] Intergovernmental Panel on Climate Change. (2023). Climate Change 2023: Synthesis Report. Geneva: IPCC.
Iskandar, J. (1992). Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari Daerah Baduy Banten Selatan, Jawa Barat. Jakarta: Djambatan.
Iskandar, J., & Ellen, R. (2000). The contribution of Paraserianthes (Albizia) falcataria to sustainable swidden management practices among the Baduy of West Java. Human Ecology, 28(1), 1–17.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Li, T. M. (2014). Land’s End: Capitalist Relations on an Indigenous Frontier. Durham: Duke University Press.
Lindawati, I.S. Anugrah, H. Tarigan, K.S. Indraningsih, T.B. Purwantini, W. Hariyanto. (2024). Huma rice management model and food security system of Baduy indigenous communities, Indonesia. BIO Web Conferences, 119, 02004. https://doi.org/10.1051/bioconf/202411902004
Mirajiani, & Widiati, S. (2022). Pengetahuan lokal masyarakat adat Baduy dalam pranata sosial untuk menunjang ketahanan pangan. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1).
Ostrom, E. (1990). Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge: Cambridge University Press.
Permana, R. C. E. (2006). Tata Ruang Masyarakat Baduy. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Pretty, J. (2011). Interdisciplinary progress in approaches to address social-ecological and ecocultural systems. Environmental Conservation, 38(2), 127–139. https://doi.org/10.1017/S0376892910000937.
Scoones, I. (2015). Sustainable Livelihoods and Rural Development. Brighton: Institute of Development Studies (IDS), University of Sussex.
Stebbins, R. A. (2001). Exploratory Research in the Social Sciences. Thousand Oaks: Sage Publications.
Suandi, M., & Ribawati, E. (2025). Leuit sebagai warisan kearifan lokal dan penopang ketahanan pangan masyarakat Baduy. Sindoro: Cendikia Pendidikan. ISSN: 3025-6488 Vol. 16 No 3 Tahun 2025 : Prev DOI: 10.9644/sindoro.v3i9.252 ;
Syaltut, M. A., Nurbaeti, N., & Gunawijaya, J. (2023). Budaya pangan masyarakat Badui berbasis kearifan lokal. Jurnal Gastronomi Indonesia, 11(1).
Tarigan H., K.S. Indraningsih, I.S. Anugrah, T.B. Purwantini, Lindawati, W. Hariyanto, S. Bahri, Ansaar, Mirajiani, S. Mappangara. (2023). Tata Kelola Pangan Regional berbasis Pembelajaran Komunitas Adat dalam Pemenuhan Pangan Berkelanjutan. [Laporan Akhir Penelitian CRC RP-A.TA 2023]. Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas-OR TKPEKM-Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN. Jakarta.
Tarigan H., K.S. Indraningsih, I.S. Anugrah, T.B. Purwantini, Saptana, W. Hariyanto, Lindawati, Ashari. (2022). Tata Kelola Pangan Regional berbasis Pembelajaran Komunitas Adat dalam Pemenuhan Pangan Berkelanjutan. [Laporan Akhir TA 2022]. Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas-OR TKPEKM-Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN. Jakarta.
Toledo, V. M., & Barrera-Bassols, N. (2008). La Memoria Biocultural: The Ecological Heritage of Indigenous Peoples. Barcelona: Icaria Editorial.
United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues. (2021). Indigenous Peoples and Food Systems. New York: United Nations.








