Navigasi Tegangan Pasar: Pengalaman Penyuluh Pertanian dalam Mendampingi Petani di Kawasan Perbatasan Indonesia–Malaysia (Studi Fenomenologi di BPP Sebatik Barat)
Navigating Market Tensions: Agricultural Extension Workers' Experiences Assisting Farmers in the Indonesia–Malaysia Border Region (A Phenomenological Study at BPP Sebatik Barat)
Abstract
Pulau Sebatik merupakan satu-satunya pulau berpenghuni di Indonesia yang berbagi daratan langsung dengan Malaysia, menciptakan konteks penyuluhan pertanian yang unik sekaligus penuh tegangan: petani berorientasi pada pasar Tawau, sementara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengemban mandat pembangunan pertanian nasional. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan esensi pengalaman hidup PPL dalam menavigasi tegangan antara program penyuluhan nasional dan realitas sistem pangan lintas batas di kawasan perbatasan Sebatik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif mengacu pada prosedur tujuh langkah Moustakas (1994). Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan satu Koordinator BPP sebagai key informant, sepuluh PPL sebagai informan utama, dan dua hingga tiga ketua Gapoktan sebagai informan pendukung triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan epoche, horizonalization, reduksi, pengelompokan tema, deskripsi tekstural, deskripsi struktural, hingga sintesis esensi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema fenomenologis: (1) gravitasi pasar dan tegangan vertikal sebagai kondisi eksistensial; (2) negosiasi parsial sebagai etika kerja lapangan; (3) relasi dan kekeluargaan sebagai tumpuan makna; dan (4) hambatan berlapis, transformasi, dan posisi penjaga kemungkinan. Penelitian ini menghasilkan konstruk teoritis baru "keeper of possibilities" sebagai koreksi terhadap framing PPL sebagai "agent of change" yang tidak proporsional untuk konteks kawasan perbatasan 3T, sekaligus menyampaikan implikasi kebijakan konkret untuk reformulasi sistem evaluasi kinerja dan pengembangan SDM penyuluhan di wilayah kepulauan perbatasan Indonesia.
References
Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A., & Fatchiya, A. (2020). Peranan penyuluh pertanian dalam mendukung keberlanjutan agribisnis petani muda di Kabupaten Majalengka. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13(1), 17–32. https://doi.org/10.33512/jat.v13i1.7984
BPP Sebatik Barat. (2023). Programa penyuluhan pertanian BPP Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan tahun 2023. Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan.
Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Christyanto, Y., Hadi, A. R., & Winarsih, S. (2021). Pentingnya pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani wilayah perbatasan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Journal of Tropical AgriFood, 3(1), 1–12.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dewi, R. W. K., Prasetyo, H., & Fibriningtyas, A. (2023). Peran penyuluh terhadap peningkatan kelas kemampuan kelompok tani (kasus di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri). Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(2), 493–504. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2023.007.02.13
Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. Polity Press.
Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability. Field Methods, 18(1), 59–82. https://doi.org/10.1177/1525822X05279903
Hapsari, H., Rahmah, A. N., Munziah, E., & Suminartika, E. (2023). Analisis proses komunikasi penyuluhan pertanian dalam peningkatan kompetensi petani: Studi kasus Kelompok Wanita Tani Lestari, Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 10(1), 1–12.
Heidegger, M. (2010). Being and time (J. Stambaugh, Trans.; Rev. ed.). State University of New York Press. (Original work published 1927).
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Lipsky, M. (2010). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services (2nd ed.). Russell Sage Foundation.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik (4th ed.). Alfabeta.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications.
Mubarokah, M. N., Gulto, M., & Siregar, A. (2024). Kompetensi penyuluh pertanian lapangan dalam peningkatan kelas kelompok tani. Jurnal Penyuluhan, 20(2), 349–359. https://doi.org/10.25015/20242448959
Mularahman, M., Nurhaedah, N., & Wahyuningsih, T. (2023). Peran penyuluh pertanian dalam keberlanjutan agribisnis pemuda tani di Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Agrica Ekstensia, 17(1), 38–49.
Noe, R. A. (2017). Employee training and development (7th ed.). McGraw-Hill Education.
Nurida, N., Evahelda, E., & Sitorus, R. (2024). Peran penyuluh pertanian dalam pendampingan petani milenial. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 84–95. https://doi.org/10.25015/20202444448
Nuryadi, B. A., Saleh, K., & Salampesi, Y. L. (2023). Pengaruh informasi digital terhadap kinerja penyuluh pertanian dengan literasi informasi sebagai variabel intervening. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(3), 28–40. https://doi.org/10.59066/jppm.v2i3.483
Nuzuliyah, L., & Irawan, D. (2022). Evaluasi penyuluhan model sekolah lapang terhadap perubahan perilaku petani padi di Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Partner, 27(2), 1836–1847. https://doi.org/10.35726/jp.v27i2.800
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian. (2016). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Pramana, D., & Rafinda, M. S. (2022). Pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja penyuluh pertanian. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(2), 112–123.
Prestiana, S. M., Padmaningrum, D., & Sugihardjo, S. (2023). Peran penyuluh pertanian sebagai agent of change dalam adopsi inovasi padi Rojolele Srinuk di Kabupaten Klaten. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 8(3), 176–185.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rizqullah, T. A. M., Susanti, E., & Makmur, T. (2021). Peran penyuluh pertanian lapangan terhadap kinerja kelompok tani di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(4), 358–373.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press. (Original work published 1962).
Setiawan, B., & Susanto, A. (2024). Peran mediasi penyuluh pertanian dalam proses difusi inovasi dan pengambilan keputusan petani. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 45–58.
Sitorus, R. H. (2024). Efektivitas pendampingan penyuluh pertanian terhadap adopsi inovasi pertanian berkelanjutan. Jurnal Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian, 11(2), 89–104.
Soraya, Y. G., Gayatri, S., & Prayoga, K. (2021). Peran penyuluh terhadap sikap petani dalam penerapan benih padi Inpari 32. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(2), 324–333.
Sugihono, T., Hariadi, S. S., & Wastutiningsih, S. P. (2024). Transformasi digital penyuluhan pertanian: Penggunaan smartphone dan WhatsApp dalam penyuluhan pertanian di era Society 5.0. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(5), 1150–1161.
Sumardjo, S., Lubis, D. P., & Mulyandari, R. S. H. (2020). Strategi peningkatan kompetensi penyuluh pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 39(2), 87–96. https://doi.org/10.21082/jp3.v39n2.2020.p87-96
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. (2006). Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Wardani, W., & Anwarudin, O. (2018). Peran penyuluh terhadap penguatan kelompok tani dan regenerasi petani di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Journal TABARO Agriculture Science, 2(1), 191–202. https://doi.org/10.35914/tabaro.v2i1.113
Warnaen, A. (2021). Sistem penyuluhan pertanian: Suatu pendekatan penyuluhan pertanian berbasis modal sosial pada masyarakat Tengger. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 19(2), 82–94.








