Article Details

Main Article Content

Rita Rosana Mesu
Fadil M
Latarus Fangohoi

Kelapa merupakan tanaman perkebuanan yang dapat tumbuh pada daerah tropis, dan selama ini masyarakat masih mengolah buah kelapa menjadi minyak goreng. Penganekaragaman pengolahan buah kelapa perlu adanya inovasi baru dalam pengolahan buah kelapa tanpa menggunakan panas. Penelitian ini untuk mengetahui berbagai macam metode untuk memanfaatkan daging buah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan lama waktu pengadukan yang tepat dalam pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan enzim papain dan pengasaman. Penelitian ini dilakukan di Desa Gerbo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, Rancangan Faktorial RAL dua Faktor dengan menggunakan 3 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan. Untuk mengetahui rendemen minyak kelapa murni yang dihasilkan melalui proses pengadukan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan enzim papain dan pengasaman memberikan hasil yang baik, namun hasil yang terbaik dalam pengolahan VCO pada perlakuan pengasaman yang memberikan pengaruh terhadap warna aroma dan kekentalan. Kesimpulan adalah waktu yang tepat dalam menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO) adalah dengan menggunakan pengasman dan pengadukan dengan lama waktu 40 menit sehingga minyak yang dihasilakn juga dengan warna yang bening dan aroma khas kelapa.

Keywords: Santan Kelapa Enzim Papain Pengasaman Virgin Coconut Oil (VCO)
Alamsyah, 2005. Minyak Kelapa Murni Harapan yang Menjanjikan. bb_pascapanen@litbang.deptan.go.id.
Alamsyah, 2006. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka Penyakit. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Andi, N.A. 2005. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka Penyakit. Tangerang:PT Agro Media Pustaka.
.2007. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang. Malang.
.2009.Sistem Penyuluhan Pertanian. LPP UNS dan UNS Press Surakarta. Anonim, 2005. Definisi Virgin Coconut Oil. 25 maret 2005.
Anonim. 2004. Pokok Kelapa. deMan, John M. 1997. Kimia Makanan. Terjemahan Prof. Dr. Kokasih Padmawinata. Bandung:ITB.
Astawan, M. 1982. Enzim dalam Industri Pangan. Bogor : ITB. Codex. Codex Standard for Edible Fats and Oils not Covered by Individual Standards: Codex Stan 19-1981 (rev.2-1999). Dilihat 27 Februari 2008.
Dwidjoseputro 2009. Enzim dan Sifat-sifat Enzim. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hariyani Sri.2006. Pengaruh Waktu Pengadukan Terhadap Kualitas Virgin Coconout Oil (VCO). Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Semarang
Hartinah S. 2000. Santan Pasta. PDII.LIPI www.pdii.lipi.go.id. 25 maret 2018.
Ibrahim, dkk. 2003. Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Malang Bayumedia. Kelapa Murni.Jakarta : Penebar Swadaya.
Ketaren, S., 2005., “Minyak dan Lemak Pangan”., Universitas Indonesia., Jakarta
Kuncoro dan Sitanggang. 2005. Gempur Penyakit dengan VCO.Jakarta : Agromedia Pustaka.
Mardikanto,T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. 11 Maret University Press, Surakarta.
Muhidin, D. 2001. Agroindustri Papain dan Pektin. Jakarta : Penebar Swadaya.
Naiola. E. 2008. Analisis Biokimia Minyak Kelapa Hasil Ekstraksi Secara Fermentasi (Jurnal). Bogor : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (9) : 91 -95.
Palungkun, R. 2001 . Aneka Produk Olahan Kelapa. Jakarta : Penebar Swadaya.
Payugo 2006. Virgin coconut Oil atau Minyak Kelapa Murni Pengadukan Tanpa Pemancingan Dan Proses Pengadukan Dengan Pemancingan.(Skripsi). Jurusan Kimia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang.
Rindengan B., S. Karouw dan R.T.P. Hutapea. 2004. Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil): Pengolahan, Pemanfaatan dan Peluang Pengembangannya. Monograf Pasca Panen Kelapa. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain, Manado.
Ruku, S. 2007. Teknologi Pengolahan Minyak Kelapa Murni. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara, Kendari.
S, Andi. 2005. “Virgin Coconut Oil”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
S, Prayugo. 2006. Membuat VCO Berkualitas Tinggi. Jakarta.Penebar Swadaya.
S. Ketaren,1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia. Jakarta.
Setiaji, B. dan Surip P. 2006. Membuat VCO Berkualitas Tinggi. Cetakan 1. Penebar Swadaya, Jakarta.
Setiana, Lucie. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Gahlia Indonesia. Bogor.
Soeka, Y.S., J. Sulistyo, dan E. Naiola. 2008. Analisis Biokimia Minyak Kelapa Hasil Ekstraksi secara Fermentasi. Biodiversitas Vol. 9 No. 2. April 2008, p. 91 -95.
Soraya, N. 2006. Cantik Dengan VCO. Agro Media Pustaka. Jakarta. Statistik perkebunan kelapa di Indonesia Tahun 2014-2016 Statistik perkebunan kelapa di Indonesia Tahun 2015-2017
Suastuti, D.A. 2009. Kadar Air dan Bilangan Asam dari Minyak Kelapa yang Dibuat dengan Cara Tradisional dan Fermentasi (Jurnal). Universitas Udayana 3 (2) : 69-74
Suastuti, D.A. 2009. Kadar Air Dan Bilangan Asam Dari Minyak Kelapa YangDibuat Dengan Cara Tradisional Dan Fermentasi. (Jurnal Kimia) Universitas Udayana. 3 (2) : 69-74
Suhardiyono, L. 1993. Tanaman Kelapa Budidaya dan Pemanfaatannya. Yogyakarta : Kanisius. Undang-undang SP3K No 16 Tahun 2016 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Jakarta.
Wahjuti, U. 2006. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang. Malang.
Wibowo, S. 2006. Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VI. Gorontalo, 16-18 Mei 2006.
Winarno F.G. 2002 .Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.
Winarti, Sri., (2007), Proses Pembuatan VCO (Virgine Coconut Oil) Secara Enzimatis Menggunakan Papain Kasar, Jurnal Teknologi Pangan, 8 : 136-141.