Pengaruh Pemberian Temulawak (Curcuma xhanthorrhiza) terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis


Abstract viewed : 113 times,     PDF downloaded : 301 times

  • Yosa Atifah Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Dyah Gandasari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Harry Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Feed additive, Inovasi pakan, Produktivitas ternak

Abstract

Populasi kambing di Desa Sindangkasih pada tahun 2020 adalah 1135 ekor. Jumlah tersebut sangat potensial untuk ditingkatkan kembali dengan cara memanipulasi pakan. Salah satu teknik manipulasi pakan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian tepung temulawak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian tepung temulawak terhadap pertambahan bobot badan ternak kambing dan menganalisis usaha penggemukan ternak kambing yang diberi tepung temulawak. Materi yang digunakan adalah kambing lokal dengan rataan bobot badan awal 20,5 kg. Metode penelitian menggunakan kaji terap 2 perlakuan yaitu P0=kontrol dan P1 = kontrol + tepung temulawak 12 gr/ekor + 40 ml air. Peubah yang diukur dalam kaji terap adalah pertambahan bobot badan harian (PBBH). Peubah analisis usaha yang dihitung diantaranya pendapatan, B/C ratio, R/C ratio, BEP harga, BEP Produksi dan Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). Data dianalisis menggunakan Independent t-test. Data analisis usaha dianalisis secara deskriptif. Hasil kaji terap yang dilakukan pada ternak kambing menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata dengan pemberian tepung temulawak terhadap PBBH. Hasil analisis usaha pada kedua perlakuan menunjukkan untuk perlakuan P1 lebih menguntungkan peternak dengan pendapatan Rp 1.329.145. Nilai R/C ratio dan B/C ratio paling tinggi pada P1 dan nilai MBCR sebesar 23,132. Secara finansial pendapatan paling tinggi yaitu pada P1 dengan pemberian tepung temulawak 12 gr + 40 ml air, artinya pemberian tepung temulawak mampu memeningkatkan bobot badan kambing dan pendapatan peternak di Desa Sukaresik.

References

Anand, P. (2007). Bioavailability of Curcumin: Problems and Promises. J Mol Pharmaceutics, 4(6): 807-. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/DAPUS/Anand, 2007.pdf

Anggorodi. (1985). Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia.

Boesono, H., Anggoro, S., & Bambang, N. (2011). Laju Tangkap dan Analisis Usaha Penangkapan Lobster (Panulirus Sp) Dengan Jaring Lobster (Gillnet Monofilament) di Perairan Kabupaten Kebumen. Jurnal Saintek Perikanan, 7(1),77–87. https://doi.org/10.14710/ ijfst.7.1.77-87

Deptan. (2003). Pedoman Umum Pemilihan metode penyuluhan pertanian. Badan Pengembangan SDM Pertanian. http://lib.bppsdmp.pertanian.go.id/main/index.php?p=show_detail&id=2616

Hartadi, S, R., & Tillman, A. D. (1991). Tabel Komposisi Bahan Makanan Ternak untuk Indonesia. Universitas Gajah Mada.

Kartika, A. A. . (2017). Pemberian Temulawak (Curcuma Xhanthoriza Roxb) Dan Kunyit (Curcuma Domestic Val) Terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing Peranakan Ettawa Jantan. Universitas Jambi.

Malian, A. H. (2004). Analisis Ekonomi Usahatani dan Kelayakan Finansial Teknologi Pada Skala Pengkajian.

Nizma, A., Humaidah, N., Kes, M., Suryanto, D., & MP. (2015). Pengaruh Tingkat Pemberian Temulawak (Curcuma xanthorriza) Sebagai Obat Cacing Herbalterhadap Jumlah Telur Cacing Haemonchus contortus dan Pertambahan Berat Badan Domba.

Soekartawi. (2006). Analisis Usaha Tani. UI Press.

Tsana. (2017). Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Serat Kasar Dan Lemak Kasar Pada Domba Lokal Jantan.

Widayati, E., & Widalestari, Y. (1996). Limbah untuk Pakan Ternak. Trubus Agrisorana.

Published
2021-12-31