Identifikasi Potensi Bahaya, Risiko dan Pencegahan Kecelakaan Kerja di Peternakan Sapi Potong di Wilayah Boyolali


Abstract viewed : 384 times,     PDF downloaded : 865 times

  • Bayu Andri Atmoko Universitas Gadjah Mada
  • I Gede Suparta Budisatria Universitas Gadjah Mada
Keywords: Analisis bahaya, Analisis risiko, Kesehatan kerja, Keselamatan kerja, Sapi potong

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah pedoman setiap pelaku kerja, salah satunya bidang peternakan. Perusahaan di bidang penggemukan (fattening) sapi potong mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menerapkan K3. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan identifikasi potensi bahaya dan risiko, analisis bahaya dan risiko, dan merumuskan upaya pengendalian K3 di perusahaan penggemukan sapi potong di wilayah Boyolali. Penelitian dilaksanakan di PT. X di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, tahap pertama dilakukan identifikasi potensi bahaya dan risiko pada berbagai kegiatan, tahap kedua dilakukan penilaian terhadap potensi bahaya dan risiko yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan yang teridentifikasi. Tahap ini dilakukan dengan pengamatan langsung, mengikuti seluruh kegiatan pemeliharaan, dan diskusi dengan pimpinan, manajemen maupun dengan pegawai kandang. Tahap ketiga dirumuskan pengendalian bahaya dan risiko yang dapat dilakukan. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa di PT. X terdapat enam pekerjaan di kandang sapi yang dapat menimbulkan sebanyak 31 potensi bahaya dengan risiko rendah (18) dan sedang (13). Selain itu, upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja masih sangat minim, belum ada standart operating prosedur (SOP) K3. Penerapan K3 oleh pekerja hanya dengan alat pelindung diri (APD) berupa sepatu kandang. Hal ini memungkinkan terjadi potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja. Disarankan kepada PT. X untuk menyusun SOP K3, mensosialisasikan, menerapkan pada seluruh pekerja dan melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi terhadap penerapan SOP K3. Pekerja kandang diharapkan selalu menggunakan APD saat bekerja. Hal ini sebagaui upaya pencegahan risiko dan bahaya kecelakaan kerja saat melakukan pekerjaan.

Author Biography

I Gede Suparta Budisatria, Universitas Gadjah Mada

Department of Animal Production

References

Adiputro, Y. (2019). Relationship between motivation, knowledge, and availability with the use of personal protective equipment. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(2), 124–130. https://doi.org/10.20473/ijosh.v8i2.2019.124-130

Agbola, R. M. (2012). Impact of health and safety management on employee safety at The Ghana Ports and Harbour Authority. Developing Country Studies, 2(9), 154–166.

Dayana, A. A. P. I., Rudyanto, M. D., & Suada, I. K. (2019). Aplikasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada juru sembelih halal dan pekerja pemotong daging di Rumah Pemotongan Hewan Mambal dan Pesanggaran. Indonesia Medicus Veterinus, 8(1), 99–105. https://doi.org/10.19087/imv.2019.8.1.99

Dharma, A. A. B., Putera, I. G. A. A., & Parami, A. A. D. (2017). Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Pada proyek pembangunan Jambuluwuk Hotel & Resort Petitenget. Jurnal Spektran, 5(1), 47–55. https://doi.org/10.24843/spektran.2017.v05.i01.p06

Handayani, E., Wibowo, T. A., & Suryani, D. (2010). Hubungan antara pengunaan alat pelindung diri, umur dan masa kerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagian rustic di PT Borneo Melintang Buana Eksport Yogyakarta. Kesmas Journal UAD, 4(3), 208–217. http://journal.uad.ac.id/index.php/KesMas/article/view/1092

Jitco. (2013). Keamanan dan Kesehatan Kerja untuk Peserta Praktik Kerja di Bidang Industri Peternakan. Japan International Trainee & Skilled Worker Cooperation Organization. Tokyo. https://www.jitco.or.jp/download/data/text/chikusan_Indonesia.pdf

Machabe, A. P., & Indermun, V. (2013). An overview of the occupational health and safety act: A theoretical and practical global perspective. Arabian Journal of Business and Management Review, 3(5), 13–33.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 05/MEN/1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pub. L. No. 05/MEN/1996 (1996).

Oketunji, S. F. (2014). Influence of occupational health and safety (OHS) information availability and use on job performance of library personnel in public universities in South-West Nigeria. European Scientific Journal, 10(14), 337–350.

Paramitha, C. C. P., & Wijayanto, A. (2012). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) APJ Semarang. Jurnal Administrasi Bisnis, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.14710/jab.v1i1.4313

Pranamyaditia, C. D. (2017). Risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja peternakan sapi di PT X cabang Kota Kediri. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.20473/ijosh.v5i1.2016.1-10

Putri, K. D. S. (2017). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(3), 312–322.

Putri, R. W., & Martiana, T. (2018). Hubungan reward dan punishment dengan perilaku tenaga kerja dalam menjalankan program STOP. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 7(2), 172–180. https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/download/5037/pdf

Ramli, S. (2010a). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3 OHS Risk Management. PT. Dian Rakyat.

Ramli, S. (2010b). Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja OHSAS 18001. PT. Dian Rakyat.

Rijanto, B. (2011). Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Industri Konstruksi (2nd ed.). Mitra Wacana Media.

Soelaiman, S. (2007). Manajemen Kinerja: Langkah Efektif untuk Membangun, Mengendalikan dan Evaluasi Kerja (2nd ed.). PT. Intermedia Personalia Utama.

Soputan, G. E. M., Sompie, B. F., & Mandagi, R. J. M. (2014). Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) (Studi kasus pada pembangunan gedung SMA Eben Haezar). Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(4), 229–238.

Yuliandi, C. D., & Ahman, E. (2019). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kerja Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Manajerial, 18(2), 98–109.

Published
2021-12-31