Kualitas Biogas Berbahan Feses Sapi dan Jerami Jagung (Zea mays L.) pada C/N Rasio dan Lama Fermentasi yang Berbeda


Abstract viewed : 361 times,     PDF downloaded : 280 times

  • Evi Arianingsih Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Irdha Mirdhayati Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Anwar Efendi Harahap Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Keywords: Biogas, Fermentasi, Feses sapi, Jerami jagung

Abstract

Biogas merupakan salah satu energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan serta berpotensi sebagai pengganti energi yang bersumber dari fosil yang tidak dapat diperbaharui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi biogas terbaik dari kandungan rasio C/N dan lama waktu fermentasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor dengan dua ulangan untuk setiap perlakuan. Faktor A yaitu, perbandingan rasio C/N, P0 = Feses sapi dengan rasio C/N 22,12; P1 = Feses sapi + jerami jagung dengan rasio C/N 25,00; P2 = Feses sapi + jerami jagung dengan rasio C/N 30,00; sedangkan faktor B lama fermentasi 7, 14 dan 21 hari. Tahapan penelitian diawali dengan penentuan C, N dan C/N feses sapi dan jerami jagung, persiapan bahan, penanganan bahan isi digester dan tahap fermentasi.  Peubah yang diukur adalah pH awal, pH akhir, temperatur dan stabilitas api biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu fermentasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap temperatur biogas dan rasio C/N yang berbeda juga berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap pH akhir dan stabilitas api biogas. Kesimpulan penelitian ini adalah Rasio C/N terbaik terdapat perlakuan A2 (C/N 25,00) dan B1 (lama fermentasi 7 hari) dilihat dari temperatur, stabilitas api dan pH akhir.

References

Abbasi, T., Tauseef, S.M., & Abbasi, S.A. (2012). Biogas Energy. Springer. New York. pp 1–10.

Agustina, F. (2011). Evaluasi Parameter Produksi Biogas dari Limbah Cair Industri Tapioka dalam Bioreaktor Anaerob 2 Tahap. Tesis. Teknik Kimia. Universitas Diponegoro. Semarang.

Amaru, K. (2004). Rancang Bangun dan Uji Kinerja Biodigester Plastik Polyethylene Skala Kecil (Studi Kasus Ds. Cidatar Kec. Cisurupan Kab. Garut). Skripsi. Jurusan Tekhnologi Pertanian, Fakultas Pertanian. Universitas Padjajaran. Bandung.

Budiyono, G., Khaerunisa, & Rahmawati, I. (2013). Pengaruh pH dan Rasio COD: N terhadap Produksi Biogas dengan Bahan Baku Limbah Industri Alcohol (Nin asse). Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. 11(1): 1-6.

Darmanto, A., Sudjito, S., & Denny, W. (2012). Pengaruh Kondisi Temperatur Mesophilic (35oC) dan Thermophilic (55oC) Anaerob Digester Kotoran Kuda terhadap Produksi Biogas. Jurnal Rekayasa Mesin. 3(2): 317-326.

Fanani, M. (2017). Kualitas Biogas Menggunakan Isi Rumen Sapi dengan Limbah Kulit Nenas (Ananas Commosus Merr., L) pada C/N Rasio yang Berbeda. Skripsi. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.

Fry, S. (2003). Temperature (suhu), dan Kelembaban pada Isian Digester. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Gomez, C.D.C. (2013). Biogas as an energy option: an overview. The Biogas Handbook: Science, Production and Applications, eds A Wellinger, J Murphy and D Baxter. Woodhead Publishing Limited. Cambridge. pp 1–16.

Haryati, T. (2006). Biogas.Limbah Peternakan yang Menjadi Sumber Energi Alternatif. Jurnal Wartazoa. 1(2): 160-169.

Ihsan, A., Bahri, S., & Musafira. (2013). Produksi Biogas Menggunakan Cairan Isi Rumen Sapi dengan Limbah Cair Tempe. Jurnal of Natural Science. 2(2): 27-35.

Karsinah, D. (2016). Produktivitas Biogas terhadap Pengaruh pH dan C/N dengan Penambahan Feses Sapi dan Eceng Gondok (Eicchornia crassipes) pada Level yang Berbeda. Skripsi. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.

Kresnawaty, I., Susanti, I., Siswanto & Panji, T. (2008). Optimasi Produksi Biogas dari Limbah Lateks Cair Pekat dengan Penambahan Logam. Jurnal Menara Perkebunan. 1: 18-22.

McLaughlin, S.B & Kszos, L.A. (2005) Development of Switchgrass (Panicum virgatum) as a Bioenergy Feedstock in The United States. Biomass Bioenergy. 28(5): 15–35.

Olugbemide, A.D., Imasuen, A.O., Oleghe, P.O., & Efosa, J.O. (2012). Anaerobic Co-Digestion of Fresh Maize Leaves with Elephant Grass. J Appl Sci Environ Manage. 16(1):133–35.

Padang, A.Y., Nurchayati & Suhandi. (2011) Meningkatkan Kualitas Biogas dengan Penambahan Gula. Jurnal Teknik Rekayasa. 12(2): 53-62.

Rodriguez, C., Alaswad, A., Benyounis, K.Y., & Olabi, A.G. (2017). Pretreatment Techniques Used in Biogas Production from Grass. Renew Sustain Energy Rev. 68(2): 1193-204.

Saputra, S., Triatmojo, S., & Pertiwiningrum, A. (2010). Produksi Biogas dari Campuran Feses Sapi dan Ampas Tebu (Bagasse) dengan Rasio C/N yang Berbeda. Buletin Peternakan. 34(2):114-122.

Sumady, D.R. (2009). Pengaruh Suhu Rasio C/N dan Penambahan Bioaktifator Em4 Terhadap Produksi Biogas dari Sampah Buah-Buahan. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Fakultas Sains dan Teknologi. Jakarta.

Tamara, D. (2008). Kuantitas dan Komposisi Kimia Manure sapi perah pada kelompok peternak Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Wahyuni, S. (2011). Biogas, Sumber Biogas, Jenis Digester dan Cara Membuat Instalasi Biogas, Cara Mengoperasikan untuk Rumah Tangga dan Listrik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Wiratmana, I. P. A., Sukadana, I.G.K., & Tenaya, I.G.N.P. (2012). Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Bahan Kering terhadap Produksi dan Nilai Kalor Biogas Kotoran Sapi. Jurnal Energi dan Manufaktur. 5(1): 1-9.

Published
2021-06-22