Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq) di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang


Abstract viewed : 393 times,     PDF downloaded : 353 times

  • Firman RL Silalahi Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Yusra Muharami Lestari Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Jontara Hutabalian Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
Keywords: Budidaya, Motivasi petani, Kelapa sawit

Abstract

Penyumbang devisa terbesar Indonesia adalah sektor pertanian yaitu kelapa sawit. Kecamatan Kutalimbaru yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi tanaman kelapa sawit, dimana terdapat 728,5 Ha lahan kelapa sawit yang berasal dari 6 desa dan salah satunya adalah Desa Silebo-lebo. Produktivitas rata rata yang yang dimiliki oleh petani kelapa sawit Desa Silebo-lebo tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas kelapa sawit yang ada di Indonesia yang mencapai angka 30 ton/Ha/thn. Berdasarkan wawancara dengan penyuluh dan petani, kurangnya produktivitas disebabkan teknik budidaya yang dilakukan oleh petani kurang baik namun petani tetap teguh untuk bebudidaya kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi petani (motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis) dan untuk mengetahui tingkat faktor-faktor motivasi petani dalam budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Data pada penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara dan studi kepustakaan, yang dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa tingkat motivasi petani dari segi ekonomi dalam budidaya kelapa sawit yang baik di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang dalam kategori sedang yaitu sebesar 48,8% dan tingkat motivasi petani dari segi sosiologis dalam kategori sedang yaitu sebesar 46,1%. Dari hasil penelitian juga diperoleh bahwa dari faktor-faktor eksternal maupun faktor-faktor internal yang diteliti faktor yang paling berpengaruh adalah tingkat ketersedian kredit usahatani dengan kategori tinggi yaitu sebesar 73,88%.

References

Agus, S. T. W. (2017). Faktor-faktor Sosial Ekonomi Yang Memotivasi Petani Melakukan Usaha Tani Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palkaran Kota Samarinda. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan, 78-90.

Danim. (2012). Motivasi Kepemimpinan dan Efektifitas Kelompok. Jakarta: Rineke Cipta.

Dewandini, S. K. (2010). Motivasi Petani Dalam Budidaya Tanaman Mendong (Fimbristylis globulosa) Di Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Makendra, N. (2016). Motivasi Petani Dalam Usahatani Tanaman Bunga Krisan di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Research Repository, University of Muhammadiyah Yogyakarta.

Mardikanto, T. (1993). Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan UNS dan UNS Press.

Masrafit. (2013). Motivasi Petani dalam Melakukan Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Nisa, N. K. (2015). Motivasi Petani Dalam Menanam Komoditas Pada Daerah Lumbung Padi di Kabupaten Gresik. Swara Bhumi Vol 3 Nomor 3, 80-90.

Noor, J. (2011). Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Pahan, I. (2007). Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis Dari Hulu Hingga Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.

Riduwan. (2008). Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Silalahi, F. R., Masrizal, & Marbun, A. (2014). Motivasi Petani Dalam Usahatani Tanaman Gambir (Uncaria gambir roxb) Di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Agrica Ekstensia, 58-64.

Soekartawi. (1998). Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil Pertanian Teori dan Aplikasi . Jakarta: Rajawali Pers.

Uno, H. B. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Published
2021-06-22