KAJIAN PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM DENGAN TRICHODERMA PADA TANAMAN TOMAT


Abstract viewed : 431 times,     PDF downloaded : 854 times

  • Heriyanto Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
Keywords: Trichoderma sp., Fusarium oxysporum, Concentration, Intensity of Attack

Abstract

The study aims to determine the concentration of Trichoderma sp. effective for the control of Fusarium oxysporum wilt in tomato plants, which was carried out in Argodadi Village, Sedayu District, Bantul Regency, from July to November 2018. The study used a completely randomized block design consisting of 5 treatments of the concentration of Trichoderma sp. namely 0.0 g, 2.5 g, 5.0 g, 7.5 g and 10.0 g of biomass with replications 4 times each treatment. The application was carried out by biomass Trichoderma sp. Isolates. Inoculated in 2.5 kg of organic fertilizer / compost, then sprinkled on the land before planting tomato seeds. The results showed that based on the analysis of the incubation period, the percentage of affected plants and the intensity of the attack treatment Trichoderma sp. with a concentration of 10.0 g of biomass, the results were effective in reducing the intensity of Fusarium oxysporum wilt attack by 15.15 percent.

References

BPP Sedayu. 2017. Programa Penyuluhan Pertanian tingkat BPP Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, 56 hal.
BPTP Yogyakarta. 2012. Teknologi Budidaya Sayuran, Maguwoharjo sleman Yogyakarta, 91 hal.
Cooke,TD., Persley and S. House. 2010. Diseases of fruit crops in Australia, CSIRO Publishing, Oxford street, Colling wood VIC, Australia, 276 page.
Dalimunthe. Z. Fairuziah dan A. Daslin. 2012. Pemanfaatan mikroorganisme antagonis untuk mengendalikan penyakit penting pada tanaman karet, Prosiding seminar nasional Mikologi, Unsoed, Purwokerto, 482-488.
Dinas Pertanian DIY, 2015. Pedoman Teknik BudidayaTomat, Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, 31 hal.
Djaenuddin, N. 2016. Interaksi Bakteri Antagonis dengan Tanaman Ketahanan Terinduksinpada Tanaman Jagung ,Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tanaman Pangan Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Vol. 11 (2): 143-148.
Ernawati, Mardius Y, Habazar T, Bachtiar A. 2003, Studi Kemampuan Isolat Isolat Jamur Trichoderma sp yang beredar di Sumatera Barat untuk mengendalikan Sclerotium rolfsii pada bibit cabai. Prosiding konggres nasional ke xvi dan seminar ilmiah PFI 22-23 Agustus, Bogor.
Gomez, K. A and A. A Gomez. 1976. Statistical Procedures For AgriculturalResearch With Emphasis On Rice, IRRI Los Banos, Philipines, 294 p. Gusnawaty, M. Taufik, L.Triana dan Asniah. 2014. Karakterisasi Morfologis Trichoderma spp. Indigenus Sulawesi Tenggara, Jurnal Agroteknos, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo,Kendari, Vol. 4 (2): 87-93.
Heriyanto. 2017. Pengendalian Penyakit Rebah Semai dengan Trichoderma sp. dan Rhizobakteri Pada Bayam Cabut, Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian Yogyakarta, Vol.24 (1): 10-21. Kecamatan Sedayu (2017), Statistik produksi pertanian Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul.
Mukarlina, S. Khotimah, R. Rianti., 2010. Uji Antagonistis Trichoderma harzianum Terhadap Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai (Capsicum annum) secara invitro, Jurnal Fitomedika, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura,
Pontianak, Vol, 7 (2): 80-85. Ningsih, H.,U.S. Hastuti, D.Listyorini. 2016. Kajian Antagonis Trichoderma spp Terhadap Fusarium solani penyebab Penyakit Layu Pada Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens) secara in vitro, Proceeding Biology Education Conference, Universitas Negeri Malang, Vol. 13(1): 814- 817.
Nisa NK, 2010. Isolasi Trichoderma sp asal tanah dan aktivitas penghambatannya terhadap pertumbuhan Phytopothora capcii penyebab penyakit busuk pangkal batang lada, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Prayudi B, Budiman A. Rhystam MA, dan Rina Y, 2000. Trichoderma harzianum isolat Kalimantan Selatan agensia pengendali hawar daun pelepah padi dan layu kedelai dilahan pasang surut, Prosiding simposium penelitian tanaman panghan IV di Banjarbaru kalimantan selatan.
Plank, JE, (1975), Principles of Plant Infection, Academik Press, New York, London, Sanfransicco, 215 page.
Rahayuniati, R.F. dan Mugiastuti.E. 2009. Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Tomat, Aplikasi Abu Bahan Organik Dan Jamur Antagonis, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jurnal Pembangunan Pedesaan Vol. 9(1): 25-34.
Semangun, H (2007) Penyakit penyakit tanaman hortikultura di Indonesia, Gadjah Mada University press, Yogyakarta, 234-273.
Sudantha IM. Kesratarta I, Sudana. 2011. Uji antagonisme beberapa jenis jamur saprofit terhadap Fusarium oxysporum f.sp. cubense penyebab penyakit layu pada tanaman pisang serta potensinya sebagai agens pengurai seresah, UNRAM NTB, Jurnal Agroteknos 21 (2) 2-3.
Sopialena . 2015. Ketahanan Beberapa Varietas Tomat Terhadap Penyakit Fusarium oxysporum Dengan Pemberian Trichoderma sp., jurnal AGRIFOR, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda Vol.XIV (1) 131 -140.
Wahyuno D, Manohara D, Mulya K . 2009. Peranan bahan organik pada pertumbuhan dan daya antagonisme Trichoderma harzianum dan pengaruhnya terhadap Phytopthora capsicii pada tanaman lada, Jurnal Phytopatologi Indonesia 7 :76-82.
Widiyastuti, S.M. (2012). Peranan jamur dalam kesehatan hutan, Prosiding seminar nasional Mikologi, Unsoed Purwokerto, 10-18 hal.
Yuniati, 2005. Pengaruh pemberian beberapa species Trichoderma sp dan pupuk kandang Kambing terhadap penyakit layu Fusarium oxysporum f.sp. Lycopersici pada tanaman tomat, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Muhamadiyah Malang.
Published
2019-06-30