Article Details

Main Article Content

Yohanes Yan Makabori
Berlyn Eka Aprianti
Djaka Mastuti

Latar belakang:  Penyuluhan Pertanian memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani. Dalam pelaksanaan sistem penyuluhan ada hambatan-hambatan yang mempengaruhi jalannya kegiatan dan keberhasilan penyuluhan. Faktor penghambat kinerja penyuluh apa saja yang mempengaruhi jalannya penyuluhan di wilayah kerja BPP tersebut.


Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini meliputi tiga Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang ada di daerah Manokwari Provinsi Papua Barat diantaranya BPP Nuni Distrik Manokwari Utara, BPP Warmare Distrik Warmare, dan BPP Marina Distrik Manokwari Barat. Penentuan informan dilakukan dengan Teknik Snowball Sampling. Sementara teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara mendalam dengan informan serta pemanfaatan dokumen tertulis. Teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.


Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan BPP Kostratani di Kabupaten Manokwari tidak berjalan efektif.


Kesimpulan: Lima fungsi kostratani menunjukkan berjalan dengan baik hanya pada proses pelaksanaannya sedangkan bentuk program tidak sesuai dengan kebutuhan BPP kostratani sehingga tidak berjalan efektif. Dari perbandingan ini menujukkan hasil pelaksanaan program tidak efisien dalam pencapaian tujuan.

Arikunto, S. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Bahua, M.I. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyuluh Pertanian dan Dampaknya Pada Perilaku Petani Jagung di Provinsi Gorontalo. (Disertasi tidak dipublikasikan). Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.

Herawati, H., Asnidar, A., & Saidah, S. (2021). Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Temu Tugas Peneliti–Penyuluh di Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Agribisnis Terpadu, 14(1), 115-136.

Marliati, M., Sumardjo, S., Asngari, P. S., Tjitropranoto, P., & Saefuddin, A. (2008). Faktor-Faktor Penentu peningkatan kinerja penyuluh pertanian dalam memberdayakan petani (Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau). Jurnal Penyuluhan, 4(2), 92-99.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (1992). Analisis Data Kualitatif, Buku SumberTentang Metode-metode Baru (Penerjemah: T.R Rohidi). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Nurdyawati, R., Soedarto, T., & Sumartono, S. (2020). Evaluasi Kinerja Penyuluhan Pertanian Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Jurnal Pertanian Cemara, 17(1), 49-56.

Permentan No.49 Tahun (2019) Tentang Komando Strategis Pembangunan Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 03/Permentan/SM.200/1/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/Permentan/ OT.140/10/2012 Tentang Pedoman Pengelolaan Balai Penyuluhan.

Rangga, K., Mutolib, A., Yanfika, H., Listiana, I., & Nurmayasari, I. (2020). Tingkat Efektivitas Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13(1), 1-16.

Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 26-33.

Syafruddin, S., Hariadi, S. S., & Wastutiningsih, S. P. (2013). Kinerja penyuluh pertanian berdasarkan faktor personal dan situasional. Jurnal Psikologi UGM, 40(2), 240-257.

Wahyuni, S., Helmi, H., Tanjung, H. B., & Oktavia, Y. (2019). Peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam Penyuluhan Komoditi Pangan (Studi Kasus di Kabupaten Tanah Datar). Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 235-248.