Analisis Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus sp) Rumah Jamur Welury di Kelurahan Andai Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat


Abstract viewed : 131 times,     PDF downloaded : 171 times

  • Yohanis Yan Makabori Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Carolina Diana Mual Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Jesica Yolanda Enar Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Keywords: Analisis BEP, Analisis pendapatan, Analisis penerimaan, B/C ratio

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek usaha serta analisis usahatani dari budidaya jamur tiram putih. Pelaksanaan penelitian ini perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani khususnya petani jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan terhitung mulai bulan maret sampai mei 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah observasi partisipatif. Biaya yang di keluarkan untuk satu kali proses produksi budidaya jamur tiram dengan skala luas kumbung 7,9 m x 2,8 m adalah sebesar Rp.13.486.325. Biaya tersebut antara lain biaya tetap dan biaya variabel. Harga jual jamur tiram Rp.100.000/ kg dan total pendapatan Rp.24.713.675. Produksi jamur tiram selama 8 bulan sebanyak 382 kg dengan total penerimaan Rp.38.200.000. Hasil analisis B/C ratio menunjukan angka 1.82 artinya usaha jamur tiram yang dijalankan menguntungkan. Berdasarkan BEP Produksi pada penjual 134,86 kg jamur tiram terjadi Break Even Point dan pada pejualan ke 135 kg jamur tiram, baru mulai memperoleh keuntungan. BEP Harga 35.304 Artinya dengan produksi 382 Kg jamur, maka titik impas modal terjadi jika harga jamur Rp. 35.304. BEP Penerimaan 13.162.828 Artinya usaha jamur tiram putih yang dijalankan oleh petani Rumah Jamur Welury satu kali produksi mampu memberikan keuntungan karena total penerimaan lebih tinggi dari nilai titik impas yang diperoleh dari perhitungan BEP Penerimaan.

References

Badan Pusat Statistik. (2019) Produksi Tanaman Sayuran Tahun 2019.

Hasanah, L. (2018). Analisis Biaya Produksi dan Pendapatan F3 (Filial 3) Jamur Tiram Putih Di Cv Rst.

Makabori, Y.Y. & Tapi, T. (2019). Generasi Muda Dan Pekerjaan Di Sektor Pertanian : Faktor Persepsi dan Minat (Studi Kasus Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari). Jurnal Triton, 10(2), 1-20.

Rahmat, S. & Nurhidayat. (2011). Untung Besar Dari Bisnis Jamur Tiram. Agromedia Pustaka. Jakarta

Sadono. (2006). Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasa Kebijakan. Jakarta: Prenada Media Group.

Soares, A.P. (2013). Langkah Pencegahan Virus Corona, Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Sumarsih, S. (2010). Untung Besar Usaha Bibit Jamur Tiram. Jakarta: Penebar Swadaya.

Toni. (2019). Budidaya Jamur Tiram. PPL BPP Kecamatan Kajen Kab. Pekalongan. Published on cyber extension - Pusluhtan Kementan.

Watimena, L. (2020). Analisis Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha Jamur Tiram Putih Pada Usaha D'PAPUA JAMUR Di kelurahan Malasom Kabupaten Sorong

Zaman, N., Nurlina, N., Simarmata, M. M. T., Permatasari, P., Utomo, B., Amruddin, A., Anwarudin, O., Firdaus, E., Rusdiyana, E., & Zulfiyana, V. (2021). Manajemen Usahatani, Medan: Yayasan Kita Menulis.

Zulfahrina, Z., Suryawati, E., Yustina, Y., Putra, R. A. & Taufik, H. (2019). Budidaya Jamur Tiram dan Olahannya Untuk Kemandirian Masyarakat Desa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Jurnal Of Community Engagement), 5(3), 358.

Published
2021-09-09